Bank Sampah Sakti RW 05 Kampung Lokomotif Kaliabang Tengah, Angkat Ekonomi Warga Manfaatkan Sampah Daur Ulang

Tidak ada komentar



Kota Bekasi | Mitrapubliknews.com - Bank Sampah Sakti RW 05, Ujung Tombak Penataan Lingkungan Bekasi Utara, Upaya nyata dalam menata lingkungan dan mengatasi persoalan darurat sampah di Kota Bekasi terus diperkuat di tingkat masyarakat. 

"Salah satu inisiatif yang aktif bergerak, Bank Sampah Sakti RW 05 kp.Lokomotif Kelurahan Kaliabang Tengah, Bekasi Utara Sabtu (29/11/2025).

Launcing perdana pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kembali dilaksanakan dengan antusiasme warga dan pengurus. Dalam kegiatan ini, masyarakat menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah, seperti kardus, kertas, plastik, dan botol, untuk ditimbang dan dicatat dalam 'rekening tabungan' mereka.

Dipimpin oleh Ketua Bank Sampah, Bapak H. Triyatna, M.Si., dan didukung penuh oleh Ketua RW 05, Bapak Ahmad Lailatul Hadi, M.Pd.,Bank Sampah Sakti RW 05 tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan, tetapi juga sebagai motor penggerak kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Mendorong Ekonomi Sirkular Berbasis Warga.

H. Triyatna, M.Si., menyampaikan bahwa bank sampah merupakan solusi cerdas yang memiliki dua dampak positif: lingkungan bersih dan peningkatan ekonomi sirkular bagi warga.

"Setiap sampah yang disetorkan memiliki nilai ekonomi. Ini mendorong warga untuk memilah sampah dari rumah. Selain mengurangi volume sampah yang harus dibawa ke TPA, tabungan sampah ini juga bisa dimanfaatkan kembali oleh warga, misalnya untuk kebutuhan sosial atau membeli produk daur ulang," Ujar Triyatna.

Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Bekasi yang menjadikan keberadaan dan keaktifan bank sampah sebagai salah satu syarat utama penataan lingkungan di tingkat Rukun Warga. Komitmen pengurus RW 05 dalam menjalankan bank sampah ini menjadi contoh nyata partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan Bekasi Keren yang bersih dan berkelanjutan.

Bank Sampah Sakti RW 05 membuktikan bahwa masalah sampah dapat diubah menjadi berkah melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.


(Agus Kanit)

Tidak ada komentar