BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Direktur RSUD Pakuhaji dr. Hj. Umie Kulsum, Mengucapkan Selamat Dirgahayu RI ke- 81




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com — Direktur RSUD Pakuhaji dr. Hj. Umie Kulsum, Menjelang peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, semangat kemerdekaan diharapkan menjadi momentum untuk membangun spirit baru dalam perjuangan bangsa menuju kehidupan yang semakin maju, makmur, dan sejahtera.


Hal tersebut disampaikan dr. Hj Umie Kulsum, M,M, di sela-sela aktivitasnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jumat (14/08/2026).


Menurutnya, peringatan Hari Kemerdekaan bukan hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi penerus bangsa. Kemerdekaan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat, terutama dalam mewujudkan kehidupan yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujar dr. Hj. Umie Kulsum 


Ia menilai, tantangan bangsa Indonesia saat ini berbeda dengan tantangan yang dihadapi para pejuang pada masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu perjuangan dilakukan untuk merebut kemerdekaan dari penjajahan, maka saat ini perjuangan bangsa adalah mengisi kemerdekaan melalui pembangunan di berbagai bidang.


Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.


“Perjuangan kita sekarang adalah bagaimana kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kita harus bersama-sama membangun bangsa dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.


Sebagai insan yang berkecimpung dalam pelayanan kesehatan, dr. Hj. Umie Kulsum juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.


Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi sesuai dengan bidang dan profesinya masing-masing.


“Semoga di usia kemerdekaan yang ke-81 ini, Indonesia semakin maju, masyarakat semakin sejahtera, dan seluruh anak bangsa dapat menikmati hasil pembangunan secara adil. Mari kita terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan karya serta pengabdian terbaik,” tuturnya.


Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Kabupaten Tangerang untuk menyambut peringatan 17 Agustus dengan penuh rasa syukur sekaligus menjadikannya sebagai momentum evaluasi dan kebangkitan untuk menghadapi masa depan.


Dengan semangat kemerdekaan dan persatuan, diharapkan seluruh masyarakat dapat mengambil peran dalam menciptakan Indonesia yang lebih maju menuju cita-cita Indonesia Emas. (*/ Redaksi)

Kantah Kota Tangerang Jadi Pilot Project Transformasi Layanan, PWI Siap Perkuat Edukasi Publik




KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com— Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kantor pertanahan di Indonesia yang menjadi pilot project transformasi layanan pertanahan.


Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat penyampaian informasi mengenai layanan pertanahan secara terbuka dan mudah dipahami publik.


Hal itu disampaikan Kepala Kantah Kota Tangerang Tardi saat menerima jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang dalam kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Aula Adi Guna Kantah Kota Tangerang, Jumat (14/8/2026).


Tardi mengatakan, penetapan Kantah Kota Tangerang sebagai salah satu kantor pilot project membuat pihaknya tengah melakukan berbagai pembenahan, khususnya terkait pelayanan kepada masyarakat.


“Kami ini resmi menjadi pilot project di seluruh Indonesia dengan telah ditetapkan sepuluh kantor, termasuk salah satunya Kota Tangerang,” ujar Tardi.


Menurutnya, transformasi layanan tersebut diharapkan mampu memberikan perubahan nyata terhadap kualitas pelayanan pertanahan.


“Kami ini lagi berbenah terkait dengan pelayanan. Mudah-mudahan dengan adanya transformasi layanan, tidak ada lagi ke depan,” katanya.


Tardi menegaskan, salah satu hal penting dalam transformasi layanan adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai berbagai pelayanan pertanahan.


“Yang paling penting adalah bagaimana menyampaikan informasi yang ada di kami sampai kepada masyarakat terkait dengan layanan,” ujarnya.


Perkuat Sinergi dengan PWI


Dalam kesempatan tersebut, Tardi juga menyambut baik kehadiran jajaran PWI Kota Tangerang. Ia berharap hubungan komunikasi antara Kantah Kota Tangerang dan insan pers dapat semakin diperkuat.


Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pelayanan kepada masyarakat.




“Mudah-mudahan nanti ke depan kita bisa bersinergi dengan PWI terkait dengan publikasi-publikasi yang ada di kami. Intinya publikasi yang positif dan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,” kata Tardi.


Ia juga meminta agar komunikasi ke depan dapat dilakukan melalui jajaran humas Kantah Kota Tangerang sehingga informasi pelayanan dapat disampaikan secara lebih terarah.


PWI Siap Kawal Informasi Pelayanan


Ketua PWI Kota Tangerang Rahmat Herwanto menyambut positif terbukanya kembali komunikasi antara PWI dengan Kantah Kota Tangerang.


Rahmat menegaskan, PWI tetap menjalankan kerja jurnalistik berdasarkan Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan yang berlaku.


“Anggota PWI ini hampir 90 persen sudah mengikuti uji kompeten yang dikeluarkan sesuai aturan Dewan Pers. Makanya kami kerja juga tidak gegabah,” ujar Herwanto.


Menurutnya, wartawan memiliki kewajiban mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, setiap informasi harus melalui proses verifikasi dan tidak boleh dilakukan secara sembarangan.


Herwanto mengatakan, setiap laporan atau persoalan yang masuk ke PWI, termasuk yang berkaitan dengan pertanahan, terlebih dahulu dipelajari sebelum diputuskan menjadi bahan pemberitaan.


“Setiap ada masalah, permasalahan apa pun dipelajari dulu dan dimusyawarahkan dulu di organisasi. Kalau memang perlu harus konfirmasi ke narasumber, baru kami membuat surat untuk konfirmasi,” katanya.


Ia menambahkan, PWI juga menerima keluhan dari narasumber terkait kinerja wartawan, termasuk terhadap mereka yang mengaku sebagai wartawan maupun bagian dari organisasi profesi.


Sinergi Tetap Jaga Fungsi Kontrol Pers


Herwanto menegaskan, sinergi antara PWI dan Kantah Kota Tangerang bukan berarti menghilangkan fungsi kontrol pers.


Menurutnya, tugas wartawan tetap mencari informasi dan memberitakan kepentingan publik. Namun, ketika informasi menyangkut persoalan yang membutuhkan klarifikasi, wartawan wajib memberikan ruang kepada pihak terkait untuk menjelaskan.


“Kalau masalah pemberitaan, memang tugas kami mencari. Tapi kami juga tidak mungkin kalau tidak darurat atau tidak ada kepentingan dengan pimpinan wilayah, kami tidak akan konfirmasi. Kecuali memang menyangkut ada masalah yang harus dikonfirmasikan,” tuturnya.


Herwanto berharap pertemuan tersebut menjadi awal penguatan komunikasi antara PWI Kota Tangerang dengan Kantah Kota Tangerang.


Ia menilai kolaborasi antara lembaga pelayanan publik dan pers penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, sekaligus memahami berbagai inovasi dan transformasi pelayanan pertanahan.


Dengan ditetapkannya Kantah Kota Tangerang sebagai salah satu pilot project transformasi layanan pertanahan, sinergi dengan media diharapkan dapat memperkuat edukasi publik serta mendorong masyarakat semakin memahami hak, prosedur dan mekanisme dalam memperoleh layanan pertanahan. (*/ Tim PWI).

LSM JAWARA BANTEN Soroti Dugaan Pengerjaan Proyek Pemeliharaan SPAL Rumah Tangga di Wilayah Mauk




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com — Ketua inpestigasi LSM JAWARA BANTEN Amsar atau yang biasa di sebut Acay menyoroti proses pengerjaan proyek Pemeliharaan SPAL Rumah Tangga Kecamatan Mauk, yang berlokasi di Jalan Raya Pakayon, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.(14 Agustus 2026).


Proyek tersebut disebut bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026, dengan nilai anggaran sekitar Rp143.584.000, dan dilaksanakan oleh CV Maulinda Putri Pantura.


Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, proses pengerjaan diduga dilakukan dalam kondisi lokasi masih terdapat genangan atau kubangan air. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kualitas dan ketahanan hasil pekerjaan apabila metode pelaksanaannya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak.




LSM JAWARA BANTEN mempertanyakan apakah seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai RAB, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, mutu material, metode pelaksanaan, serta ketentuan kontrak.


AMSAR/ACAY menyampaikan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum dilakukan pemeriksaan oleh instansi yang berwenang. Namun, apabila benar ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi atau terdapat pengurangan volume maupun kualitas material, hal tersebut harus segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum dan administrasi pengadaan pemerintah.




“Kami meminta agar proyek tersebut tidak dikerjakan hanya mengejar cepat selesai. Pemerintah mengeluarkan anggaran yang bersumber dari uang rakyat, sehingga kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas. Jika ada dugaan penyimpangan, harus diperiksa secara terbuka dan profesional,” ujar AMSAR/ACAY selaku ketua inpestigasi LDM JAWARA BANTEN.


LSM JAWARA BANTEN meminta Inspektorat Kabupaten Tangerang dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai kewenangan masing-masing untuk melakukan pemeriksaan atau audit terhadap pelaksanaan proyek tersebut, termasuk memeriksa kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen kontrak dan penggunaan anggarannya.


Pihak pelaksana proyek juga diharapkan memberikan penjelasan mengenai metode pengerjaan, spesifikasi material, volume pekerjaan, serta pengawasan yang dilakukan selama proyek berlangsung.


LSM JAWARA BANTEN menegaskan bahwa pemantauan tersebut merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat terhadap penggunaan anggaran pemerintah. Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran atau kerugian keuangan negara, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*/Acy).

Menhan RI Kunjungi Yonif TP 942/AW, Tegaskan Prajurit TNI Harus Menjadi Kekuatan yang Dicintai Rakyat




Tangerang | Mitrapubliknews.com  – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Yonif TP 942/Arya Wangsakara, Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Kamis (13/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI meninjau kesiapan satuan sekaligus memberikan pengarahan kepada prajurit dengan menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, profesionalisme, serta pengabdian tulus kepada rakyat sebagai jati diri prajurit Tentara Nasional Indonesia.


Kunjungan kerja Menhan RI didampingi sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan, di antaranya Jenderal TNI Tandyo Budi Revita (Wakil Panglima TNI), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa (Wakil Kepala Staf Angkatan Darat), Marsdya TNI Yusuf Jauhari, M.Eng. (Kepala Badan Logistik Pertahanan/Kabaloghan), Brigjen TNI Charles Yohanes Alling (Karo TU Kemhan), Mayjen TNI Putra Widyawinaya, S.H., M.P.M. (Kasdam Jaya/Jayakarta), Brigjen TNI Budi (Waasren Binpersad), Brigjen TNI Dr. Chandra Ariyadi Prakosa, S.I.P., M.Tr.(Han.) (Asrendam Jaya), serta Brigjen TNI Faizal Rizal, S.I.P., M.I.P. (Danrem 052/Wijayakrama) bersama para pejabat Mabesad, Kodam Jaya/Jayakarta, dan Korem 052/Wijayakrama.




Setibanya di markas batalyon, Menhan RI menerima paparan satuan dari Mayor Inf Syariif Al Martadha, S.S.T.Han., S.I.P., selaku Danyonif TP 942/AW, yang memaparkan kondisi dan kesiapan satuan, termasuk program pembinaan teritorial dan ketahanan pangan yang tengah dijalankan. Menhan kemudian meninjau berbagai fasilitas satuan, mulai dari alat pertanian, barak prajurit, dapur, hingga sarana penyediaan air bersih sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan operasional dan kesejahteraan personel.


Pada sesi pengarahan, Menhan RI menyampaikan bahwa setiap prajurit harus menyadari seluruh dukungan yang diterima, baik fasilitas, perlengkapan maupun kesejahteraan, merupakan bentuk kepercayaan dan perhatian negara yang bersumber dari rakyat. Oleh karena itu, prajurit TNI dituntut untuk membalas kepercayaan tersebut melalui pengabdian yang tulus, disiplin yang tinggi, serta dedikasi tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.




Menhan RI menegaskan bahwa nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan. Prajurit TNI, menurutnya, tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tempur yang andal, tetapi juga harus mampu menjadi solusi atas berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat serta menjaga hubungan yang harmonis dengan rakyat.


“Rakyat telah memberikan kepercayaan yang besar kepada TNI. Karena itu, setiap prajurit harus menjaga kehormatan institusi dengan menjadi prajurit yang disiplin, setia, berani, dan selalu hadir membantu masyarakat. Jangan pernah menyakiti hati rakyat, karena rakyat adalah kekuatan utama TNI,” tegas Menhan RI di hadapan prajurit Yonif TP 942/AW.


Lebih lanjut, Menhan RI mengingatkan bahwa tantangan tugas ke depan semakin kompleks sehingga diperlukan kesiapan mental, fisik, dan moral yang kuat. Sebagai satuan yang berada di wilayah strategis penyangga Ibu Kota, Yonif TP 942/AW diharapkan mampu menjadi satuan yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.




Kegiatan dilanjutkan dengan penulisan pesan dan kesan oleh Menhan RI, foto bersama, serta makan siang bersama prajurit. Seluruh rangkaian kunjungan kerja berlangsung aman, tertib, dan lancar berkat dukungan pengamanan terpadu dari unsur Korem 052/Wijayakrama, Kodim 0510/Tigaraksa, Denpom Jaya-1 Tangerang, serta satuan kewilayahan jajaran Kodam Jaya/Jayakarta.


Kunjungan kerja ini menjadi wujud perhatian pemerintah terhadap pembinaan prajurit sekaligus memperkuat komitmen TNI dalam menjaga kedaulatan negara, melindungi segenap bangsa Indonesia, dan senantiasa hadir sebagai institusi yang profesional serta dicintai rakyat. (*/Redaksi).

Polresta Tangerang Bangun dan Revitalisasi 14 Jembatan Merah Putih, Bantu Tingkatkan Konektivitas Warga




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Polresta Tangerang telah membangun dan merevitalisasi 14 jembatan merah putih. Rinciannya, tiga unit dibangun dan sebelas unit direvitalisasi. 


Tiga Jembatan Merah Putih yang sudah selesai dibangun berada di Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kampung Pekong, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, dan di Kampung Cinamprak, Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk.


"Hari ini telah berdiri Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Kampung Ilat dengan akses Jalan Raya Cadas–Kukun dan Kampung Lamporan, Desa Pangadegan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat peresmian Jembatan Merah Putih di Kampung Ilat, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kamis (13/8/2026). 


Sedangkan sebelas Jembatan yang direvitalisasi, Indra menerangkan, berada di Kampung Bulak Nangka, Desa Daru, Kecamatan Tigaraksa, Kampung Bolang, Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kampung Ciakar, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kampung Bunut, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kampung Cipanis, Desa Ranca Bango, Kecamatan Rajeg.




Selanjutnya di Kampung Kramat, Desa Pagedangan, Kecamatan Kronjo, Kampung Jayanti, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kampung Jayanti, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, depan Puskesmas, Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kampung Ranca Gede, Desa Ranca Gede, Kecamatan Gunung Kaler, dan Kampung Kemuning, Desa Kemuning, Kecamatan Kresek.


Indra menjelang, Jembatan Merah Putih di Kampung Ilat memiliki panjang 15 meter dan lebar 2 meter. Meski ukurannya tidak besar, ujar Indra, manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.




"Di Kampung Ilat sendiri terdapat sekitar 520 kepala keluarga atau kurang lebih 2.080 jiwa yang akan mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan jembatan ini," terang Indra Waspada. 


Indra Waspada mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan. Karena menurutnya, setelah dibangun, tanggung jawab berikutnya adalah memastikan jembatan ini tetap terawat dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.




Sementara Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengapresiasi pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih. 


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri, khususnya jajaran Polda Banten dan Polresta Tangerang, yang telah memberikan perhatian dan kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," kata Maesyal. 


Dia mengatakan, jembatan bukan hanya sekedar bangunan fisik. Melainkan penghubung harapan yang menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Serta menghubungkan masyarakat dengan pusat pelayanan dan menghubungkan anak-anak dengan sekolahnya. Sekaligus menghubungkan para pekerja dengan tempat kerjanya dan para pelaku usaha dengan pusat-pusat ekonomi.


"Karena itu, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat," ujarnya.


Peresmian Jembatan Merah Putih tersebut dilaksanakan secara serentak dan turut diikuti Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto secara virtual. (*/Redaksi).

JTR Apresiasi Kadis DPMD Terbuka dan Menanti Janji Camat Pakuhaji Soal Dugaan Nepotisme di Desa Buaran Bambu




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Himpunan Jurnalis Tangerang Raya (JTR) mengapresiasi keterbukaan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tangerang dalam menyikapi laporan dugaan nepotisme di Desa Buaran Bambu,Kecamatan Pakuhaji.


Apresiasi diberikan karena pihak DPMD memenuhi permohonan audiensi JTR tepat pada hari dan tanggal yang diajukan, Senin (11/08), di tengah padatnya agenda kedinasan.


"Kami tak menyangka Pak Kadis bisa memenuhi harapan kami hari ini. Padahal itu hanya usulan dan bisa diundur jika beliau tidak sempat, mengingat hari Senin banyak kesibukan,"_ ujar Wakil Ketua JTR M. Irfansyah mewakili Ketua Umum Ahmad Putra.


Selain itu, JTR juga mengapresiasi staf Pemberdayaan Masyarakat DPMD, Oo Supriatna yang telah menyambut kehadiran JTR dengan sangat baik dan penuh kekeluargaan.


Suasana pertemuan berjalan hangat. Kadis DPMD Kabupaten Tangerang, H. Yayat Rohman dengan sabar menerangkan syarat penerimaan calon perangkat desa sambil menampilkan slide proyektor aturan.




"Secara aturan pendaftaran di Permendagri, siapa saja boleh mendaftar selama memenuhi syarat administrasi dan lolos ujian seleksi," katanya.


Jawaban Normatif Dinilai Belum Jawab Substansi


Namun, tim investigasi JTR menilai jawaban tersebut masih normatif dan belum menjawab substansi hukum yang lebih tinggi.


Merujuk UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 51 huruf b dan f, perangkat desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri/keluarga dan dilarang melakukan KKN.


Larangan teknisnya dipertegas dalam Pasal 4 ayat (3) Permendagri Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri 83/2015:  


"Perangkat Desa dilarang memiliki hubungan keluarga sedarah dan/atau semenda sampai dengan derajat kedua dengan Kepala Desa."


Sanksi atas pelanggaran tersebut diatur dalam Pasal 5 ayat (1) Permendagri 67/2017 berupa teguran tertulis hingga pemberhentian tetap.




Camat Pakuhaji Minta Surat Resmi


Dalam audiensi tersebut, Kadis DPMD mengaku sempat bertemu dengan Camat Pakuhaji dan menanyakan soal belum terlaksananya pertemuan dengan JTR.


"Saya nggak ada dapat surat permohonannya Pak Kadis," ujar Camat Pakuhaji kepada Kadis.


"Tapi ke saya pakai surat ini," jawab Kadis menanggapi jawaban Camat tersebut.


Berdasarkan obrolan itu, Kadis meminta JTR untuk melayangkan surat resmi kepada Camat Pakuhaji guna meminta waktu konfirmasi terkait dugaan nepotisme.


Menanggapi hal itu, Wakil Ketua JTR M. Irfansyah menjelaskan sebelumnya sudah mencoba menghubungi via chat WhatsApp, telepon seluler, hingga datang langsung ke Kantor Kecamatan Pakuhaji namun tak ditanggapi.


"Kita akan layangkan surat resmi JTR pada Camat Pakuhaji secepatnya. Surat itu juga akan kita tembuskan ke APDESI agar jawaban yang dibutuhkan masyarakat bisa terjawab," tegasnya.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kades Buaran Bambu Mulyati diduga mengangkat anak kandungnya Aldi S.A.P. sebagai Kaur Keuangan dan suaminya Anda Suhanda sebagai Pelaksana Kegiatan fisik desa. (*/JTR ).

Brata FC Polresta Tangerang Melenggang ke Semi Final POR Pegawai 2026 Usai Tundukkan BPBD 2-0




TANGERANG |Mitrapubliknews.com  – Tim sepak bola Polresta Tangerang, Brata FC, berhasil melangkah ke babak semi final Pekan Olahraga (POR) Pegawai tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Kepastian ini diraih usai Brata FC menundukkan tim Dinas BPBD (Damkar) Kabupaten Tangerang dengan skor 2-0 pada laga penyisihan grup di Stadion Mini Tigaraksa, Rabu (12/8/2026) siang.


Dua gol kemenangan Brata FC borong sekaligus oleh Pembina yang juga bertindak sebagai pemain, AKP Samsul Bahri, S.I.K. (Kapolsek Cikupa), masing-masing pada menit ke-30 dan menit ke-38 babak pertama. Keunggulan 2-0 tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.


Kasat Pam Obvit Polresta Tangerang, AKP Nurjaman, menyampaikan apresiasi atas sinergi tim di lapangan serta situasi keamanan yang terjaga kondusif sepanjang pertandingan.




"Alhamdulillah, pertandingan berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Kemenangan 2-0 atas tim BPBD ini merupakan hasil dari kerja sama tim yang solid serta kepemimpinan dan ketajaman AKP Samsul Bahri yang tampil luar biasa mencetak dua gol penentu kemenangan," ujar AKP Nurjaman usai laga, Rabu (12/8/2026).


AKP Nurjaman menambahkan bahwa fokus tim kini langsung tertuju pada laga krusial di babak semi final melawan tim Setda Kabupaten Tangerang yang digelar di Stadion Mini Solear, Kamis (13/8/2026) pukul 08.00 WIB.




"Besok pagi kami melanjutkan perjuangan di babak semi final menghadapi Setda Kab. Tangerang. Kami mengimbau para pemain untuk tetap menjaga kebugaran, menjaga sportivitas, dan siap memberikan hasil terbaik demi mengharumkan nama Polresta Tangerang," pungkas AKP Nurjaman.


Dengan kemenangan ini, Brata FC Polresta Tangerang semakin mantap melangkah dan optimistis dapat menembus partai puncak POR Pegawai Kabupaten Tangerang 2026. (*/Redaksi).

Polresta Tangerang Bongkar Kematian Perempuan yang Semula Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Jadi Tersangka




Tangerang|Mitrapubliknews.com -- Personel Unit Reskrim Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang membongkar tabir kematian seorang perempuan berinisial R yang ditemukan tergantung di sebuah kontrakan di wilayah Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada Selasa, (19/5/2026).


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menerangkan, awalnya korban ditemukan dalam keadaan seperti orang yang melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri.


"Namun penyidik menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya posisi tubuh korban yang ditemukan dalam keadaan tergantung, tetapi telapak kaki korban masih menyentuh lantai," kata Indra Waspada, dalam konferensi pers, Senin (10/8/2026).




Kondisi tersebut, lanjut Indra Waspada, menimbulkan kecurigaan dan menjadi dasar bagi penyidik untuk tidak berhenti pada dugaan awal bahwa korban meninggal akibat bunuh diri. Atas dasar temuan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan.


Penyidik selanjutnya memeriksa sejumlah saksi, melakukan pengecekan CCTV, mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri komunikasi antara korban dengan sejumlah pihak.


"Dari rangkaian penyelidikan tersebut, penyidik menemukan adanya komunikasi melalui aplikasi Whats's App antara korban dengan seorang pria berinisial A," terang Indra Waspada. 


Komunikasi tersebut terjadi pada Minggu, (17/5/2026), atau dua hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Dalam komunikasi tersebut, A mengajak korban bertemu di salah satu minimarket di daerah Bitung, Cikupa. 


Penyidik kemudian melakukan pendalaman terhadap komunikasi tersebut dan mencocokkannya dengan rekaman CCTV serta informasi lain yang diperoleh selama proses penyelidikan.


Dari hasil penyelidikan tersebut, penyidik mengarah kepada seorang laki-laki berinisial A, yang berusia 30 tahun. Kemudian pada Sabtu, (1/8/2026), penyidik melakukan pemeriksaan terhadap A.


"Dari hasil pemeriksaan dan pencocokan, A akhirnya mengakui keterlibatannya dalam peristiwa tersebut," ucap Indra Waspada. 


Berdasarkan keterangan tersangka A, diketahui pada Minggu (17/5/2026), tersangka menghubungi korban lalu mengajaknya bertemu. Tersangka datang ke lokasi dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Setelah korban datang, keduanya kemudian menuju kontrakan korban. 


Berdasarkan hasil penyidikan, pada Senin, (18/5/2026), saat berada di dalam kontrakan, tersangka melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara mencekik leher korban menggunakan kedua tangannya.


Setelah korban tidak sadarkan diri, tersangka kemudian menggunakan tali tambang yang sebelumnya telah dibawanya dari rumah. 


"Tersangka kemudian membuat kondisi korban seolah-olah meninggal akibat gantung diri," kata Indra Waspada. 


Setelah itu, tersangka mengambil sejumlah barang milik korban, di antaranya KTP, SIM, STNK, kartu ATM, serta pelat nomor kendaraan korban. barang-barang tersebut kemudian dibawa oleh tersangka. Tersangka selanjutnya meninggalkan lokasi dan kembali menggunakan sepeda motor miliknya.


"Barang-barang milik korban itu dibuang tersangka di aliran Sungai Cisadane," terang Indra Waspada. 


Dari hasil pemeriksaan, penyidik memperoleh fakta bahwa tersangka dan korban saling mengenal dan memiliki hubungan asmara. Korban disebut meminta pertanggungjawaban kepada tersangka untuk menikahinya.


"Namun, tersangka yang telah berkeluarga tidak bersedia memenuhi permintaan tersebut," ujar Indra Waspada. 


Terhadap tersangka, penyidik menerapkan Pasal 458 dan/atau Pasal 459 KUHP dengan ancaman pidana berupa pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara untuk waktu tertentu paling lama 20 tahun. (*/Redaksi).

Sertijab Pejabat Staf Korem 052/Wijayakrama, Danrem Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas Pengabdian




Tangerang | Mitrapubliknews.com Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P., M.I.P., memimpin serah terima jabatan (Sertijab) pejabat staf Korem 052/Wijayakrama yang dirangkaikan dengan tradisi penerimaan pejabat baru di Makorem 052/Wijayakrama, Tangerang, Senin (10/8/2026).


Pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan yaitu Kolonel Inf Dodit Herry Setiawan, S.I.P., kepada Kolonel Inf Ronald Wahyudi, S.E., M.Tr.(Han), sebagai Kasiops Kasrem 052/Wkr, Kolonel Cba Rully Kusuma Jaya, S.H., M.M., kepada Letkol Inf Danny Sulistyo sebagai Kasilog Kasrem 052/Wkr, dan Kolonel Arh Tamaji, S.Sos., M.I.Pol., kepada Letkol Arh Ali Akbar, S.E. sebagai Kasiter Kasrem 052/Wkr serta penyerahan jabatan Kasipers Kasrem 052/Wkr kepada Letkol Inf Galih Perkasa, S.M.


Selain itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan tradisi penerimaan pejabat baru, yakni sebagai Kepala Staf Kodim 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Dwi Harry Wibowo, S.E. M.Si dan Letkol Inf Yuki Amanan sebagai Kepala Staf Kodim 0506/Tangerang.




Dalam amanatnya, Danrem menegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan kualitas kinerja satuan, serta memberikan kesempatan pengembangan karier bagi para prajurit terbaik TNI Angkatan Darat.


“Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi, loyalitas, dan integritas serta jadikan setiap pengabdian sebagai ladang ibadah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Danrem.


Danrem juga menekankan pentingnya menjaga disiplin, profesionalisme, dan semangat kebersamaan dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, keberhasilan satuan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan, komunikasi yang efektif, serta kolaborasi seluruh unsur dalam organisasi.




Melalui regenerasi kepemimpinan ini, Korem 052/Wijayakrama diharapkan semakin adaptif dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di wilayah. Dengan dukungan seluruh personel, Korem 052/Wkr akan terus memperkuat pembinaan teritorial, meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, serta mendukung terwujudnya stabilitas wilayah yang kondusif dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

(*/Redaksi).

Desakan Pencopotan Dirum Tirta Bhagasasi Menguat, Tri Nusa Bekasi Raya Siapkan Aksi ke Kantor Bupati dan Kemendagri




BEKASI | Mitrapubliknews.com – Desakan terhadap Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengevaluasi sekaligus mencopot Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Bhagasasi, Daud Husin, kembali mengemuka.


Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tri Nusa Bekasi Raya menegaskan tidak akan berhenti menyuarakan tuntutannya. Setelah sebelumnya menggelar aksi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, mereka mengancam akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar.


Ketua Tri Nusa Bekasi Raya, Maksum Alfarizi alias Mandor Baya, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan aksi lanjutan yang menyasar dua institusi sekaligus, yakni Kantor Bupati Bekasi dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


“Dalam waktu dekat kami akan kembali mengepung Kantor Bupati Bekasi dan Kemendagri. Kami mendesak Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja untuk membatalkan SK Dirum Tirta Bhagasasi,” tegas Maksum saat memberikan keterangan kepada Mitrapubliknews.com, Sabtu (8/8/2026).


Menurut Maksum, tuntutan tersebut bukan sekadar persoalan pergantian jabatan. Tri Nusa Bekasi Raya menilai terdapat sejumlah persoalan administratif dan tata kelola yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemegang kewenangan.


Salah satu yang disorot adalah dugaan adanya perubahan atau pencoretan menggunakan tip-ex dalam dokumen berita acara serah terima aset antara Perumda Tirta Bhagasasi dan Perumda Tirta Patriot milik Pemerintah Kota Bekasi.


Maksum meminta dugaan tersebut tidak dibiarkan menjadi polemik tanpa pemeriksaan. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan klarifikasi, audit, serta pemeriksaan terhadap dokumen yang dipersoalkan agar seluruh persoalan dapat dibuktikan secara objektif sesuai ketentuan hukum.


“Ini menyangkut dokumen dan aset daerah. Jangan sampai persoalan administrasi yang seharusnya dapat dijelaskan secara terbuka justru menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujarnya.


Selain persoalan dokumen aset, Tri Nusa Bekasi Raya juga meminta Plt. Bupati Bekasi merespons adanya aspirasi pegawai Perumda Tirta Bhagasasi yang disebut-sebut berkaitan dengan mosi tidak percaya terhadap Daud Husin.


Menurut Maksum, persoalan internal tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemegang kewenangan, terutama apabila berkaitan dengan efektivitas kepemimpinan, tata kelola perusahaan, dan hubungan kerja di lingkungan BUMD.


Tri Nusa Bekasi Raya juga menyinggung Pasal 86 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Namun, mereka meminta agar dugaan pelanggaran administrasi maupun kearsipan tersebut dibuktikan terlebih dahulu melalui pemeriksaan lembaga yang berwenang.


Maksum menilai Kemendagri memiliki posisi strategis dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk tata kelola BUMD.


Meski demikian, menurutnya, keputusan mengenai pengangkatan maupun pemberhentian direksi Perumda tetap harus ditempuh melalui mekanisme dan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.


“Berdasarkan ketentuan mengenai BUMD dan Permendagri Nomor 23 Tahun 2024, kepala daerah selaku pemilik modal memiliki kewenangan strategis dalam melakukan evaluasi terhadap jajaran direksi, termasuk mengambil keputusan sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” katanya.


Ia menegaskan, Tri Nusa Bekasi Raya tidak menginginkan proses pemberhentian dilakukan secara serampangan. Menurutnya, setiap keputusan harus memiliki dasar administratif dan hukum yang kuat agar tidak menimbulkan persoalan baru.


“Kami meminta prosesnya transparan, objektif dan sesuai aturan. Kalau memang ditemukan pelanggaran, lakukan pemeriksaan dan tindak sesuai ketentuan. Jangan sampai keputusan yang diambil justru cacat hukum dan berujung gugatan,” tegas Maksum.


Tri Nusa Bekasi Raya kini menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam merespons tuntutan tersebut.


Jika tuntutan mereka tidak mendapatkan respons yang dianggap memadai, Maksum memastikan pihaknya akan kembali menggelar aksi dengan melibatkan massa lebih besar.


“Kami masih memberikan ruang kepada pemerintah untuk merespons dan menjelaskan persoalan ini secara terbuka. Tetapi kalau tidak ada langkah konkret, kami siap kembali turun ke jalan, termasuk ke Kantor Bupati Bekasi dan Kemendagri,” pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, Mitrapubliknews.com masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak Perumda Tirta Bhagasasi maupun Daud Husin terkait tudingan dan tuntutan yang disampaikan Tri Nusa Bekasi Raya.


(Agus Kanit)

Jajaka Kota Bekasi Bersama Ponpes Annur Hadiri Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal




JAKARTA | Mitrapubliknews.com – Ratusan jamaah dari Kota Bekasi menghadiri kegiatan Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri NKRI yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (09/08/2026).


Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, serta mendoakan para pendiri dan pejuang bangsa.


Rombongan Majelis Zikir yang berasal dari Kota Bekasi dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Annur Kota Bekasi, Ust H. Ahmad Ustuchri SE sekaligus ketua KANZUS sholawat kota Bekasi. Rombongan berangkat secara bersama-sama menggunakan sejumlah bus dan kendaraan pribadi.


Diperkirakan sekitar 500 orang turut serta dalam rombongan tersebut. Antusiasme jamaah terlihat sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi kegiatan di Masjid Istiqlal.


Dalam kesempatan tersebut, Ust H. Ahmad Ustuchri,SE menyampaikan sambutan sekaligus mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kegiatan zikir kebangsaan sebagai momentum mempererat ukhuwah, menjaga persatuan dan kesatuan, serta meningkatkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Sementara itu, Ketua Jajaka Kota Bekasi, Purn. AD Sertu Rusliadi, yang akrab disapa Baba Iyus, turut hadir dalam pelepasan rombongan. Di sela-sela kegiatan, Baba Iyus memberikan arahan kepada para anggota Jajaka Kota Bekasi yang ikut dalam rombongan.


Ia mengingatkan seluruh anggota agar selama mengikuti kegiatan tetap menjaga ketertiban, kekompakan, serta nama baik Kota Bekasi.


> “Kita datang ke Jakarta untuk mengikuti zikir kebangsaan. Jaga kekompakan, sopan santun, dan ketertiban. Yang paling penting, kita tunjukkan bahwa masyarakat Kota Bekasi cinta persatuan dan NKRI,” ujar Baba Iyus.




Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan semangat kebangsaan seperti ini memiliki nilai positif, terutama dalam membangun rasa persaudaraan di tengah masyarakat.


“Zikir dan doa bukan hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk bangsa dan negara. Semoga Indonesia selalu diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan,” tambahnya.


Kegiatan Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dengan membawa pesan persatuan, doa untuk bangsa, dan penghormatan kepada para pendiri serta pejuang NKRI.


(Agus Kanit)

Jelang HUT RI ke-81, PMS Semarakkan Bulan Kemerdekaan dengan Pemasangan Spanduk




Tangerang | Mitrapubliknews.com - Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di wilayah Sindang Jaya. Memasuki bulan Agustus, Paguyuban Masyarakat Sindang Jaya (PMS) bergerak bersama dengan memasang sejumlah spanduk sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian dalam menyambut momentum bersejarah 17 Agustus 2026.


Pemasangan spanduk tersebut bukan sekadar mempercantik suasana lingkungan dengan nuansa kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol semangat kebersamaan, persatuan, dan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Ketua PMS, Jamidin, mengatakan bahwa bulan Agustus selalu memiliki suasana yang berbeda. Semangat kemerdekaan mulai terasa di tengah masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan para pahlawan telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.


“Kalau sudah memasuki bulan Agustus, berarti sudah mendekati momen apa, hayo? Ya, benar banget. Hawa-hawa Hari Kemerdekaan atau HUT RI sudah semakin terasa,” ujar Jamidin.


Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak boleh dimaknai hanya dengan memasang bendera, spanduk, maupun berbagai atribut kemerdekaan. Momentum tersebut harus menjadi kesempatan untuk mengenang kembali jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang dengan tenaga, pikiran, bahkan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita hidupkan. Bukan hanya dalam bentuk perayaan, tetapi juga melalui persatuan, gotong royong, kepedulian, dan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Jamidin.




Ia juga mengajak seluruh masyarakat Sindang Jaya, khususnya generasi muda, agar menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai energi positif untuk terus berkarya, menjaga kerukunan, serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, guyub, dan penuh kebersamaan.


“PMS akan terus menggaungkan semangat Hari Kemerdekaan. Semoga semangat perjuangan para pahlawan terus membara dalam jiwa generasi muda. Mari kita isi kemerdekaan dengan persatuan, gotong royong, dan karya nyata untuk masyarakat,” tambahnya.


Semangat kemerdekaan yang mulai digaungkan PMS diharapkan tidak berhenti selama bulan Agustus saja. Namun, menjadi semangat bersama untuk terus memperkuat persaudaraan dan membangun Sindang Jaya agar semakin maju, harmonis, aman, dan guyub.


Bagi PMS, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga persatuan dan memberikan kontribusi terbaik bagi masa depan.


PMS Bersama Kita Teguh, Bersatu Kita Ampuh

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Terus Melaju, Indonesia Maju.

(*/ Red).

Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Perkuat Sinergi Bersama Sabuk Kamtibmas, Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Keamanan




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Eko Bagus Riyadi, S.H., S.I.K., M.Si., menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama para anggota Sabuk Kamtibmas di Ruang Rapat Utama Lantai 6 Gedung Presisi Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (6/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi penguatan kemitraan Polri dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah, S.H., S.I.K., M.K.P., M.Si., CFE, Kasat Binmas AKBP Rachmad Hariyanto, S.E., M.M., Kasat Intelkam Kompol Dodi Abdulrohim, S.Sos., M.Krim., KBO Sat Binmas IPDA K. Handoko, S.H., pengurus Sabuk Kamtibmas, serta sekitar 25 peserta dari wilayah Kecamatan Tangerang.


Dalam sambutannya, Kombes Pol. Eko Bagus Riyadi memperkenalkan diri sebagai Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota sekaligus menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang lebih efektif dengan para mitra kepolisian di lingkungan masyarakat.




"Kami ingin memperkuat sinergi dimulai dari wilayah yang paling dekat dengan Polres. Melalui pendataan dan pemetaan potensi kamtibmas, kami berharap komunikasi antara Polri dan masyarakat dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif," ujarnya.


Ia juga mengajak Sabuk Kamtibmas untuk aktif melaporkan setiap tindak pidana melalui mekanisme laporan polisi, serta menyampaikan informasi terkait ujaran kebencian maupun provokasi di media sosial agar dapat segera ditindaklanjuti.


"Momentum Bulan Kemerdekaan ini mari kita jadikan sebagai semangat bersama untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Setiap permasalahan di masyarakat harus diselesaikan dengan solusi yang bijak dan tidak menimbulkan konflik baru," tambahnya.


Sementara itu, Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Fiki Novian Ardiansyah menjelaskan bahwa kepemimpinan Plh. Kapolres merupakan bagian dari dinamika organisasi karena Kapolres definitif tengah mengikuti pendidikan Sespimti Polri.


Kasat Intelkam Kompol Dodi Abdulrohim berharap keberadaan Sabuk Kamtibmas semakin diperkuat sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Senada dengan itu, Kasat Binmas AKBP Rachmad Hariyanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi hoaks, menghindari tindakan main hakim sendiri, serta memanfaatkan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian.




Dalam sesi dialog, para peserta Sabuk Kamtibmas menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya usulan penambahan CCTV di titik rawan, peningkatan patroli siang hari, penanganan aksi tawuran, balap liar, hingga pencurian kendaraan bermotor.


Menanggapi hal tersebut, pihak Polres Metro Tangerang Kota berkomitmen terus meningkatkan patroli preventif, memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, serta menindaklanjuti setiap laporan yang disampaikan demi menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.


Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta penuh semangat kebersamaan sebagai wujud sinergi Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah. (*/Redaksi).

Blue Light Patrol Satlantas Polresta Tangerang Gagalkan Aksi Curanmor, Dua Pria Diamankan




Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Patroli blue light Satlantas Polresta Tangerang berhasil menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di Kampung Talaga, Kecamatan Cikupa, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. 


Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Octaviari Pratama mengatakan, petugas Satlantas yang sedang berpatroli tersebut mengamankan dua orang pria terduga pelaku curanmor. Kedu terduga pelaku tersebut adalah AP dan E. 


"Saat petugas kami berpatroli, mendapat infromasi ada aksi curanmor. Selanjutnya petugas segera ke lokasi," kata Fery. 


Berdasarkan ciri-ciri kendaraan yang disampaikan, petugas juga melakukan pemetaan ke beberapa titik sekitar lokasi kejadian. Hingga akhirnya, dua terduga pelaku berhasil diamankan di sekitaran kawasan Cikupa Mas. 




"Kedua terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Cikupa untuk proses lebih lanjut, serta agar tak jadi sasaran amuk warga," ujar Fery. 


Fery juga menyampaikan, kegiatan patroli Satlantas tidak hanya bertujuan mencegah kecelakaan dan mengupayakan kelancaran arus lalu lintas. Tetapi juga berfungsi turut menekan angka kejahatan. 


Dia menegaskan, patroli blue light dilaksanakan siang dan malam sesuai arahan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah dan Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Arief Kurniawan. 


"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada saat memarkirkan kendaraan. Serta senantiasa tertib berlalu lintas," tandasnya. (*/Redaksi).

Sejarah Islam di Indonesia, Ulama Paling Berpengaruh di Dunia adalah Syeikh Nawawi Al Bantani




Tangerang | Mitrapubliknews.com - Jika ada ulama Indonesia paling berpengaruh dalam sejarah Islam di Indonesia dan pernah memiliki kedudukan Mulia dalam sejarah pengaruh Islam dunia maka orang tersebut adalah Syeikh Nawawi Al Bantani.


Nama beliau adalah Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi, al-Bantani, al-Jawi.


Sebutan al-Bantani berasal dari kata Banten, karena beliau terlahir di Banten tepatnya di Padaleman, Tanara Serang, Banten pada 1230 H/1813 M.


Ayah beliau Umar Syekh Arabi adalah seorang tokoh agama yang sangat disegani dan masih punya hubungan nasab dengan Maulana Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (Cirebon).


Pada usia 15 tahun, Nawawi muda pergi belajar ke Tanah Suci Mekkah, ia menunaikan haji sekaligus menuntut ilmu pada para ulama di Masjidil Haram.


Di antara guru beliau adalah Sayid Ahmad Nahrawi, Sayyid Ahmad Dhimyati, Ahmad Zaini Dahlan, Muhammad Khatib al-Hambali.


Setelah berguru dengan beberapa guru di Makkah, Syaikh Nawawi melanjutkan belajarnya ke Mesir dan Syam (Syiria).


Syeikh An Nawawi kakek buyut dari KH Mar’ruf Amin ini adalah ulama yang dikenal rendah hati, cerdas dan luas kedalaman ilmunya.


Kemampuannya itu yang kemudian menjadikannya diangkat menjadi Imam Besar Masjidil Haram oleh Kesultanan Ottoman. Sebuah jabatan agung yang tak banyak diamanahkan kepada para alim ulama di dunia.


Syekh Nawawi Al-Bantani juga adalah satu dari tiga ulama Indonesia yang mengajar di Masjid Al-Haram di Makkah Al-Mukarramah pada abad ke-19 dan awal abad ke-20. Dua yang lain ialah muridnya, Ahmad Khatib Minangkabau dan Syekh Mahfudz Termas.


Semakin dewasa, ilmunya yang makin bertambah digunakannya untuk mengajar di Masjidil Haram.


Murid-murid yang pernah diajarkannya, namanya juga santer tumbuh menjadi ulama besar di Indonesia dan jazirah nusantara.


Diantaranya ; KH Hasyim Asyari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Thahir Jamalauddin (Singapura), Abdulkarim Amrullah (Sumbar), Syekhana Chalil (Bangkalan), KH Asyari (Bawean), KH Tb Asnawi (Caringin Banten), KH Ilyas (Kragilan Banten), KH Saleh Darat (Semarang), KH Najihun (Tangerang), KH Abdul Ghaffar (Tirtayasa Serang), KH Tb Bakri (Sempur Purwakarta), KH Dawud (Perak Malaysia) dsb.


Kemasyhuran Syeikh Nawawi yang wafat sekitar tahun 1897 itu sampai kini masih banyak jejaknya.


Hampir semua kitabnya hingga kini masih dipelajari di pesantren, diantaranya dalam rumpun ilmu kalam, ilmu fiqh, akhlaq dan tasawuf, hingga tafsir.


Dalam bidang Ilmu Kalam, Syaikh Nawawi menulis kitab _Fathul Majid_ (1298 H), _Tijn ad-Darari_ (1301 H), _Kasyafatus Syaja_ (1292 H), _an-Nahjatul Jadidah_ (1303 H), _Dazariatul Yaqin alaummil Barahil_ (1317 H), _ar-Risalah al-Jamiah baina Ushuluddin wal-Fiqh wat-Tasawuf_ (1292 H), _ats-Tsimar al-Yani’ah_ (1299 H), _Nur ad-Dhalam_ (1329 H). 


Dalam bidang Fiqh karya Nawawi diantaranya _at-Tausyeh_ (1314 H), _Sulam al-Munajat_ (1297 H), _Nihayatuz Zayn_ (1297 H), _Mirqat as-Shu’ud at-Tashdiq_ (1297 H), _Uqud al-Lujjain fi Bayani Huquq az-Zaujain_ (1297 H), _Qutul Habib al-Gharib_ (1301 H).


Karya Syaikh Nawawi dalam bidang tafsir berjudul _at-Tafsir al-Munir li Ma’alim al-Tanzil_ (_Tafsir Marah Labib_).


Syekh Nawawi Al-Bantani mendapatkan gelar _Sayyidu Ulama’ al-Hijaz_ yang berarti Sesepuh Ulama Hijaz atau Guru dari Ulama Hijaz atau Akar dari Ulama Hijaz.


Yang menarik dari gelar di atas adalah beliau tidak hanya mendapatkan gelar _Sayyidu ‘Ulama al-Indonesi_ sehingga bermakna, bahwa kealiman beliau diakui di semenanjung Arabia, apalagi di tanah airnya sendiri. 


Selain itu, beliau juga mendapat gelar _al-imam wa al-fahm al-mudaqqiq_ yang berarti Tokoh dan pakar dengan pemahaman yang sangat mendalam. Snouck Hourgronje sejarawan Islam asal Belanda bahkan memberi gelar “Doktor Teologi” untuk Syeikh Nawawi Al Bantani.


Wallahu a'lam bisshawaab

Pengingat bagi yang lupa

Sumber: Hwmi

_______________(*/ Kang Eben).