BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Pimpin Langsung Patroli Dialogis Sore Hari, Kapolsek Mauk Sisir Jalan Raya Mauk–Keronjo Ciptakan Kondusifitas




Tangerang | Mitrapubliknews.com — Guna mengantisipasi potensi gangguan ketertiban masyarakat (guantibmas) pada jam-jam rawan sore, personil Polsek Mauk menggelar patroli dialogis di sepanjang Jalan Raya Mauk–Keronjo. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana untuk memastikan situasi wilayah hukum tetap aman dan kondusif, Senin (07,09,2026).


Patroli difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan, potensi kejahatan jalanan (street crime), serta lokasi tempat warga biasa berkumpul menjelang malam. Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan humanis dengan menyapa para pengguna jalan, pedagang, dan warga sekitar. Selain memantau lalu lintas, personil juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat tetap waspada dan turut menjaga keamanan lingkungan.




Langkah preventif ini rutin ditingkatkan guna menekan angka kriminalidad dan memberikan rasa aman bagi warga yang melintas di jalur Mauk–Keronjo. Warga yang melihat hal mencurigakan diajak untuk segera melaporkannya ke Polsek Mauk atau melalui layanan layanan darurat Kepolisian 110. (*/ Redaksi).

Pemdes Daon Kecamatan Rajeg Gelar Baantuan Beras, 2.332 KPM Penerima dari BPN Berjalan Lancar




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Kepedulian pemerintahan selalu harus hadir dalam bentuk beras Bagi masyarakat yang tengah menghadapi kebutuhan sehari-hari, sebuah paket sembako dapat menjadi bantuan yang sangat berarti.


 Melalui bantuan dari Bapanas ( Badan Pangan Nasional) yang di salurkan oleh Bulog dengan menyalurkan beras sebanyak 2332 KPM kepada masyarakat Desa Daon  kecamatan Rajeg, Senin 07/09/2026 di Aula Kantor Desa Daon.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi wadah untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.


Dalam kesempatan itu, terlihat petugas Desa Daon Seperti Kadus SatLinmas dan Kader lainya turut membantu dalam pelayanan dan membantu menyalurkan sembako tersebut. 




Serta dapat mendengar berbagai cerita dan kondisi warga sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.


Dalam pembagian bantuan beras dari Bapanas (Badan Pangan Nasional) yang di salurkan Bulog ini dihadiri Sekertaris Desa Daon Bushaeri  Beserta jajaran Desa.Pengawas dari JPL Bulog Mas Indar,team monitoring Kecamatan Rajeg H Amri,

Bushaeri  Sekdes Daon saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, Pembagian Bantuan beras dari Bapanas ini merupakan salah satu bentuk nyata Pemerintah untuk Masyarakat. tidak hanya berbicara tentang Bantuan tapi apa yang kami lakukan  untuk meringankan beban Masyarakat dalam kondisi seperti sekarang ini.ujar Bushaeri


Karena itu, dapat dirasakan dalam bentuk yang nyata. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi semoga dapat meringankan kebutuhan warga dan menjadi wujud bahwa kami peduli serta tumbuh bersama lingkungan. tutup nya


Salah satu warga daon juga menambahkan,saya bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah Desa Daon yang telah menyalurkan bantuan beras ini kepada warga Desa Daon,pungkas warga . (*/ Redaksi)


2363 KPM Warga Desa Pangarengan Kecamatan Rajeg dapat Bantuan Beras dari Badan Pangan Nasional




Tangerang | Mitrapubliknews.com -  Penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada 2363 keluarga penerima manfaat (KPM) Desa Pangarengan berjalan lancar. Untuk mendukung program tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog menyalurkan bantuan untuk 2363 KPM di Desa Pangarengan kecamatan Rajeg.Senin 07/09/2026 di aula dan Halaman Desa Pangarengan .


Kepala Desa Pangarengan Sutia yang akrab disapa Ncut saat dikonfirmasi di ruang Kerja nyamengatakan,Bantuan Pangan untuk warga sebayak 2363 KPM hari ini disalurkan, Alhamdulillah warga antusias menerima bantuan sebayak 30 kg beras untuk kebutuhan sehari-hari.ujar Sutia .


Lanjut Sutia,Karena itu,  dapat dirasakan dalam bentuk yang nyata. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi semoga dapat meringankan kebutuhan warga dan menjadi wujud nyata bahwa kami peduli serta tumbuh bersama lingkungan, tutup nya.


Di tempat yang sama salah satu warga penerima manfaat menjelaskan,saya berterima kasih kepada kepala Desa dan Bulog yang sudah menyalurkan bantuan kepada warga seperti saya,dengan adanya bantuan ini saya akan pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari,karna kondisi beras saat ini sedang tinggi harga nya pungkas warga .


Dalam kesempatan itu, terlihat petugas Desa Pangarengan Seperti  Linmas dan Kader lainya turut membantu dalam pelayanan untuk membantu menyalurkan sembako tersebut. Serta dapat mendengar berbagai cerita dan kondisi warga sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.


Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Pangarengan,BPD,Pengawas dari Bulog,team monitoring Kecamatan H Amri, Babinsa,Binamas,RT,RW,Perangkat Desa,Linmas dan petugas. (*/ Redaksi).

Polsek Mauk Gelar Patroli Dialogis, Imbau Masyarakat Gunakan Masker Antisipasi Abu Vulkanik




Mauk, Tangerang | Mitrapubliknews.com — Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang melaksanakan patroli dialogis dalam rangka mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan terkait penggunaan masker sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Mauk, (7 September 2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Raya Kali Cirarab, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.


Patroli dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd., bersama Aiptu Aan S. selaku Ps. Kanit Provos dan Briptu Putra R. dari unit Patroli.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Mauk menyambangi masyarakat dan pengguna jalan yang melintas serta berdialog secara langsung untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak panik menyikapi informasi terkait kemungkinan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.


Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik serta menjaga kesehatan. Personel juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi dari instansi terkait.


Kapolsek Mauk mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya Polri untuk menjaga situasi kamtibmas sekaligus memastikan masyarakat memperoleh imbauan yang tepat di tengah adanya informasi mengenai potensi dampak abu vulkanik.




“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar Kapolsek Mauk.


Kegiatan patroli dialogis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Terjalin komunikasi yang baik antara personel Polri dengan masyarakat, sementara situasi di wilayah hukum Polsek Mauk selama kegiatan berlangsung terpantau aman, tertib dan kondusif. (*/Redaksi).

Polsek Tangerang Imbau Warga Lakukan Perlindungan Diri & Pengamanan Rumah




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Menanggapi potensi paparan abu vulkanik, Polsek Tangerang melalui Kapolsek KOMPOL SUYATNO, S.H., M.H. mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah perlindungan diri serta pengamanan lingkungan. Senin (7/9/2026).


Imbauan tersebut disampaikan melalui poster resmi yang dirilis Polsek Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, dengan tajuk *"WASPADA Paparan Abu Vulkanik"*.


*4 LANGKAH PERLINDUNGAN DIRI*

Menurut imbauan Kapolsek Tangerang, warga diminta melakukan hal berikut saat terjadi paparan abu:


1.  *Gunakan masker* seperti N95 atau masker medis untuk melindungi hidung dan mulut dari partikel alika halus.

2.  *Pakai kacamata pelindung* atau kacamata biasa untuk mencegah iritasi mata akibat partikel tajam abu.

3.  *Kenakan pakaian tertutup* seperti lengan panjang dan celana panjang untuk mengurangi kontak langsung dengan kulit.

4.  *Segera bilas mata atau kulit* dengan air bersih jika terkena paparan abu.


*5 TIPS PENGAMANAN RUMAH DAN LINGKUNGAN*

Selain perlindungan diri, warga juga diimbau mengamankan rumah dan lingkungan:

1.  *Tutup rapat* pintu dan jendela rumah untuk mencegah abu masuk ke dalam ruangan.

2.  *Tutup makanan, minuman, dan sumber air* agar tidak terkontaminasi oleh debu vulkanik.

3.  *Basahi abu terlebih dahulu* dengan air sebelum dibersihkan agar tidak beterbangan di udara.

4.  *Bersihkan permukaan* di dalam rumah menggunakan kain lembap, bukan dengan sapu kering atau penyedot debu biasa.

5.  *Pantau informasi resmi* dan arahan dari BNPB atau instansi pemerintah setempat.


Kapolsek Tangerang menutup imbauannya dengan pesan: *"Jaga Diri, Jaga Keluarga, Jaga Lingkungan"*.


Warga diimbau untuk tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.


(*/ Redaksi).


Sumber: Polsek Tangerang - Polres Metro Tangerang Kota

Polsek Mauk Bersama Damkar Laksanakan Penyemprotan Jalan Raya Antisipasi Dampak Abu Vulkanik





Mauk, Tangerang | Mitrapubliknews.com — Polsek Mauk Polresta Tangerang bersama personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Mauk melaksanakan kegiatan penyemprotan jalan raya sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik yang berada di permukaan jalan.


Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Raya Mauk-Sepatan, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd., dengan melibatkan personel Polsek Mauk dan personel Damkar Kecamatan Mauk.



Penyemprotan dilakukan sebagai upaya untuk membersihkan abu vulkanik yang berada di badan jalan sekaligus mengurangi potensi abu beterbangan yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, jarak pandang, serta keselamatan para pengguna jalan.


Kapolsek Mauk mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk respons dan kepedulian Polri bersama instansi terkait dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas di wilayah Kecamatan Mauk.


Selain membersihkan badan jalan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergitas antara Polri dan Damkar dalam mengantisipasi serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh abu vulkanik.


Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi berjalan dengan aman, lancar dan kondusif. Polsek Mauk juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap berhati-hati serta menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah, khususnya di wilayah yang terdampak abu vulkanik. (*/Redaksi).

Water Canon Polresta Tangerang Dikerahkan Bersihkan Jalan dari Abu Vulkanik GAK




Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Polresta Tangerang mengerahkan kendaraan water canon untuk membersihkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), Senin (7/9/2026). Kendaraan taktis itu menyemprot sejumlah ruas jalan, termasuk jalan di kawasan Puspemkab Tangerang. 


"Abu vulkanik berpotensi mengganggu aktivitas warga, kami meresponnya dengan langkah preventif," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 

 

Dia bilang, penyemprotan dilakukan menggunakan water canon karena mampu mengeluarkan air bertekanan. Semburan tersebut diarahkan ke permukaan jalan untuk membantu membersihkan abu vulkanik yang menempel dan mengurangi potensi debu beterbangan saat kendaraan melintas.



"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik terhadap masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga yang beraktivitas di ruang terbuka," ujar Indra Waspada. 


Dia mengatakan, pengerahan water canon merupakan langkah antisipatif kepolisian untuk membantu menjaga kondisi jalan tetap aman dan nyaman dilalui masyarakat.


Indra Waspada menambahkan, pembersihan jalan dilakukan secara bertahap di beberapa titik dengan memperhatikan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.




"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tetapi waspada. Pengguna jalan agar berhati-hati apabila melintasi ruas jalan yang sedang dilakukan penyemprotan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan," terangnya. 


Selain membantu membersihkan abu vulkanik, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan Polresta Tangerang dalam menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.


Indra Waspada mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang. Serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terdampak abu vulkanik. (*/Redaksi).

Miliki Ratusan Butir Hexymer, Seorang Pria Diamankan Polsek Mauk Polresta Tangerang





Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial PM (25), pada Senin (31/8/2026). Warga Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg tersebut ditangkap lantaran kedapatan memiliki ratusan butir obat keras daftar G jenis hexymer secara ilegal. 


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menerangkan, tersangka PM ditangkap di Kampung Kayu Apu, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri. 


"Saat diamankan, dari tangan tersangka ditemukan sebanyak 505 butir obat keras jenis hexymer," kata Indra Waspada, Sabtu (5/9/2026). 


Awal kasus terungkap, Indra Waspada menjelaskan, berawal dari informasi masyarakat. Dalam informasi tersebut, disampaikan ada dugaan seorang pria yang menjual bebas obat keras tanpa izin. 




Informasi tersebut kemudian didalami petugas Polsek Mauk dengan langsung bergerak ke lokasi. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petugas kemudian mengamankan tersangka PM. 


"Selanjutnya  tersangka dan barang bukti di bawa ke Polsek Mauk untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Indra Waspada.


Tersangka PM dikenakan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) dan/atau Pasal 436 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan juncto Pasal 13 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp5 miliar. (*/redaksi).

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik GAK, Polresta Tangerang dan Polsek Jajaran Bagikan Masker ke Pengguna Jalan




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Kekhawatiran terhadap dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) direspons Polresta Tangerang. Senin (7/9/2026), puluhan personel Polresta Tangerang membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah titik, salah satunya di Jalan Baru Pemda, Lampu Merah Cikupa. 


Selain personel polres, kegiatan pembagian masker juga dilaksanakan jajaran polsek di berbagai titik. 


"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat mengantisipasi paparan abu vulkanik, khususnya warga yang beraktivitas di luar ruangan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.


Dia juga mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah potensi sebaran abu vulkanik.




Pada kesempatan tersebut, dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi waspada terhadap potensi dampak abu vulkanik. Kata dia, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.


Indra Waspada menambahkan, jajaran Polresta Tangerang akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal tersebut guna memastikan langkah antisipasi dapat dilakukan secara cepat dan tepat.


"Kami juga mengajak masyarakat untuk mengakses informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang," ujarnya. (*/ Redaksi).

Bupati Tangerang Imbau Warga Gunakan Masker Antispasi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau






TANGERANG | Mitrapubliknews.com — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Ia mengungkapkan, sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Minggu (6/9/26).


“Ya, memang betul. Jadi abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata itu banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil dan juga ada beberapa tempat yang memang banyak debunya itu dari Krakatau,” ujar Bupati Maesyal Rasyid


Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik yang terbawa hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang.


“Oleh karenanya, pada momentum hari ini, kami atas nama pemerintah daerah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang supaya lebih hati-hati lagi. Dan kalau beraktivitas ke mana-mana menggunakan masker untuk menghindari menghirup abu vulkanik tersebut,” katanya.


Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.


“Yang jelas, setiap hari sekarang kita harus menggunakan masker sementara ini saat aktivitas di luar. Kita ingin semuanya sehat, semuanya sukses, dan panjang umur,” tuturnya.


Pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.



"Kami dari Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik," pungkasnya. (*/Redaksi).

Polresta Tangerang Imbau Warga Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ingatkan Pakai Masker




Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Polresta Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga diminta mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan, serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan apabila terjadi hujan abu vulkanik di wilayah tempat tinggal maupun aktivitas sehari-hari.


"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Indra Waspada, Minggu (6/9/2026).


Dia menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Sehingga langkah pencegahan perlu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik. Menurutnya, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik disarankan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan. 


"Penggunaan kacamata juga dianjurkan guna mengurangi risiko iritasi pada mata akibat partikel abu," ujarnya. 




Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika terjadi hujan abu atau kualitas udara menurun. Namun apabila harus bepergian, masyarakat diimbau menggunakan perlengkapan pelindung yang sesuai dan menghindari area terbuka yang terpapar abu secara langsung.


"Gunakan masker dan kacamata apabila diperlukan, kurangi aktivitas di luar rumah, serta segera membersihkan diri dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar," terangnya. 


Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga kondisi kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan. Polresta Tangerang juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh abu vulkanik yang menempel di lingkungan rumah. Abu yang telah mengendap dapat kembali beterbangan apabila tertiup angin atau tersapu secara tidak tepat.


Untuk membersihkan abu, warga dianjurkan menggunakan metode basah, seperti menyiram atau membasahi permukaan secara perlahan sebelum dilakukan pembersihan. Cara tersebut membantu mengurangi abu beterbangan dan terhirup.


Namun, penyiraman perlu dilakukan secara bijak agar abu tidak terbawa ke saluran air, selokan, atau drainase yang berpotensi menyebabkan penyumbatan. Abu yang terkumpul sebaiknya disapu atau dikumpulkan setelah dibasahi, kemudian ditempatkan dalam wadah atau kantong yang sesuai.


Masyarakat juga diminta menutup pintu, jendela, dan saluran ventilasi apabila terjadi sebaran abu vulkanik. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Peralatan elektronik, kendaraan, serta sumber air bersih juga perlu dilindungi dari paparan abu.


Selain itu, warga diimbau tidak mengonsumsi air atau makanan yang telah terkontaminasi abu vulkanik. Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.


Indra Waspada menegaskan, kepolisian terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak erupsi terhadap masyarakat.


"Masyarakat kami minta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengakses informasi dari sumber resmi,"  katanya.


Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang membahayakan, termasuk gangguan jarak pandang, dampak abu terhadap kesehatan, atau situasi lain yang membutuhkan penanganan petugas.


"Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetapi juga tidak mengabaikan potensi risiko. Ikuti arahan petugas dan bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan," pungkasnya. (*/ Redaksi).

250 Paket Sembako Disalurkan, Lapas Kelas I Tangerang Perkuat Kedekatan dengan Warga




TANGERANG | Mitrapubliknews.com — Kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk besar. Bagi masyarakat yang tengah menghadapi kebutuhan sehari-hari, sebuah paket sembako dapat menjadi bantuan yang sangat berarti.


Semangat itulah yang diwujudkan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang melalui kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan 250 paket sembako kepada masyarakat di Kelurahan Babakan, yang merupakan wilayah desa binaan Lapas Kelas I Tangerang, Jumat (4/9/2026).


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi ruang bagi jajaran Lapas untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.


Dalam kesempatan itu, petugas Lapas dapat mendengar berbagai cerita dan kondisi warga sekaligus mempererat hubungan dengan lingkungan sekitar.


Kegiatan dihadiri Kepala Subbagian Keuangan, Kepala Seksi Bimbingan Kerja, dan Kepala Seksi Perawatan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang. Hadir pula Lurah Babakan, Sekretaris Lurah, serta jajaran Kelurahan Babakan.


Kepala Seksi Perawatan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Agung Tria Nugraha, mengatakan bakti sosial merupakan salah satu bentuk nyata untuk memperluas makna pemasyarakatan.


“Pemasyarakatan tidak hanya berbicara tentang apa yang kami lakukan di balik tembok lapas. Ada masyarakat di sekitar kami yang juga menjadi bagian dari ekosistem pemasyarakatan. Karena itu, kami ingin keberadaan Lapas dapat dirasakan dalam bentuk yang nyata. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi semoga dapat meringankan kebutuhan warga dan menjadi wujud bahwa kami tumbuh bersama lingkungan,” ujarnya.




Menurut Agung, hubungan yang baik dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menghadirkan pemasyarakatan yang semakin humanis dan terbuka.


Interaksi langsung dengan warga juga menjadi kesempatan bagi jajaran Lapas untuk memahami kebutuhan masyarakat serta kondisi lingkungan secara lebih dekat.


“Kami tidak ingin sekadar datang membawa bantuan lalu pulang. Yang jauh lebih penting adalah membangun hubungan. Ketika kami bisa saling mengenal, saling mendengar, dan saling memahami, akan tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan itulah hubungan antara pemasyarakatan dan masyarakat dapat dibangun dengan lebih kuat,” katanya.


Sembako Jadi Bentuk Perhatian bagi Warga,Bagi masyarakat penerima bantuan, 250 paket sembako tersebut menjadi bantuan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.


Salah seorang warga penerima bantuan, Erna, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan jajaran Lapas Kelas I Tangerang.


“Kami tentu bersyukur mendapatkan bantuan ini. Sembako ini sangat membantu untuk kebutuhan keluarga. Tapi bagi kami, yang lebih berarti adalah perhatian yang diberikan. Ketika ada yang datang dan peduli dengan kondisi kami, rasanya seperti diberi semangat bahwa kami tidak berjalan sendiri,” tuturnya.


Bakti sosial tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa keberadaan lembaga pemasyarakatan tidak terlepas dari lingkungan sosial di sekitarnya.


Bagi Lapas Kelas I Tangerang, membangun kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial di luar tembok.


Pemasyarakatan pada akhirnya bukan sekadar tentang tembok dan pembinaan. Lebih dari itu, pemasyarakatan juga menyangkut bagaimana membuka sekat, membangun kembali hubungan sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.


Melalui kegiatan sederhana seperti bakti sosial, jajaran Lapas Kelas I Tangerang berupaya memastikan bahwa setiap langkah pemasyarakatan dapat memberikan dampak positif dan membawa kebaikan bagi kehidupan bersama.(*/Redaksi).

Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama Bedah 4 Rumah di Sindang Panon





TANGERANG | Mitrapubliknews.com Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau pelaksanaan program bedah rumah sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Jumat (4/9/26).


Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim), Camat Sindang Jaya, kepala desa, BAZNAS Kabupaten Tangerang, Kapolsek, Danramil serta unsur terkait lainnya.


Bupati mengatakan ada 4 rumah di Desa Sindang Panon yang mendapatkan program rehabilitasi melalui program bedah rumah Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar menjadi rumah yang layak, sehat, dan nyaman.


“Hari ini kami bersama Pak Kadis Perkim, Pak Camat, kepala desa, BAZNAS, Kapolsek dan Danramil hadir dalam rangka melaksanakan program pembangunan bedah rumah. Ada empat rumah di Desa Sindang Panon yang kita rehab sesuai dengan program yang ada dari Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.


Menurutnya, pembangunan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik rumah, tetapi juga aspek sanitasi dan kesehatan lingkungan. Untuk itu, rumah yang dibangun nantinya dilengkapi dengan kamar mandi dan toilet di dalam rumah, ventilasi yang cukup, lantai keramik serta atap genteng.


“Rumahnya nanti kita bangunkan menjadi rumah yang sehat, ada toilet dan kamar mandi di dalam, ventilasi yang cukup, lantainya keramik dan genteng,” katanya




Ia juga berdialog, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat Desa Sindang Panon, salah satunya terkait dengan kebutuhan air bersih, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung.


Menanggapi hal tersebut, Bupati memastikan kebutuhan air bersih akan turut ditangani melalui pembangunan sarana air bersih (SAB) yang diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh penerima manfaat bedah rumah, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.


“Karena sekarang musim kemarau, tadi ibu-ibu dan nenek-nenek juga menyampaikan permohonan air bersih. Insya Allah nanti sekalian rumahnya kita bangunkan, sarana air bersihnya juga kita bangunkan,” jelasnya.


Ia menambahkan, sarana air bersih tersebut juga diupayakan dapat mengakomodasi kebutuhan beberapa keluarga di lingkungan sekitar.


“Bukan hanya untuk Ibu Saidah, tetapi nanti warga yang lain juga bisa memanfaatkan air bersih ini. Kita bangunkan sarana air bersihnya,” ungkapnya.


Bupati Maesyal menegaskan, penyediaan hunian layak dan akses air bersih merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


“Rumahnya kita rehab supaya sehat. Kalau rumah sehat, airnya bagus, masyarakatnya juga sehat,” tegasnya.


Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Ariyanah, warga Desa Sindang Panon, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya kepada Bupati Tangerang, atas bantuan bedah rumah yang diterimanya.


Ia mengatakan, kondisi rumahnya yang sebelumnya tidak layak akan segera berubah menjadi hunian yang lebih layak dan sehat serta nyaman


“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bapak Bupati Tangerang, yang telah membangun rumah saya. Sebelumnya tidak layak, sekarang insya Allah akan menjadi rumah yang layak dan rumah yang sehat dengan kamar mandi di dalam,” ujar Ariyanah.(*/Redaksi).

Maulid Nabi 1448 H di Lapas Tangerang, Warga Binaan Diajak Bersyukur dan Berubah




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan jajaran Lapas untuk mengajak seluruh peserta, termasuk warga binaan, kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menjadikannya sebagai bagian dari proses perubahan diri.


Kegiatan yang digelar di Masjid Baitussalam, Jumat (4/9/2026), dihadiri Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat, jajaran pejabat struktural dan pegawai, peserta magang, serta sejumlah warga binaan.


Rangkaian kegiatan diawali penampilan hadroh dan tilawah Al-Qur’an oleh Santri At-Tawabin. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Lapas dan tausiah keagamaan.


Dalam sambutannya, Beni Hidayat mengajak peserta tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum introspeksi dan memperbaiki diri.


“Maulid Nabi bukan sekadar mengingat kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar dari akhlak dan keteladanan beliau. Kesabaran, kejujuran, kepedulian, dan kemauan untuk memperbaiki diri merupakan nilai yang relevan bagi siapa pun,” ujar Beni.


Menurutnya, masa yang dijalani warga binaan di dalam Lapas dapat dimanfaatkan untuk melakukan refleksi sekaligus mempersiapkan diri sebelum kembali berkumpul bersama keluarga dan masyarakat.




“Karena itu, kami berharap masa yang dijalani di Lapas dapat dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk introspeksi, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali kepada keluarga dan masyarakat,” sambungnya.


Suasana kegiatan kemudian berlangsung lebih cair saat Ustaz Muhammad Hafiz Salim, S.E.I., M.Pd.I., menyampaikan tausiah. Dengan gaya komunikatif yang diselingi humor dan candaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Hafiz mampu membuat jamaah, termasuk warga binaan, mengikuti tausiah dengan suasana hangat.


Di balik penyampaian yang ringan, Hafiz mengajak jamaah kembali menyadari berbagai nikmat yang kerap terlupakan, termasuk kesehatan, umur, kesempatan beribadah, dan nikmat iman.


“Sering kali kita sibuk memikirkan apa yang belum kita punya sampai lupa mensyukuri apa yang masih Allah berikan. Kita masih diberi kesehatan, umur panjang, kesempatan beribadah, dan yang paling utama adalah nikmat iman,” tutur Hafiz.


Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak zikir dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, zikir tidak hanya berkaitan dengan ucapan, tetapi juga harus tercermin dalam hati dan perilaku.


“Zikir bukan hanya membuat lisan menyebut nama Allah, tetapi juga harus memberi pengaruh pada hati dan perilaku, sehingga kita menjadi lebih tenang, lebih sabar, dan mampu mengendalikan diri,” katanya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana Lapas Kelas I Tangerang, Dwi Fu’ad Jamali, mengatakan pesan keagamaan tersebut sejalan dengan proses pembinaan warga binaan yang membutuhkan pendekatan secara beragam.


“Pembinaan itu sebuah proses. Perubahan tidak terjadi hanya karena seseorang mengikuti satu kegiatan, tetapi dari bagaimana nilai yang diperoleh kemudian diterapkan dalam keseharian,” jelas Dwi.


Ia menilai perubahan sederhana dalam perilaku dapat menjadi bagian penting dari proses pembinaan.


“Ketika warga binaan mulai memperbaiki ibadah, belajar mengendalikan emosi, lebih banyak bersyukur, dan berpikir sebelum bertindak, hal-hal sederhana itu sudah menunjukkan adanya proses perubahan yang perlu terus dijaga,” tambahnya.


Bagi salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan, pesan dalam tausiah tersebut memberikan perspektif baru mengenai masa pidana yang sedang dijalaninya.


“Selama menjalani masa pidana, tentu saya sering berpikir kapan bisa pulang. Tapi dari tausiah tadi saya sadar, yang penting bukan hanya kapan saya pulang, melainkan bagaimana saya pulang nanti. Saya ingin keluarga melihat bahwa saya sudah berubah,” ungkap Ri.


Ia berharap kesempatan yang masih diberikan selama menjalani pembinaan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki diri.


“Selama masih diberi kesehatan, berarti saya masih punya kesempatan untuk lebih bersyukur dan memperbaiki diri,” tuturnya.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Lapas Kelas I Tangerang pun menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan demikian, proses pembinaan di Lapas diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat dengan membawa perubahan yang lebih baik.(*/Redaksi).


Polresta Tangerang Distribusikan Ribuan Liter Bantuan Air Bersih ke Bunder Cikupa




Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Jajaran Polresta Tangerang masih terus mendistribusikan bantuan air bersih. Kali ini, ribuan liter bantuan air bersih didistribusikan ke Kampung Kadu, RT 05 RW 01, Kelurahan, Kecamatan Cikupa, Kamis (3/9/2026). 


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pendistribusian air bersih dipusatkan di halaman setempat. Hal itu agar proses pembagian berlangsung dengan mudah dan mobilitas masyarakat juga teratur. 


"Lokasi halaman cukup luas, sehingga memungkinkan pembagian dengan tertib," kata Indra Waspada. 


Dia menerangkan, sedikitnya 6.000 liter air bersih didistribusikan pada kegiatan tersebut. Air bersih itu, ujar dia, dibagikan kepada sekitar 80 kepala keluarga (KK). 




"Kegitan ini menjadi komitmen kami untuk hhadir ditengah-tengah masyarakat siap membantu apabila ada warga yg lain membutuhkan air bersih," ujarnya. 


Indra Waspada juga mendorong masyarakat yang masih mengalami kesulitan air bersih untuk melapor ke kepolisian terdekat. Dia menyatakan, akan mengupayakan mengirim bantuan air bersih ke titik-titik yang masih terdampak kekeringan. 


Pada kesempatan tersebut, petugas yang membagikan air bersih juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat dan ajakan untuk bersama-sama menjaga dan memelihara kamtibmas. Sehingga dengan adanya kegiatan pendistribusian bantuan air bersih, masyarakat terbantu, sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat. (*/ Redaksi).