BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Seruan Kebudayaan Serang Utara, Satu Lompatan Epistemik Ditengah Peradabaan Modern




Serang | Mitrapubliknews.com -- Seruan Kebudayaan Serang Utara (SERUBUK) adalah Konvensi wadah yang menghimpun komunitas, Civil Society, Warga, Aktivis Lingkungan,  penggiat Budaya, pelaku seni, Pelajar, serta Mahasiswa di Utara Serang  Utara - Banten. SERUBUK di inisiatori oleh Rasyid Ridho (Ketua Lingguh Studio Banten) dan Gerakan Mahasiswa Setang Utara (GAMSUT) dan Ciujung Institute (CI). Serang, 19-20 Mei 2025.


"Sejak tanggal 19-20 Mei kemarin, kami telah melakukan agenda penting yang mudah -mudahan jadi titik lompat bersejarah dan berdampak bagi warga di Serang Utara - Banten. Lokus kegiatan dan aksi nyata kami lebih difokuskan pada inventarisasi, pendokumentasian, dan ekspedisi Sungai Ciujung Lama di kecamatan Pontang dan Tirtayasa". Ungkap Ido, ketua Linggih Studio. 




Lanjut Ido, "Kegiatan susur Sungai Ciujung Lama jadi salah satu aktivasi substantif bagi kami dan warga bantaran Sungai. Karena menyusuri Sungai Ciujung Lama dari Desa Kaserangan sampai ke Desa Pontang. Jika dihitung, jarak yang kami tempuh melalui susur Sungai Ciujung sejauh kurang lebih delapan kilometer. Dan kami mengucapkan banyak terimaka kasih kepada Komunitas Rumah Singgah Kota Serang yang memfasilitasi perahu karet dan Life Jaket". Tutupnya. 


Seruan Kebudayaan Serang Utara (SERUBUK) dilaksanakan sejak tanggal 19 Mei 2026 di Wisata Bumi Tirtayasa dengan rangkaian agenda yang menggugah peserta dan komunitas di Serang Utara. Kegiatan hari pertama SERUBUK dihadiri wakil Bupati Serang (H.Najib Hamas, S.E,M.M), Unsur Muspika Kecamatan Tirtayasa Dan Pontang, OPD di lingkungan Pemkab Serang, dan Dindikbud Provinsi Banten. 




Hari Pertama kegiatan SERUBUK menampilkan deklamasi Puisi kebudayaan Kiyai Kusen Al- Cepu, Workshop Fotografi, Diskusi dan saresehan Kebudayaan Sungai Ciujung Lama serta Pertunjukan rampak bedug Sanggar Tari Yudha Asri Pamarayan. 


Kegiatan  SERUBUK diinisiasi secara kolektif dan kolaboratif dengan skema berbasis swadaya antara komunitas Budaya, Seni, Aktivis Lingkungan, dan para penggerak Sungai Ciujung Lama. 


"Aktivasi SERUBUK berorientasi pada mengungkap kembali pengetahuan tentang Sungai Ciujung Lama sebagai endemik peradabaan Kuno. Yang di dalamnya terdapat mata rantai kehidupan warga bantaran Sungai. Sebuah landscap kehidupan komunal masyarakat bantaran Sungai Ciujung Lama yang sangat kental dengan nilai budaya, ekosistem, vegetasi, dan keterampil tradisional Warga Bantaran Sungai". Tambah Handoko Agus Ketua Panitia SERUBUK. 


Untuk diketahui bahwa Sungai Ciujung Lama menjadi sarana transportasi sejak era kesultanan Banten, beberapa data menyebut telah ada sejak kepemimpinan Sultan Ageng Tirtayasa (1650'an). Sungai ini telah menjadi jalur perdagangan dan pertemuan budaya multi etnik. Di Sungai inilah peradaban di pesisir Utara Serang Utara terbentuk. Kehidupan Kosmo dan metropolis Menjadi urat nadi berlangsungnya kehidupan masyarakat bantaran Sungai Ciujung Lama hingga saat ini. ,(*/red).

Koramil Mauk Dampingi Program Jagung Hibrida BUMDes Rancalabuh



Tangerang | Mitrapubliknews.com -- ‎Kodam Jaya, Tigaraksa,  Program penanaman jagung hibrida mulai dijalankan di Kampung Rancalabuh, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (21/5/2026). Kegiatan itu dimonitor unsur Koramil 09/Mauk Kodim 0510/Tigaraksa bersama pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian.

‎Lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi digunakan untuk pengembangan jagung hibrida yang dikelola BUMDes Gabusan Jaya bersama kelompok tani setempat.

‎Kegiatan penanaman dilaksanakan di wilayah RT 002 RW 001 Kampung Rancalabuh. Aparat teritorial TNI terlihat mendampingi proses ceremonial tanam bersama unsur pemerintah desa dan petani.


‎Mewakili Danramil 09/Mauk, Serka A Kosim hadir langsung di lokasi. Turut hadir Camat Kemiri Rudi HK, Kapolsek Mauk yang diwakili Aiptu Asep Saepul, Kepala Desa Rancalabuh A Nawadir, hingga unsur kelompok tani dan pendamping desa.

‎Program tersebut dijalankan melalui BUMDes Gabusan Jaya dengan dukungan bibit jagung hibrida yang disiapkan pengelola BUMDes. Ketua BUMDes Maeyudin menyebut lahan yang digunakan merupakan milik warga bernama Hernata dan diproyeksikan menjadi area pengembangan pertanian produktif desa.


‎Di lapangan, kelompok tani ikut dilibatkan sejak tahap persiapan lahan. Bahrudin selaku perwakilan Poktan Gabusan Jaya bersama Gapoktan Maju Bersama turut mengawal proses penanaman agar berjalan sesuai target musim tanam.

‎Kehadiran unsur TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan wilayah dan pendampingan program ketahanan pangan. Belakangan, pola pendampingan aparat teritorial terhadap sektor pertanian semakin terlihat di sejumlah daerah, terutama untuk menjaga produktivitas pangan masyarakat desa.

‎Selain aparat desa dan petani, kegiatan itu dihadiri unsur BPP Tegal Kunir, perangkat desa, hingga pengurus RT dan RW setempat. Suasana berlangsung relatif kondusif tanpa kendala berarti selama proses penanaman berlangsung.

‎Kegiatan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga siang hari, sebagian petani masih terlihat berada di area lahan untuk memastikan proses tanam awal berjalan baik sebelum memasuki tahap perawatan tanaman dalam beberapa pekan ke depan.

‎Di tengah dorongan penguatan ketahanan pangan nasional, program berbasis desa seperti ini mulai banyak dikembangkan di wilayah penyangga Kabupaten Tangerang. Aparat kewilayahan pun tampak tetap aktif mendampingi agar program berjalan berkelanjutan di tingkat petani.

‎Sumber Kodim 0510/Tigaraksa

(*/red).

Dari Mana Sumber Dana LSM Komando – “Kami Dituduh Asing, Padahal Hidup dari Rakyat!




TANGERANG | Mitrapubliknews.com Tuduhan itu selalu sama: “LSM Komando Corong Aspirasi Rakyat pasti dibiayai asing!” Narasi ini berulang setiap kali lembaga yang dipimpin M.O. Rodhi, SH itu menggebrak proyek raksasa dan kebijakan yang menindas warga kecil. Tapi benarkah? Investigasi ini menelusuri jejak finansial di balik gerakan yang disebut paling masif di Tangerang Raya.


*BANTAHAN TEGAS: NOL DANA ASING, NOL APBD*


“Tidak ada bukti valid. Kami mengandalkan sumber dana mandiri untuk jaga independensi pengawasan birokrasi.” Pernyataan Ketua Umum M.O. Rodhi, SH pada 21/05/26 di Posko Komando, Neglasari, bukan isapan jempol. Data Kesbangpol Tangerang menguatkan: LSM Komando Corong Aspirasi Rakyat *tidak tercatat sebagai penerima hibah pemerintah maupun internasional*.


Faktanya terbalik dari tuduhan. LSM ini justru menolak ketergantungan pada negara maupun asing agar tetap bisa menggigit. Lalu dari mana uang untuk advokasi publik dan edukasi warga marjinal yang jalan terus?


*TELUSUR 3 SUMBER DANA: MESIN GERAKAN RAKYAT OLEH RAKYAT*


1. *Iuran Anggota: Tulang Punggung yang Tak Terlihat* 

   Basis anggota LSM Komando tersebar di seluruh Tangerang Raya. Mereka bukan anggota pasif. Setiap bulan, iuran sukarela mengalir untuk logistik aksi, cetak kajian hukum, hingga biaya pendampingan warga. Satu iuran mungkin kecil, tapi ribuan iuran yang loyal jadi kekuatan finansial rutin. Ini dana paling bersih: dari anggota, untuk advokasi anggota.


2. *Donasi Simpatisan: Bukti Gerakan Dipercaya Publik* 

   Saat LSM Komando gelar “Berbagi Walau Sedikit” Ramadhan 1447 H / Maret 2026 di Neglasari & Sepatan Timur, ratusan paket pangan dibagikan. Semua murni dari donasi spontan warga. M.O. Rodhi, SH terbuka ucap terima kasih ke donatur tiap kali aksi. Pola ini disengaja: agar kas LSM diisi publik, bukan konglomerat. Tujuannya agar loyalitas LSM tetap ke rakyat, bukan ke pemberi dana.


3. *Kantor Hukum Garda Republik: “Otak” yang Biayai “Otot”* 

   Ini kunci kemandirian yang tak dimiliki banyak LSM. M.O. Rodhi, SH adalah pendiri Kantor Hukum Garda Republik. Pendapatan dari layanan hukum yang ditangani pengurus dan jaringan LSM disisihkan untuk kerja sosial. Model “unit usaha internal” ini yang membuat LSM Komando bisa rilis kajian hukum kelas atas sambil tetap bagi sembako di kampung. Mereka tak perlu tunggu kucuran dana proyek untuk bicara.


*MENGAPA FITNAH DANA ASING TERUS DIGORENG?*


Investigasi kami menemukan pola: tuduhan selalu muncul setelah LSM Komando menyentuh “sarang tawon”.


*Pertama, Gerakannya Terlalu Mengganggu.* Kritik ke proyek PIK2, sebut jalan “stadium 4” sudah makan korban, bongkar pungli perizinan. Narasi dana asing dipakai untuk tanam curiga: “Ini pasti titipan, bukan suara rakyat.”


*Kedua, Skalanya Tak Masuk Akal Bagi Lawan.* Aksi serentak 2 titik, koalisi dengan FORKABI, kajian hukum tebal, edukasi warga marjinal door-to-door. Bagi pihak yang terusik, logikanya sederhana: “Mustahil LSM tanpa APBD bisa begini kalau tak ada asing di belakang.” Padahal, yang di belakang adalah iuran dan donasi rakyat.


*Ketiga, Ini Strategi Delegitimasi Klasik.* Cap “alat asing” adalah cara tercepat membunuh karakter LSM kritis. Tujuannya agar publik ragu: apakah LSM Komando benar-benar bela warga, atau bela kepentingan luar?


*EDUKASI PUBLIK: KENALI CIRI LSM INDEPENDEN*


Kasus LSM Komando jadi pelajaran bagi warga marjinal. LSM yang benar-benar independen punya 3 tanda:


1. *Sumber dananya transparan ke publik*: Iuran, donasi, usaha mandiri.

2. *Kantor dan ketuanya mudah ditemui*: Posko di Neglasari ,Pakuhaji dan Sepatan terbuka untuk laporan warga.


*KESIMPULAN : DIBIAYAI RAKYAT, MAKA BERPIHAK KE RAKYAT*


LSM Komando bisa masif dan berkelanjutan justru karena *tidak terima dana asing/pemerintah*. Tiga kakinya – iuran anggota, donasi warga, pendapatan kantor hukum internal – membuat mereka tak bisa dibungkam dengan ancaman stop dana.


Isu dana asing bukan soal bukti. Ini soal ketakutan. Takut pada gerakan yang otaknya tak bisa dibeli, dan ototnya dibiayai langsung oleh keringat rakyat.


Selama advokasi publik dan edukasi warga marjinal masih dibiayai dari kantong rakyat sendiri, LSM Komando akan tetap jadi corong yang tak bisa disumbat. (*/red).

Keluarga Tunjukkan Itikad Baik, Ayah Ken Ken Datangi Media dan Sampaikan Permintaan Maaf




Tangerang | Mitrapubliknews.com Pasca viralnya video pria bernama Ken Ken yang menantang wartawan di wilayah Sukadiri, Kabupaten Tangerang, pihak keluarga menunjukkan itikad baik untuk meredam situasi.


Diketahui, Ken Ken saat ini telah diamankan di Polres  Tangerang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait video yang beredar luas di media sosial tersebut.


Di tengah proses hukum yang berjalan, orang tua Ken Ken mengambil langkah proaktif dengan mendatangi sejumlah kantor media untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung.


Ayah Ken Ken, Sutari, mengungkapkan penyesalannya atas tindakan sang anak yang telah menimbulkan keresahan.


“Saya sebagai orang tua memohon maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan wartawan dan masyarakat atas perbuatan anak saya. Kami tidak membenarkan tindakan tersebut dan berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Sutari, Rabu (20/5/2026).


Ia juga menegaskan bahwa pihak keluarga akan kooperatif mengikuti proses hukum yang berjalan serta berupaya membina Ken Ken agar tidak mengulangi perbuatannya.


“Kami akan bertanggung jawab dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Harapan kami, ini bisa menjadi pelajaran bagi anak kami ke depannya,” tambahnya.


Permintaan maaf tersebut menjadi bentuk tanggung jawab moral keluarga sekaligus upaya menciptakan suasana yang lebih kondusif pasca viralnya video bernada provokatif tersebut.


Sebelumnya, dalam video yang beredar, Ken Ken terlihat dalam kondisi emosi sambil melontarkan tantangan kepada wartawan. Namun, tak lama kemudian muncul video klarifikasi yang memperlihatkan perubahan sikap dengan nada bicara lebih tenang.


Langkah keluarga yang turun langsung menyampaikan permohonan maaf ini pun mendapat perhatian sebagai bentuk kesadaran dan itikad baik dalam menyikapi persoalan yang terjadi.


Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyelesaian persoalan tidak hanya melalui proses hukum, tetapi juga melalui pendekatan kekeluargaan dan tanggung jawab sosial.

(*/red).

Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Kasrem 052/Wkr Tegaskan Komitmen Jaga Tunas Bangsa di Era Digital

 



TANGERANG| Mitrapubliknews.com Komando Resor Militer 052/Wijayakrama menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme ini dipusatkan di Lapangan Makorem 052/Wkr, Tangerang, Banten, pada Rabu (20/5/2026).


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Staf Korem 052/Wkr, Kolonel Inf. Ato Sudiatna, S.I.P., mewakili Komandan Korem 052/Wkr. Upacara ini diikuti oleh seluruh Prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Makorem 052/Wkr.


Peringatan Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut menjadi pemantik sekaligus penegasan tentang urgensi membina, membangun, dan melindungi generasi muda sebagai pilar utama kekuatan bangsa di tengah hantaman tantangan global dan masifnya perkembangan teknologi digital.




Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kasrem 052/Wkr, ditekankan bahwa makna kebangkitan nasional pada era modern telah bertransformasi. Perjuangan saat ini tidak lagi sekadar mempertahankan kedaulatan wilayah secara fisik, melainkan juga menjaga kedaulatan informasi serta keamanan ruang digital nasional.


“Pemerintah terus berkomitmen memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai program strategis nasional. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, peningkatan layanan kesehatan gratis, hingga penguatan ekonomi berbasis desa melalui Koperasi Merah Putih. Langkah terintegrasi ini ditujukan demi mewujudkan masyarakat yang mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera,” ujar Kolonel Inf. Ato Sudiatna saat membacakan amanat.


Lebih lanjut, di sektor digital, pemerintah telah mengambil langkah preventif yang tegas demi memproteksi generasi muda. Salah satunya melalui implementasi Peraturan Pemerintah (PP) TUNAS Nomor 17 Tahun 2025 yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan produktif bagi masa depan bangsa.




Momentum Harkitnas ke-118 ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi seluruh komponen bangsa, khususnya keluarga besar Korem 052/Wkr, untuk terus memperkokoh persatuan, meningkatkan literasi digital, serta merawat semangat gotong royong demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Seluruh rangkaian upacara bendera berjalan dengan tertib, lancar, dan aman. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Korem 052/Wijayakrama dalam mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan, loyalitas tanpa batas, serta dedikasi tertinggi kepada bangsa dan negara.(*/red).

Viral “Pocong” Diduga Modus Kejahatan, Polresta Tangerang Tingkatkan Patroli dan Imbau Warga Aktifkan Ronda




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Polresta Tangerang merespons teror “pocong” di sejumlah wilayah yang viral beredar di media sosial. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengimbau masyarakat tetap waspada namun tetap tenang dan tidak panik.


"Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik. Serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," kata Indra Waspada, Selasa (19/5/2026). 


Dari informasi yang beredar, muncul dugaan aksi teror "pocong" tersebut dijadikan modus kejahatan seperti pencurian atau perampokan dengan cara menakut-nakuti warga. Oleh karena itulah, Indra Waspada meminta masyarakat tenang. 


Sebab menurutnya, aksi-aksi menyerupai teror tersebut diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Situasi itu kemudian dapat dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya saat lingkungan dalam kondisi tidak kondusif.


"Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” katanya.


Indra Waspada menegaskan, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polresta Tangerang melalui fungsi Bhabinkamtibmas bersama unsur Babinsa dan perangkat lingkungan akan meningkatkan patroli di wilayah permukiman warga, khususnya pada malam hingga dini hari.


Selain itu, masyarakat juga didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) atau ronda malam sebagai langkah antisipasi menjaga keamanan lingkungan masing-masing.


“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ungkapnya.


Indra Waspada menegaskan, masyarakat diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan atau hal-hal yang meresahkan di lingkungan sekitar. Pelaporan dapat dilakukan ke kantor polisi terdekat maupun melalui layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam.


Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan terkait viralnya teror “pocong” tersebut guna mengungkap pihak yang terlibat serta motif di balik aksi tersebut.


“Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” pungkas Indra Waspada.(*/red).

Melalui Bank Sampah dan Eco Enzyme, Kelurahan Kutabumi Perkuat Pemberdayaan Warga




Tangerang | Mitrapubliknews.com - Pemerintah Kecamatan Pasar Kemis melalui Kelurahan Kutabumi menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pembinaan kepada kader Bank Sampah di Desa Mengwi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kelurahan Kutabumi pada pukul 08.00 WIB.


Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memperkuat serta memberdayakan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, melalui sistem manajemen layaknya perbankan. Sampah yang telah dipilah dapat ditabung dan memiliki nilai ekonomi, sekaligus memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan eco enzyme secara berkelanjutan.


Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa kegiatan pelatihan kader dan kelompok Bank Sampah Eco Enzyme Kelurahan Kutabumi merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis pemberdayaan warga.


“Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, TP PKK, para Ketua RW dan RT, serta para penggerak bank sampah, kami berharap dapat tercipta budaya peduli lingkungan yang dimulai dari rumah tangga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi seluruh warga penggerak bank sampah yang selama ini konsisten menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat.




“Kami sangat mengapresiasi seluruh warga penggerak bank sampah yang terus konsisten menjadi pelopor perubahan di masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan,” tambahnya.


Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Sekretaris Kelurahan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Kutabumi sebagai bentuk kolaborasi dan komitmen bersama dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.


Sementara itu, Anisa, salah satu tamu undangan, mengaku sangat senang dapat mengikuti pelatihan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.


“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini, karena memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Yang sebelumnya kami belum mengetahui manfaat pengelolaan sampah dan eco enzyme, kini menjadi lebih paham,” tuturnya.


Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar masyarakat Kutabumi dapat bersama-sama membangun lingkungan yang lebih baik.


“Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kutabumi dapat bahu-membahu membangun wilayah agar menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (*/red).

Lebih Dari 150 Siswa MI Al-Husna Desa Lontar, Kini Belajar Tenang Tanpa Khawatir Gangguan Banjir

 




Tangerang | Mitrapubliknews.comPT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan melakukan renovasi menyeluruh terhadap Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Husna di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil untuk memulihkan kondisi sekolah gratis tersebut yang sebelumnya memprihatinkan dan sering terendam banjir saat hujan deras. Lontar, (18 Mei 2026).


Senior Manager UBP Banten 3 Lontar, Ria Indrawan, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekitar wilayah operasional.


"Kami berharap perbaikan ini mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi lebih dari 150 siswa MI Al-Husna," ujarnya.




Solusi Banjir dan Papan Tulis Kapur,Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi MI Al-Husna cukup memprihatinkan akibat keterbatasan anggaran operasional. Sekolah yang menggratiskan biaya bulanan ini kerap mengalami kebocoran atap. Ditambah lagi, posisi lantai kelas yang lebih rendah dari lapangan membuat air hujan langsung masuk dan membanjiri ruang kelas. Keterbatasan ruang kelas juga sempat memaksa pihak sekolah menggunakan sekat darurat demi menampung jumlah siswa yang terus meningkat. Fasilitas dasar seperti toilet guru dan siswa yang layak pun sebelumnya belum tersedia, serta masih menggunakan papan tulis kapur yang berisiko bagi kesehatan pernapasan.


Menanggapi hal tersebut, UBP Lontar melakukan perbaikan total yang meliputi:

- Peninggian lantai ruang kelas agar sejajar dengan lapangan sekolah.

-- Perbaikan dan penggantian atap yang bocor.

-- Pengecatan ulang seluruh ruang kelas dan perluasan ruang guru.

-- Pembangunan dua unit toilet terpisah untuk pria dan wanita.

Selain infrastruktur fisik, UBP Lontar juga menyalurkan fasilitas penunjang belajar berupa meja dan kursi baru, whiteboard, alat kebersihan, hingga tambahan buku bacaan untuk perpustakaan sekolah.




“Keadaan sekolah kami, MIS Al-Husna Lontar sebelum ada bantuan ini sangat memprihatinkan. Keadaannya benar-benar tidak layak huni untuk dinilai sebagai sebuah satuan pendidikan karena tidak ada anggaran untuk membangun atau merenovasi bangunan sekolah, ketika musim hujan sekolah kami sering kebanjiran, air lumpur masuk ke dalam kelas dan ruang guru. Saat ini keadaan sudah berubah 180 derajat, kami benar-benar sudah merasakan kenyamanan dan kebahagiaan ketika belajar mengajar sedang berlangsung, tidak ada lagi banjir dan kebocoran ketika musim hujan datang, kami benar-benar merasa terbantu”, ungkap Dodi Mulyadi selaku Kepala Sekolah MI Al-Husna.


Inovasi Material Ramah Lingkungan Berbasis FABA Uniknya, proses renovasi ini mengoptimalkan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), yakni material sisa pembakaran batu bara dari operasional pembangkit yang telah diolah menjadi produk guna. Material bottom ash digunakan sebagai bahan urugan untuk meninggikan lantai kelas guna mengantisipasi banjir. Sementara itu, batako yang dibuat dari campuran FABA diaplikasikan langsung pada pembangunan dua unit kamar mandi baru dan perbaikan dinding kelas.


Pemanfaatan FABA ini menjadi bukti nyata komitmen UBP Lontar dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang memberikan dampak sosial langsung, khususnya pada sektor fasilitas pendidikan masyarakat setempat. Kini, lebih dari 150 siswa MI Al-Husna dapat mengikuti kegiatan belajar-mengajar dengan tenang tanpa bayang-bayang banjir saat musim hujan tiba.


Narahubung:

Farid Setiawan

Assistant Manager Umum

PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar

farid.setiawan@plnindonesiapower.co.id

+62 812-9550-4326



Sekilas Tentang 

PT PLN Indonesia Power adalah Generation Company terbesar se-Asia Tenggara Sub Holding BUMN kelistrikan yaitu PT PLN (Persero). PLN Indonesia Power selalu berkomitmen untuk menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi pada masa depan menuju The NEW PLN 4.0 UNLEASHING ENERGY and BEYOND. (*/red).

Kasad Tekankan Profesionalisme, Kesiapsiagaan Prajurit dan Efisiensi Energi pada Upacara 17-an di Korem 052/Wkr




Tangerang | Mitrapubliknews.com Korem 052/Wijayakrama melaksanakan Upacara Bendera 17-an bulan Mei 2026 di Lapangan Makorem 052/Wkr. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti seluruh prajurit serta PNS jajaran Korem 052/Wkr. Upacara dipimpin oleh Pasiter Mayor Inf Suwariyono selaku Inspektur Upacara yang membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat. Tangerang, Senin (18/5/2026).


Dalam amanatnya, Kasad menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat harus senantiasa adaptif, profesional dan responsif dalam menghadapi dinamika perkembangan situasi global, regional, maupun nasional yang semakin kompleks. Berbagai tantangan strategis, mulai dari konflik geopolitik dunia hingga ancaman krisis energi global, dinilai menuntut kesiapsiagaan seluruh satuan jajaran TNI AD.


Kasad juga menekankan pentingnya mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi nasional melalui penghematan penggunaan energi dan sumber daya di lingkungan satuan.




“TNI AD berkomitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah melalui langkah nyata efisiensi energi. Laksanakan penghematan penggunaan BBM, listrik, gas, dan air di seluruh jajaran,” tegas Kasad dalam amanat tertulisnya.


Selain itu, Kasad memberikan perhatian terhadap prediksi terjadinya kemarau panjang dan kekeringan ekstrem pada pertengahan tahun 2026 yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan nasional. Menyikapi hal tersebut, TNI AD diminta terus mengoptimalkan program unggulan teritorial melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan fasilitas air bersih, karya bakti pembersihan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian.


Kasad turut menyampaikan apresiasi atas capaian program kerja dan anggaran TNI AD Tahun 2026 yang berjalan optimal. Keberhasilan tersebut dinilai sebagai wujud dedikasi, loyalitas, dan integritas prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.




Mengakhiri amanatnya, Kasad menekankan kepada seluruh prajurit agar menjaga kehormatan institusi, bijak dalam menggunakan media sosial, mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, serta menghindari segala bentuk pelanggaran guna mewujudkan Zero Violation di lingkungan TNI AD.


Upacara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar sebagai cerminan disiplin, soliditas, serta kesiapan operasional prajurit Korem 052/Wijayakrama dalam mendukung tugas pokok TNI AD. (*/ red).

Resmikan Makam Keramat Ki Mauk Rampung, Bupati Maesyal Rasyid: Momentum Pelestarian Sejarah dan Penggerak Ekonomi Rakyat




TANGERANG | Mitrapubliknews.com Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meresmikan selesainya proyek pemugaran dan penataan kawasan Makam Keramat Ki Mauk di Kecamatan Mauk. Kegiatan tersebut sekaligus menandai keberhasilan program relokasi permukiman warga di sekitar area makam menjadi kawasan yang lebih tertata, bersih, dan representatif, Minggu (17/5/26).


Bupati Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa rencana penataan makam pejuang dan tokoh panutan masyarakat tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 1997. Namun, melalui komitmen bersama dan pendekatan musyawarah, proses penataan akhirnya dapat direalisasikan secara optimal dalam satu tahun terakhir.


“Alhamdulillah, rencana pemugaran, penataan, dan pembangunan Makam Keramat Ki Mauk ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1997. Namun setahun lalu, tepatnya pada bulan Mei, kami bermusyawarah bersama keluarga yang tinggal di sini, Pak Camat, Ketua MUI, serta tokoh pemuda. Alhamdulillah semuanya sepakat dan menyetujui relokasi rumah warga,” ujar Bupati Maesyal.


Penataan kawasan tersebut di antaranya termasuk pemindahan rumah warga yang sebelumnya berada di area inti makam keramat. Hunian baru warga kini berada sekitar 100 hingga 200 meter dari lokasi semula, dengan fasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama pihak swasta PIK 2. 


Menurut Bupati Maesyal, kondisi kawasan makam sebelumnya dinilai kurang representatif sebagai situs keramat dan destinasi ziarah masyarakat. Penafaan tersebut bertujuan agar kawasan situs sejarah dan religi tersebut lebih tertata dan terbebas dari kesan kumuh.


“Dulu saya melihat kawasan ziarah ini kurang tertata. Rumah-rumah di sekitarnya juga belum mencerminkan bahwa ini adalah kawasan makam keramat. Sekarang alhamdulillah pendopo sudah dibangun, tempat ziarah sudah disiapkan, dan insyaAllah ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.


Lanjut dia, saat ini kawasan Makam Keramat Ki Mauk telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti pendopo, akses air bersih, toilet umum, dan ke depan akan dibangun musala. Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis penataan tersebut nantinya juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.


“Di satu sisi kita terus mengingat jasa para leluhur, pejuang, dan tokoh panutan seperti Ki Mauk. Di sisi lain, mudah-mudahan kawasan ini bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan. Masyarakat bisa berjualan, menyediakan kopi dan kebutuhan peziarah, sekaligus ikut menjaga kelestarian dan kebersihan makam keramat ini,” tambahnya.




Ki Mauk sendiri dikenal luas oleh masyarakat sebagai sosok pejuang dan tokoh panutan yang memiliki jasa besar bagi wilayah Mauk dan sekitarnya, sehingga nilai perjuangan dan keteladanannya diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus.


"Kita berharap semangat dan nilai-nilai perjuangan beliau terus hidup dan menginspirasi kita semua untuk bersam-sama membangun daerah," pungkasnya. (*/red).

Diduga Bikin Video Provokatif, Seorang Pria Diamankan Polsek Mauk




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang mengamankan seorang pria berinisial KH, warga Desa Rawakidang, Kecamatan Sukadiri, usai videonya yang diduga berisi ujaran provokatif viral di media sosial.


Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana mengatakan, KH diamankan pada Sabtu (16/5/2026) untuk dimintai keterangan terkait video yang dibuat di kawasan Jalan Kali Cirarab, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.


Menurut Nyoman, KH mengakui bahwa pria dalam video tersebut adalah dirinya. Kepada polisi, KH menyebut video itu dibuat karena emosi dan rasa kesal terhadap seseorang terkait urusan pribadi.


“Pada saat membuat video tersebut, KH diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol,” ujar Nyoman, Minggu (17/5/2026).


Di hadapan petugas, KH juga menyampaikan permintaan maaf dan mengaku tidak memiliki niat mencelakai siapa pun. Ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.




Meski demikian, polisi mempersilakan apabila ada pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (*/red).


Warung Aceh Diduga Edarkan Obat Keras Daftar G di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Tangerang

 



TANGERANG | Mitrapubliknews.com Peredaran obat keras daftar G jenis Tramadol dan Heximer di Kabupaten Tangerang diduga semakin meluas dan marak di sejumlah wilayah. Salah satunya diduga berada di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, tepatnya di RT 002 RW 001, Desa Klebet. Jumat (15/05/2026).


Keberadaan tempat yang diduga dijadikan lokasi transaksi obat keras tersebut diketahui saat awak media melakukan investigasi di lapangan. Sebuah rumah diduga digunakan sebagai tempat penjualan Tramadol dan Heximer yang hingga kini terkesan belum tersentuh aparat penegak hukum maupun aparat pemerintah setempat.


Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah anak muda hingga remaja diduga membeli obat keras tersebut. Kondisi ini dinilai membahayakan generasi muda karena efek dari obat jenis Tramadol dan Heximer dapat menyebabkan mabuk dan ketergantungan apabila disalahgunakan.


Salah seorang warga berinisial (B) mengatakan bahwa aktivitas penjualan obat keras tersebut sudah berlangsung kurang lebih dua bulan dan belum terlihat adanya tindakan ataupun teguran dari aparat terkait.


“Kami merasa terganggu dengan adanya aktivitas jual beli obat di sini, karena bukan hanya anak sini saja yang beli, tapi orang dari luar wilayah juga datang dan beli di sini,” ujar warga.


Warga mengaku resah dengan keberadaan lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi obat keras tersebut karena dianggap mengganggu ketenangan lingkungan dan dikhawatirkan berdampak buruk terhadap generasi muda.


Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pemerintah setempat segera mengambil tindakan tegas dengan menutup aktivitas penjualan obat keras ilegal tersebut. Selain meresahkan warga, peredaran obat keras tanpa izin juga diduga melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.


Dengan terbitnya pemberitaan ini, warga berharap pihak terkait segera melakukan penertiban agar situasi lingkungan kembali aman dan kondusif.

Polresta Tangerang Resmikan SPPG di Rajeg, Siap Dukung Program Nasional MBG



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknewa.com - Polresta Tangerang meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banggalawa Tantya di Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Peresmian 166 SPPG Polri secara serentak yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual dari Sidoarjo, Jawa Timur.


Peresmian di wilayah Polresta Tangerang dihadiri Wakapolda Banten Brigjen Pol Hendra Wirawan, pejabat utama Polda Banten, Forkopimda, dan unsur terkait lain. 


Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah mendukung pembangunan program SPPG di wilayah Banten.


“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polda Banten, para Kapolres, pengawas SPPG, para koordinator wilayah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mendukung terlaksananya program ini,” ujarnya.



Menurut dia, capaian pembangunan SPPG di Provinsi Banten mengalami peningkatan signifikan. Dari target awal satu model SPPG, kini telah terbangun sebanyak 70 SPPG, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Tangerang. Dia merinci, sebanyak 38 unit telah operasional, 27 dalam persiapan operasional, dan 11 masih dalam tahap pembangunan.


"Ini menjadi bukti nyata komitmen seluruh jajaran bersama pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat,” katanya.


Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, program SPPG merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.


Dia menjelaskan, saat ini terdapat 30 unit SPPG di wilayah hukum Polresta Tangerang. Sebanyak 12 unit dikelola Polda Banten dan 18 unit dikelola Polresta Tangerang.


Dari jumlah tersebut, enam unit SPPG Polresta Tangerang telah beroperasi, yakni SPPG 1 Cikupa, SPPG 2 Sukamulya, SPPG 3 Kresek, SPPG Raksa 6 Kresek, SPPG Raksa 5 Rajeg, dan SPPG Raksa 15 Kronjo.


“Total penerima manfaat dari SPPG yang telah operasional saat ini mencapai 10.926 penerima manfaat,” ungkapnya.


Menurut Indra Waspada, program tersebut memiliki manfaat besar, terutama dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi siswa sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui guna menekan angka stunting.


Selain itu, kata dia, seluruh makanan diproduksi dengan standar higienis dan sistem keamanan pangan yang ketat agar kualitas makanan yang diterima masyarakat benar-benar terjamin.


“Program ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pembelian bahan baku dari petani, peternak, dan nelayan lokal, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.


Dalam peresmian virtual tersebut, Presiden Prabowo Subianto turut mengapresiasi peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan dan makan bergizi nasional.


“Saya merasa sangat bangga melihat peran Polri hari ini yang ikut mendukung ketahanan pangan, membantu petani, membangun gudang pangan, dan mendukung program makan bergizi,” ujar Presiden.


(Red)

Nekat Catut Nama Ketua PWI Demi Minta Uang ke Wali Kota Tangerang, Pemuda 21 Tahun Ini Justru Dimaafkan! Ini Alasannya




KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Aksi nekat seorang pria berinisial K (21) yang mencatut nama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, R Herwanto, untuk meminta bantuan dana kepada Wali Kota Tangerang, Sachrudin, berakhir tak terduga.


Alih-alih berujung penjara, pemuda tersebut justru dimaafkan.


Peristiwa ini terjadi pada Jumat malam Sabtu (15/5) di kediaman pribadi Wali Kota Tangerang. Dengan mengaku sebagai keluarga dekat Ketua PWI, K berdalih bahwa R Herwanto tengah sakit dan membutuhkan bantuan dana.


Tak tanggung-tanggung, selain mengirim pesan singkat, K juga nekat datang langsung ke rumah wali kota untuk meyakinkan aksinya.


Namun, kebohongan tersebut akhirnya terbongkar setelah dilakukan konfirmasi. R Herwanto memastikan tidak pernah meminta bantuan apa pun dan tidak mengetahui tindakan pelaku.


K pun langsung diamankan dan sempat dibawa ke Polsek Cipondoh. Kasus ini sempat menjadi sorotan karena dinilai sebagai upaya penipuan dengan mencatut nama tokoh.


Meski begitu, perkara tersebut tidak berlanjut ke proses hukum.

Pasalnya, tidak ditemukan unsur pidana yang cukup kuat untuk menjerat pelaku, sehingga tidak memungkinkan dilakukan penahanan. Selain itu, faktor kemanusiaan serta usia pelaku yang masih muda menjadi pertimbangan utama.


Pengurus PWI Kota Tangerang akhirnya mengambil langkah mengejutkan dengan memberikan maaf kepada K.


Sebagai konsekuensi, pelaku diwajibkan membuat surat pernyataan resmi yang berisi janji tidak akan mengulangi perbuatannya, termasuk tidak lagi membawa-bawa nama organisasi maupun tokoh untuk kepentingan pribadi.


“Kami sepakat menyelesaikan ini secara kekeluargaan. Yang bersangkutan masih muda, dan kami melihat ada penyesalan. Ini jadi pembelajaran bersama,” ujar R Herwanto, Sabtu (17/5).


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku memiliki hubungan dengan tokoh tertentu untuk meminta bantuan.


“Kami minta semua pihak untuk selalu melakukan konfirmasi. Jangan sampai ada yang dirugikan oleh modus seperti ini,” tegasnya.


Kasus ini pun menjadi perbincangan, lantaran di tengah maraknya penipuan berkedok nama pejabat, penyelesaian dengan pendekatan humanis justru dipilih.


Di satu sisi, tindakan ini menuai simpati. Namun di sisi lain, juga menjadi peringatan keras bahwa pencatutan nama bisa berujung serius jika disalahgunakan.(*/red).

Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid At Ta’awun di Green Savana Citra Raya




TANGERANG | Mitrapubliknews.com Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid At Ta’awun di kawasan Perumahan Green Savana Citra Raya, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Jumat (15/5/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu menjadi simbol dimulainya pembangunan rumah ibadah yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat di lingkungan perumahan tersebut.


Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua DMI Kabupaten Tangerang KH Sanwani, Pj Camat Panongan H. Chaidir, Danramil 14/Panongan Kapten Arh Syarial Siregar, Kapolsek Panongan Irruandy Aritonang, Kepala Desa Ciakar Nur Jalyudin, jajaran pengurus DKM, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.




Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pembangunan masjid bukan hanya membangun fisik semata, tetapi juga menjadi upaya memperkuat nilai kebersamaan, keimanan, dan kehidupan sosial masyarakat.


“Masjid harus menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pembinaan umat dan penguatan kebersamaan masyarakat. Saya berharap pembangunan Masjid At Ta’awun ini berjalan lancar dan nantinya memberikan manfaat besar bagi warga,” ujar Maesyal Rasyid.


Prosesi peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pembangunan masjid.




Sementara itu, Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif.


“Kami dari Polsek Panongan turut melakukan pengamanan dan monitoring agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata IPTU Irruandy Aritonang.


Acara berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme masyarakat Perum Green Savana Citra Raya. Kegiatan selesai pada pukul 09.00 WIB dalam keadaan aman dan kondusif. (*/red).