BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Perselisihan Ibadah Jemaat GKPI Diselesaikan Lewat Musyawarah, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

 


 


 Tangerang | Mitrapubliknews com – Polda Banten melalui Polresta Tangerang memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dalam kondisi aman dan kondusif setelah perselisihan terkait kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) diselesaikan melalui musyawarah dan kesepakatan damai.


Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polresta Tangerang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang dan unsur pemerintah Kecamatan Rajeg telah melakukan koordinasi terkait situasi yang berkembang di masyarakat.


"Dari Polda Banten, khususnya Polresta Tangerang, kami memastikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Tangerang, khususnya Kecamatan Rajeg, sampai dengan saat ini aman dan kondusif," ujar Maruli, Senin (21/9/2026).


Maruli menjelaskan, pemerintah daerah akan membantu menyediakan tempat sementara untuk kegiatan ibadah sambil proses administrasi terkait perizinan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


"Para pihak sudah bersepakat untuk berdamai. Kami berharap seluruh pihak dapat menghormati kesepakatan yang telah diambil dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," katanya.


Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Kecamatan Rajeg, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, termasuk berita hoaks, ajakan maupun hasutan yang tidak bertanggung jawab.




"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya Kecamatan Rajeg, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks maupun ajakan atau hasutan yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.


Sebelumnya, perselisihan terkait kegiatan ibadah jemaat GKPI di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, telah diselesaikan melalui musyawarah dan mediasi yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026) malam.


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Tangerang Kombes Pol H. Andi M. Indra Waspada, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, FKUB Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Rajeg, tokoh masyarakat, tokoh agama serta pihak-pihak terkait.


Pertemuan tersebut membahas peristiwa yang sebelumnya terjadi di lokasi kegiatan ibadah GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari. Dalam musyawarah, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang permasalahan.


Sebagai bentuk penyelesaian, kedua pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan secara kekeluargaan. Pemerintah daerah juga akan membantu menyediakan tempat sementara untuk kegiatan ibadah sambil menunggu proses administrasi perizinan sesuai ketentuan.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada mengapresiasi seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.


"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat. Penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas," katanya.


Kapolresta menegaskan, Polresta Tangerang akan terus mengedepankan langkah persuasif dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB dan seluruh unsur terkait dalam menjaga situasi Kamtibmas.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama," ujarnya.


Ia menambahkan, keberagaman masyarakat merupakan bagian yang harus dijaga bersama melalui komunikasi dan sikap saling menghormati. Polri akan terus hadir memberikan perlindungan dan menjaga keamanan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan mengedepankan persatuan, kerukunan dan kedamaian.


Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua pihak berkomitmen tidak memperpanjang persoalan dan bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kerukunan masyarakat di wilayah Kecamatan Rajeg tetap terjaga. (Bidhumas) .


(*/ Kang Eben).

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Mauk Polresta Tangerang Edukasi Warga Desa Tanjung Anom lewat Program Babacakan



Mauk,Tangerang | Mitrapubliknews.com  — Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang Bripka Hakim melaksanakan sosialisasi program unggulan Kapolresta Tangerang bertajuk "Babacakan" (Bersama Barudak Cegah dan Tolak Tawuran) di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (21.09.2026).


Kegiatan ini digelar sebagai langkah preventif Kepolisian Sektor Mauk dalam menekan angka kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran dan geng motor yang dapat meresahkan masyarakat.


Dalam giat tersebut, personel Polsek Mauk merangkul para tokoh masyarakat, orang tua, serta para remaja di Desa Tanjung Anom untuk berdialog interaktif. Petugas menyampaikan imbauan pentingnya peran aktif lingkungan sekitar dalam memantau pergaulan anak-anak muda, terutama pada jam-jam rawan malam hari.




Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana menyampaikan bahwa Program Babacakan mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif kepada para remaja (barudak) agar mereka memahami dampak hukum serta bahaya fisik dari keterlibatan dalam aksi tawuran.


"Melalui Program Babacakan ini, kami ingin merangkul generasi muda di Desa Tanjung Anom agar menjauhi kegiatan negatif. Sinergi antara kepolisian, pihak desa, orang tua, dan pemuda sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," ujar  Kapolsek Mauk.


Masyarakat dan perangkat Desa Tanjung Anom menyambut baik kehadiran personel Polsek Mauk. Kegiatan berlangsung tertib dan ditutup dengan komitmen bersama warga Desa Tanjung Anom untuk menolak segala bentuk aksi tawuran di wilayah mereka. (*/ Kang Eben).

Jaga Kondusivitas Wilayah, Kapolsek Mauk Sapa Warga dan Perangkat Desa Banyu Asih




Mauk, Tangerang | Mitrapubliknews.com  — Dalam rangka memperkuat sinergitas dan menjaga kondusivitas wilayah, Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana bersama personil polsek mauk menyambangi Kantor Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dengan pemerintah desa setempat, Senin (21.09.2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Mauk berdialog langsung dengan  jajaran perangkat Desa Banyu Asih. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, membahas berbagai isu terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan desa.


Kapolsek Mauk menyampaikan bahwa sinergitas antara Polsek Mauk, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman. "Melalui silaturahmi ini, kami ingin membangun komunikasi yang lancar dengan para tokoh dan perangkat desa. Jika ada potensi gangguan kamtibmas, kita bisa lakukan langkah pencegahan sedini mungkin secara bersama-sama," ujarnya.




Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Banyu Asih menyambut positif kunjungan tersebut dan mengapresiasi keaktifan Kepolisian Sektor Mauk yang rutin turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.


Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang solid demi mewujudkan lingkungan Desa Banyu Asih yang aman, damai, dan kondusif. (*/Kang Eben).

Kedua Pihak Sepakat Berdamai, Polresta Tangerang Pastikan Kamtibmas Rajeg Kondusif




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Perselisihan yang terjadi terkait kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, segera ditindaklanjuti melalui musyawarah dan mediasi.


Forkopimda Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Rajeg, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pihak terkait duduk bersama untuk mencari penyelesaian secara damai.


Musyawarah dan mediasi berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026) malam tersebut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, serta unsur lain terkait. 




Pertemuan tersebut membahas peristiwa yang sebelumnya terjadi di lokasi kegiatan ibadah GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari.


Dalam musyawarah, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang permasalahan. Kesepakatan tersebut menjadi langkah bersama untuk menjaga keamanan, kerukunan, serta perdamaian di tengah masyarakat.


Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyampaikan, pihaknya menerima penyelesaian secara damai dan tidak akan mempermasalahkan persoalan tersebut lebih lanjut.


Hal senada disampaikan perwakilan masyarakat, Todo Nainggolan. Dia mengapresiasi adanya permohonan maaf dari pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut dan berharap seluruh pihak dapat kembali menjaga kerukunan antarumat beragama.


Dalam kesempatan tersebut, Aji Cahyono juga menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat GKPI atas kejadian yang terjadi sebelumnya. Dia mengakui adanya kekhilafan dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.


Kedua pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan. Selain itu, juga disepakati bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi mencarikan tempat sementara untuk beribadah bagi sambil menunggu proses perizinan. 


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengapresiasi langkah seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.


"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat," kata Indra Waspada.


Menurutnya, penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Indra Waspada juga menegaskan, kepolisian akan terus mengedepankan langkah persuasif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB dan seluruh unsur terkait dalam menjaga situasi kamtibmas.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama," katanya.




Indra Waspada menambahkan, keberagaman masyarakat merupakan bagian yang harus dijaga bersama. Karena itu, komunikasi dan sikap saling menghormati menjadi penting dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang muncul di tengah masyarakat. Dia menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan. 


"Polri akan terus hadir untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara-cara yang mengedepankan persatuan, kerukunan dan kedamaian," ujarnya.


Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua pihak menyatakan tidak akan memperpanjang persoalan dan berkomitmen menjaga kondusivitas lingkungan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kerukunan masyarakat di wilayah Kecamatan Rajeg tetap terjaga. (*/ Kang Eben).

Polresta Tangerang Pastikan Situasi Aman, Persoalan di Rajeg Diselesaikan dengan Dialog






Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Aparat Polresta Tangerang bergerak cepat mengamankan situasi setelah terjadi perbedaan pendapat antara sejumlah warga dan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kampung Periuk, Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026).

Setelah menerima informasi mengenai adanya perbedaan pendapat tersebut, personel Polresta Tangerang segera mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya gesekan.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kehadiran personel kepolisian merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi tetap aman dan tidak berkembang menjadi konflik.

"Kami hadir untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas," kata Indra Waspada. 







Dia menegaskan, personel kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mendorong agar persoalan yang ada diselesaikan melalui dialog. Setelah situasi berhasil diamankan, kemudian dilaksanakan musyawarah di kediaman salah seorang tokoh masyarakat Desa Mekarsari. 

Musyawarah tersebut dihadiri Camat Rajeg Oman Apriaman, Ketua FKDM Rajeg Suparji Rustam beserta anggota, ketua lingkungan setempat, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan pihak GKPI.





Dalam musyawarah tersebut disepakati sejumlah langkah sementara untuk menjaga situasi tetap kondusif. Persoalan tersebut selanjutnya akan dibahas melalui mediasi tingkat Kecamatan Rajeg.

Sementara menunggu proses mediasi, berdasarkan hasil musyawarah, lokasi kegiatan ibadah untuk sementara tidak digunakan dan dalam kondisi terkunci. Warga juga diminta tidak berkumpul di sekitar lokasi guna mencegah munculnya provokasi maupun potensi gesekan.

Indra Waspada kembali menegaskan, kepolisian mengedepankan langkah persuasif dan mengajak seluruh pihak menjaga ketenangan selama proses penyelesaian berlangsung. Dia juga menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan. 

Dia pun mengimbau semua pihak untuk menahan diri, tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keributan. Serta menghormati proses mediasi yang akan dilakukan di tingkat kecamatan.

"Yang paling utama adalah menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat," katanya.

Indra Waspada juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, termasuk video maupun potongan informasi mengenai kejadian yang beredar di media sosial.

"Apabila ada informasi yang beredar, kami berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan," ujarnya.

Setelah musyawarah selesai, masing-masing pihak meninggalkan lokasi untuk mencegah kerumunan dan menjaga situasi tetap aman. Indra Waspada juga memastikan, situasi dalam keadaan aman dan kondusif. 

Indra Waspada memastikan, pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak terkait lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (*/ Kang Eben).

Ketua PBVSI Kabupaten Tangerang Bambang Apresiasi GETAR 2 YP2A Sukamulya Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda




Tangerang | Mitrapubliknews.com - Gelaran Gema Permata Azzikri 2 (GETAR 2) yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Permata Azzikri (YP2A) di SMA Sains Azzikri School, Desa Benda, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, Pada hari minggu pagi (19/09/2026). Mendapat apresiasi langsung dari *Ketua PBVSI Kabupaten Tangerang, Bambang*.


Turnamen yang memasuki tahun kedua ini merupakan hasil kolaborasi YP2A dengan PBVSI Kabupaten Tangerang sebagai upaya pembinaan atlet voli muda di Kabupaten Tangerang.




Ketua PBVSI Kabupaten Tangerang Bambang dalam keterangannya berharap kegiatan yang rutin digelar YP2A ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta terus berkelanjutan.


> "Yayasan untuk yang kedua kalinya (menggelar GETAR), semoga berjalan dengan baik dan lancar," ujar Ketua PBVSI Kabupaten Tangerang Bambang di lokasi kegiatan.




Menurutnya, GETAR menjadi wadah strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial dari kalangan pelajar SMP dan SMA di Tangerang Raya.


Kegiatan GETAR 2 sendiri resmi *dibuka oleh Camat Sukamulya Khalid Mawardi* dan mendapat sambutan dari *Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Ibu Aida Ratu Pantura*.


Turut hadir pengurus PBVSI Kabupaten Tangerang, tokoh masyarakat Desa Benda, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Sekdes Desa Benda, serta pengurus Yayasan Pendidikan Permata Azzikri.




Untuk kategori putri, keluar sebagai juara:

*Juara I:* Zhebot Q - SMA PGRI 109

*Juara II:* OPTIMA

*Juara III Bersama:* RHS dan Tangerang Gemilang.




Putra juara 

1. RHS "jambe"

2. ⁠BVN "bekasi"

3. ⁠bersama " SMKS Nuurul Bayan, Suka Bumi" dan " BMT, tangerang"


Dengan suksesnya pelaksanaan GETAR 2, diharapkan sinergi antara YP2A, PBVSI, Pemerintah Kecamatan dan DPRD terus terjaga untuk kemajuan olahraga dan pendidikan di Kabupaten Tangerang.


(*/ Kang Eben).

Bupati Tangerang Hadiri Haul Ke-68 Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani di Ponpes Al-Istiqlaliyah Cilongok




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menghadiri Haul ke-67 Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Desa Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, Minggu (19/09/26).


Acara yang rutin digelar setiap tahun tersebut dihadiri ribuan jamaah, para ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah daerah dari berbagai daerah di Banten dan bahkan dari luar Banten.


Haul yang juga dihadiri Gubernur Banten Andra soni berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan dengan rangkaian dzikir, pembacaan manaqib, tausiyah, dan doa bersama untuk mengenang keteladanan Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani.


Di sela acara tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur serta apresiasinya atas terselenggaranya haul akbar tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki makna penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan umat.


“Haul ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak beliau yang penuh dengan keikhlasan, kesabaran, dan pengabdian kepada umat. Semoga semangat itu terus hidup dalam diri kita semua,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.




Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, yang dikenal sebagai salah satu pesantren besar di Kabupaten Tangerang dan telah banyak melahirkan santri berilmu dan berakhlak mulia yang mampu menjadi pengerak pembangunan, khususnya dalam hal pembentukan mental dan spiritual.


“Pesantren ini telah melahirkan berbagai santri yang berilmu dan berakhlak mulia. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan dan peran pesantren sebagai benteng moral masyarakat,” imbuhnya.


Acara haul ke-68 ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para habaib dan ulama, serta dilanjutkan dengan ramah tamah antara Bupati dan ribuan para jamaah yang hadir dari kabupaten Tangerang dan luar daerah.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang bersama Gubernur Banten juga mendapatkan cinderamata miniatur mahkota Raja sunda "Binokasih" dari Kerajaan Sumedang Larang. (*/Kang Eben).

DPC ASLINMAS Kota Tangerang Gelar Rapat Finalisasi Struktur Kepengurusan




TANGERANG | Mitrapubliknews.com — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) ASLINMAS Kota Tangerang melakukan rapat finalisasi struktur kepengurusan, Sabtu (19/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Pecak Mpo Minun, Sudimara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, tersebut menjadi bagian dari proses penyempurnaan susunan kepengurusan DPC ASLINMAS Kota Tangerang setelah organisasi tersebut terbentuk.


Ketua DPC ASLINMAS Kota Tangerang, Rasman Susandi, SH., MH., mengatakan proses tersebut dilakukan untuk memastikan susunan kepengurusan dapat tersusun secara lengkap dan sesuai kebutuhan organisasi.


“Hari ini kami fokus pada finalisasi struktur kepengurusan DPC ASLINMAS Kota Tangerang. Kami memastikan seluruh susunan kepengurusan dapat ditata dengan baik sebelum ditetapkan secara final,” ujar Rasman.




Menurut Rasman, proses finalisasi dilakukan melalui pembahasan bersama jajaran pengurus untuk menyamakan persepsi mengenai susunan dan posisi dalam kepengurusan.


“Kami ingin struktur yang terbentuk benar-benar jelas, sehingga masing-masing unsur dalam kepengurusan nantinya dapat menjalankan perannya sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya,” katanya.


Ia menambahkan, finalisasi struktur tersebut menjadi salah satu tahapan awal dalam penataan organisasi DPC ASLINMAS Kota Tangerang.


“Setelah struktur ini final, tentunya organisasi akan melangkah ke tahapan berikutnya sesuai mekanisme yang ada. Untuk saat ini kami fokus menyelesaikan struktur kepengurusan terlebih dahulu,” pungkasnya. (*/ Kang Eben).

Yayasan Pendidikan Permata AZZIKRI Menggelar Kegiatan GETAR 2 Dihadiri Anggota DPRD Kab.Tangerang




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Yayasan Pendidikan Permata AZZIKRI Menggelar Kegiatan *GETAR 2 (GEMA PERMATA AZZIKRI 2)*

" Kegiatan ini rutin diadakan tahunan Yayasan Pendidikan Permata Azzikri yang beralamat di Jl. Raya Merak Benda RT. 003 RW.002 Desa Benda Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang", Sabtu pagi (19/09/2026).



Kegiatan GETAR 2 Dihadiri  Aida Ratu Pantura dan Camat Sukamulya Khalid Mawardi

Pengurus PBVSI Kabupaten Tangerang

Tokoh masyarakat

Bhabinkamtibmas Desa Benda

Sekdes Desa Benda 

Pengurus Yayasan Pendidikan Permata Azzikri.




Dalam sambutannya Khalid Mawardi Camat Sukamulya  dengan mengucapkan bismillah membuka kegiatan pestipal lomba bola poli ajang untuk seleksi mencari bibit bibit pemain ketingkat provinsi sampai ketingkat nasional. Ucapnya.



"Kami dari pemerintah Kecamatan Sukamulya, Mengapresiasi Yayasan Azzikri bersama PBVSI Kabupaten Tangerang dalam kegiatan pestipal lomba bola poli  ajang untuk seleksi untuk menseleksi bibit bibit yang akan diikut sertakan dalam lomba tingkat provinsi dan nasional". Tutup Khalid Mawardi.





Sambutan dari Hj Aida hubaeda Anggota DPR praksi partai Demokrat dapil dua Kabupaten Tangerang biasa di sapa ARP ( Aida Ratu Pantura).dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Rahman pimpinan Yayasan Azzikri,  Mengapresiasi kegiatan pestipal lomba bola poli yang positif karena  olahraga ini untuk visi Kabupaten Tangerang membangun jiwa pemuda yang sehat jasmani dan rohani cerdas dan kuat mental.ucapnya.


"Kami berharap pemuda pemudi jaga fisik dan kesehatan terus berkarya agar berprestasi dimasa yang akan datang dan berpesan kurangi main hp karena bisa menjadi males belajar sambutan ditutup dengan yel yel.. salam olahraga jaya jaya jaya .. tutupnya.


(*/ Kang Eben).

Kapolri Resmikan Balai Seni Latihan Silat Pesanggrahan di Kota Serang, Harap Jadi Wadah Lestarikan Budaya




Kota Serang | Mitrapubliknews.com -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Balai Latihan Seni Silat Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI) di Kota Serang. Dia berharap balai ini bisa melestarikan kebudayaan silat dan debus tradisional Banten.


Sigit meresmikan balai yang terletak di Walantaka, Kota Serang, pada Jumat (18/9/2026). Sigit didampingi Gubernur Banten Andra Soni, Kapolda Banten Irjen Hengki, dan pejabat utama Polri lainnya.




"Seni budaya silat Cimande dan debus ini jangan hanya di level daerah, tetapi harus terus kita giatkan sampai tingkat nasional," kata Sigit.


Kehadiran Kapolri dan rombongan disambut Pendiri PTBI Tb Mulyana bersama H.Tb Arif Hidayat serta rombongan, Kapolri disuguhi rampak beduk hingga penampilan debus.




"Saya minta di setiap kabupaten didirikan padepokan atau tempat seperti ini sebagai wadah belajar, berdiskusi, dan melestarikan budaya Banten," kata Sigit.




Sigit menyebut balai latihan bisa digunakan oleh semua masyarakat. Dia mengatakan tempat tersebut bisa menjadi pusat aktivitas kebudayaan.


"Semua perguruan boleh ya? Boleh untuk menggunakan tempat ini. Dan juga masyarakat pun juga boleh menggunakan, termasuk juga berbagai macam kearifan lokal Senin budaya yang ada juga boleh menggunakan tempat ini," katanya. (*/ Kang Eben).

Perkuat Spiritual dan Integritas, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Gelar Pengajian Bersama




TANGERANG | Mitrapubliknews.com  – Bukan sekadar kegiatan keagamaan, Kantor Pertanahan ATR/BPN Kota Tangerang menggelar pengajian bersama seluruh pegawai pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, sekaligus integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


Pengajian tersebut menghadirkan Ustadz Deby Gunawan dari Pondok Pesantren Roudlotussalam sebagai pengisi kajian keagamaan. Seluruh pegawai mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat dan antusias.


Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) BPN Kota Tangerang, Ajie Fitriantoro, S.Tr., mengatakan pengajian bersama tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai spiritual para pegawai.


“Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus kebersamaan. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh dari kajian dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga setiap pegawai dapat bekerja secara profesional, amanah dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ajie.




Menurut Ajie, penguatan nilai moral dan spiritual penting untuk berjalan beriringan dengan pelaksanaan tugas sebagai aparatur pelayanan publik. Sikap profesional dan amanah diharapkan tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk ketika memberikan pelayanan pertanahan kepada masyarakat.


Selain memperkuat aspek keagamaan, pengajian bersama juga menjadi ruang untuk membangun hubungan dan kebersamaan antarpegawai. Suasana kerja yang harmonis diharapkan dapat mendukung koordinasi serta pelaksanaan tugas secara lebih baik.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Kantor Pertanahan ATR/BPN Kota Tangerang untuk kembali mengingatkan pentingnya nilai integritas, tanggung jawab, akhlak, dan kepedulian dalam menjalankan amanah pekerjaan.




Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai diharapkan mampu membawa nilai-nilai positif yang diperoleh dari kajian ke dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari.


Kantor Pertanahan ATR/BPN Kota Tangerang berkomitmen membangun lingkungan kerja yang profesional dengan tetap menjunjung tinggi integritas, kebersamaan, dan akhlak sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan pertanahan yang baik kepada masyarakat.(*)

HUT Lalu Lintas ke-71 : Jemaah Al-Amjad, Pedagang, hingga Ojol Cek Kesehatan Gratis Satlantas Polresta Tangerang




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Jemaah Masjid Al-Amjad, pedagang, hingga pengemudi ojek online (ojol) mendapat kesempatan memeriksakan kesehatan gratis dalam kegiatan bakti kesehatan yang digelar Satlantas Polresta Tangerang, Jumat (18/9/2026).


Bakti kesehatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkari. Layanan pemeriksaan diberikan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar Masjid Al-Amjad usai pelaksanaan Shalat Jumat. 


Sejumlah warga memanfaatkan layanan tersebut untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di sela aktivitas. Tidak hanya jemaah yang datang untuk beribadah, pedagang dan pengemudi ojol yang sehari-hari beraktivitas di kawasan tersebut juga ikut memeriksakan kondisi kesehatan.




Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Polantas di tengah masyarakat. Menurutnya, tugas polantas tidak hanya berkaitan dengan pengaturan dan penegakan hukum di jalan, tetapi juga membangun kepedulian terhadap masyarakat.


"Kegiatan bakti kesehatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kedekatan dengan masyarakat," kata Indra Waspada. 


Dia menambahkan, rangkaian kegiatan sosial dalam momentum HUT ke-71 Lalu Lintas diharapkan dapat memperkuat semangat pelayanan dan kepedulian jajaran kepolisian kepada masyarakat.


Di tempat yang sama, Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Octaviari Pratama menambahkan, sasaran bakti kesehatan sengaja diperluas agar layanan dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai aktivitas.


"Bukan hanya jemaah, tetapi pedagang dan pengemudi ojek online yang beraktivitas di sekitar Masjid Al-Amjad juga kami layani. Kami ingin kegiatan ini benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung," ujarnya.




Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bentuk pelayanan sederhana yang diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya.


Selain bakti kesehatan, rangkaian peringatan HUT Polantas juga diisi dengan sejumlah kegiatan sosial lainnya. Di antaranya bakti sosial berupa santunan dan bantuan sembako, donor darah, serta bantuan sumur bor atau penyediaan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.


"Rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polantas kepada masyarakat," tandasnya. (*/ Kang Eben).

Polsek Mauk Patroli Siang Antisipasi Guantibmas





MAUK, TANGERANG | Mitrapubliknews.com  – Personel Polsek Mauk melaksanakan patroli mobile dan patroli dialogis pada Jumat (18/9/2026) siang. Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.30 WIB dengan menyasar Jalan Raya Tanjung Kait, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk. Dua personel dikerahkan, yakni Aiptu Aan Sutiawan dari Ps. Provost Polsek Mauk dan Bripka Hoirul Rijal dari Piket Bhabinkamtibmas.


Patroli ini bertujuan mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk tawuran, kejahatan 3C (curat, curas, curanmor), serta balap liar. Kegiatan difokuskan pada jam-jam siang menjelang sore untuk mencegah tindak kriminal dan memberikan rasa aman kepada warga di wilayah hukum Polsek Mauk.




Selain melakukan patroli mobile, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyapa warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.


Hasil patroli menunjukkan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Mauk terpantau aman, nyaman, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun tindak kejahatan selama kegiatan berlangsung. Patroli serupa akan terus dilaksanakan secara rutin. (*/ Kang Eben).


RS. UniMedika Sepatan Tangerang Turut Berperan sebagai Tim Medis pada RSC 3 Champions 2026 di GSG Rajeg




Rajeg, Tangerang | Mitrapubliknews.com — RS UniMedika Sepatan Tangerang turut berpartisipasi dalam kegiatan RSC 3 Champions 2026 yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna (GSG) Rajeg, Tangerang, dengan berperan sebagai tim medis untuk mendukung kelancaran dan keamanan selama berlangsungnya kegiatan di Rajeg, Jumat 18 September 2026.


Dalam kegiatan tersebut, tim medis RS UniMedika Sepatan Tangerang hadir untuk memberikan dukungan kesehatan dan pertolongan pertama bagi para peserta maupun pihak yang membutuhkan penanganan medis selama acara berlangsung. Kehadiran tim medis menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh peserta.




Tim medis RS UniMedika Sepatan Tangerang melakukan pemantauan kondisi kesehatan di lokasi serta siap memberikan penanganan awal apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan medis. Dengan kesiapsiagaan tersebut, diharapkan peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan.




Partisipasi RS UniMedika Sepatan Tangerang dalam RSC 3 Champions 2026 merupakan salah satu bentuk dukungan rumah sakit terhadap berbagai kegiatan olahraga dan aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten dan 


Melalui kehadiran tim medis dalam berbagai kegiatan masyarakat, RS UniMedika Sepatan Tangerang berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang responsif sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kegiatan yang aman dan sehat bagi masyarakat. (*/Kang Eben).

Aksi Damai Warga Sukadiri Turun ke Jalan, Desak Penertiban Truk Tanah Urugan dan Penegakan Hukum




Sukadiri, Tangerang | Mitrapubliknews.com Kesabaran warga Kecamatan Sukadiri tampaknya telah mencapai batas. Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sukadiri Bersatu turun ke jalan menggelar aksi damai di Jalan Raya Cirarab, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/9/2026).


Aksi yang diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai desa se-Kecamatan Sukadiri itu menjadi bentuk protes terhadap maraknya aktivitas armada pengangkut tanah urugan yang dinilai telah menimbulkan dampak lingkungan, mengganggu kenyamanan warga, serta memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan pemerintah terhadap aktivitas tersebut.


Dengan membawa spanduk dan poster tuntutan, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Tangerang serta instansi terkait untuk tidak lagi menutup mata terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Warga menilai aktivitas truk bertonase besar yang melintas setiap hari telah menimbulkan debu, kemacetan, kerusakan jalan, hingga potensi kecelakaan yang mengancam keselamatan masyarakat.


Koordinator aksi, Komarudin, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan suara masyarakat yang selama ini merasa terdampak langsung namun belum melihat adanya langkah tegas dari pihak berwenang.


"Kami datang bukan untuk menghambat pembangunan, tetapi menuntut ketegasan pemerintah. Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. Jangan sampai kepentingan segelintir pihak mengorbankan kepentingan masyarakat luas," tegas Komarudin di hadapan peserta aksi.




Dalam pernyataan sikapnya, massa menyampaikan empat tuntutan utama, yakni penegakan Surat Edaran Bupati Tangerang Nomor 07 Tahun 2026, penghentian operasional armada truk tanah urugan yang dinilai meresahkan warga, perlindungan masyarakat dari dampak pencemaran dan polusi lingkungan, serta penegakan aturan terhadap seluruh aktivitas pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Menurut warga, lalu lalang kendaraan pengangkut tanah urugan dalam beberapa waktu terakhir telah menjadi keluhan yang terus berulang. Debu yang beterbangan saat cuaca panas dan kondisi jalan yang padat akibat aktivitas truk dinilai semakin mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.


Salah seorang peserta aksi, Mustajib, mengatakan bahwa masyarakat tidak pernah menolak pembangunan. Namun, pembangunan harus dilakukan secara tertib, taat aturan, dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun keselamatan warga.


"Yang kami pertanyakan, apakah seluruh aktivitas tersebut sudah sesuai aturan? Apakah dampak lingkungannya sudah diperhitungkan? Masyarakat berhak mendapatkan jawaban dan perlindungan dari pemerintah," ujar Mustajib.


Aksi damai tersebut juga menjadi peringatan bahwa masyarakat kini semakin kritis terhadap berbagai aktivitas pembangunan yang dinilai berpotensi merugikan kepentingan publik. Warga meminta pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis terkait segera turun tangan melakukan pengawasan serta penertiban apabila ditemukan pelanggaran.




Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung aman dan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Namun demikian, massa menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut sampai ada langkah nyata dari pemerintah dan instansi terkait.


"Kami tidak anti pembangunan. Yang kami tuntut adalah pembangunan yang taat hukum, berpihak kepada masyarakat, dan tidak merusak lingkungan. Jika aturan ditegakkan, maka tidak akan ada konflik antara pembangunan dan kepentingan warga," tutup Komarudin.


Aksi kemudian ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama serta seruan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera mengambil tindakan konkret guna menjawab tuntutan masyarakat Sukadiri.

(*/ Kang Eben).