BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Perayaan 12 Tahun Transera Waterpark Hadirkan Acara Spektakuler





Bekasi Kota | Mitrapubliknews.com,– Mulai 14 hingga 17 Februari 2026, Transera Waterpark Harapan Indah, menghadirkan Triple Happiness Specta-Fest, perayaan kolosal yang memadukan kemeriahan Imlek, kehangatan Valentine, serta momen spesial ulang tahun ke-12 Transera.


"Selama empat hari penuh, pengunjung akan disuguhkan dekorasi tematik yang estetik, atmosfer penuh cinta, serta rangkaian acara hiburan untuk seluruh keluarga," kata Staff Markom, Munawar mewakili Managemen Transera Waterpark, Jumat (13/02/2026).


Dikatakan Munawar, momentum ini menjadi simbol 12 tahun perjalanan Transera dalam menghadirkan keceriaan dan pengalaman rekreasi air yang berkesan bagi masyarakat.


Kenapa Wajib Datang?

Hoki Imlek dengan dekorasi meriah dan nuansa penuh keberuntungan.


Cinta Valentine untuk rayakan momen romantis bersama orang tersayang.


Ultah ke-12 Transera dengan pesta dan kejutan spesial.


Selain itu kata Munawar pihaknya menawarkan bonus spesial, yaitu setiap pembelian tiket langsung mendapatkan Kupon Hadiah Ultah.


"Kesempatan membawa pulang berbagai hadiah menarik menanti para pengunjung yang beruntung," kilahnya.


Rangkaian Acara Specta-Fest

14 Februari, Karaoke & Games Valentine, 15 Februari, Shein Fit & Run & Bazaar Kuliner, 16 Februari: Games Ombak Transera, 17 Februari, Barongsai Performance & Pesta Hadiah

Informasi Operasional


Jam Operasional:

Weekday: 10.00 – 17.30

Weekend: 09.00 – 18.00

Close gate: 16.30


Dikatakan Munawar, Promo Spesial Ulang Tahun ke 12, Tiket Ultah Hanya Rp12.000

Syarat & Ketentuan: Wajib mengajak satu pendamping. Membawa copy identitas (KTP/KK/Akte). Tidak berlaku hari Jumat. Tidak dapat digabung dengan promo lain


Tiket ultah & pendamping dibeli langsung di loket. Promo Pendamping Ultah Rp 68.000


"Dengan konsep tiga perayaan dalam satu festival, Specta-Fest 2026 siap menjadi destinasi liburan paling semarak di Bekasi," imbuh Munawar.


Amankan tiket Anda dan rayakan momen spesial bersama keluarga serta orang tercinta hanya di Transera Waterpark.


Informasi lebih lanjut: 0816711525.


(Agus Kanit)

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah Demi Tingkatkan Kualitas Pendidikan

 



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang resmi menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Kebijakan ini diberlakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif, fokus, dan berkualitas. 


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dadan Gabdana melalui Kepala bidang pengelolaan pendidikan sekolah dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dilli Windu mengatakan bahwa penggunaan gawai yang tidak terkontrol selama jam pelajaran dinilai dapat mengganggu konsentrasi siswa dan proses pembelajaran. 


Oleh karena itu, sekolah-sekolah diminta untuk menerapkan aturan yang membatasi penggunaan ponsel, kecuali untuk keperluan pembelajaran yang telah disetujui guru. 


"Kami ingin memastikan bahwa proses belajar mengajar berlangsung secara optimal. Gawai boleh digunakan, tetapi harus sesuai kebutuhan pembelajaran dan dalam pengawasan guru," ujar Dilli Windu saat konferensi pers, Jumat (13/2). 



Dalam kebijakan tersebut, siswa tidak diperkenankan menggunakan gawai selama jam pelajaran berlangsung, kecuali untuk kegiatan berbasis teknologi yang telah dirancang oleh sekolah. 


Selain itu, sekolah juga diminta menyediakan loker penyimpanan gawai guna menghindari penyalahgunaan. 


Sejumlah kepala sekolah menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai pembatasan penggunaan gawai dapat meningkatkan interaksi sosial antar siswa serta mendorong siswa lebih aktif dalam diskusi kelas. 


Salah satu guru SMP di Kabupaten Tangerang mengatakan bahwa selama ini masih ditemukan siswa yang menggunakan ponsel untuk bermain gim atau mengakses media sosial saat jam pelajaran. Dengan adanya aturan baru, diharapkan disiplin siswa dapat meningkat. 


Para orang tua siswa pun diimbau untuk mendukung kebijakan tersebut dengan mengawasi penggunaan gawai anak di rumah. Dinas Pendidikan juga berencana melakukan evaluasi berkala untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar siswa. 


Melalui langkah ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berharap tercipta lingkungan sekolah yang lebih tertib, fokus, dan mendukung pembentukan karakter peserta didik secara menyeluruh. 


(Red)

Kapolres Metro Tangerang Kota Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden



Jakarta | Mitrapubliknews.com – Komitmen dan kerja nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional berbuah penghargaan bergengsi bagi Kapolres Metro Tangerang Kota. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya kepada Dr. Raden Muhammad Jauhari, Kapolres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya, dalam sebuah seremoni kenegaraan di Jakarta, Jumat (13/2/2026).


Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (SPMBG) serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta optimalisasi rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri guna mendukung agenda besar ketahanan pangan nasional.


Penganugerahan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Bintang Jasa serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Satyalancana Wira Karya yang ditandatangani di Jakarta pada 13 Februari 2026.


Dalam amanatnya, Presiden menegaskan bahwa tanda kehormatan negara diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa besar, dedikasi, dan kontribusi nyata para penerima dalam memperkuat implementasi MBG Polri serta menjaga keberlanjutan distribusi pangan bergizi kepada masyarakat.



Nama Dr. Raden Muhammad Jauhari tercatat sebagai salah satu penerima Satyalancana Wira Karya bersama sejumlah pejabat tinggi Polri dan tokoh masyarakat lainnya. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran aktif jajaran Polres Metro Tangerang Kota dalam memastikan program pemenuhan gizi berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.


Secara terpisah, Kapolres Metro Tangerang Kota menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan semata untuk pribadi, melainkan untuk seluruh personel yang telah bekerja keras di lapangan.


“Penghargaan ini adalah hasil kerja kolektif. Kami akan terus berkomitmen mendukung kebijakan nasional, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel,” ujarnya.


Penganugerahan ini juga mencerminkan sinergi kuat lintas sektor antara Polri, pemerintah, serta elemen masyarakat dalam mendorong kesejahteraan rakyat melalui program pemenuhan gizi yang berkelanjutan.


Dengan penghargaan tersebut, diharapkan semangat kolaborasi dan dedikasi terus terjaga demi memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai daerah.


(Red)

Presiden Prabowo Anugrahkan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya Kepada Penggerak MBG dan Rantai Pasok SPPG Porli



Jakarta | Mitrapubliknews.com  – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya kepada para pejabat Polri serta tokoh masyarakat yang menjadi penggerak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguat rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.


Penganugerahan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Makan Bergizi Gratis (SPMBG) serta peresmian 18 gudang ketahanan pangan Polri, Jumat (13/2/2026). Penghargaan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Bintang Jasa dan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penganugerahan Satyalancana Wira Karya, yang ditandatangani di Jakarta pada 13 Februari 2026.


Tanda kehormatan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa besar, dedikasi, serta kontribusi nyata dalam memperkuat implementasi MBG Polri, menjaga kelancaran rantai pasok SPPG Polri, serta mendukung kebijakan nasional di bidang gizi, ketahanan pangan, dan pelayanan publik.



Berikut daftar penerima dan jenis tanda kehormatannya sesuai urutan terbaru:


I. Bintang Jasa Utama

1. Dr. Ir. Dadan Hindayana – Kepala Badan Gizi Nasional.


II. Bintang Jasa Pratama

2. Komjen Pol. Dedi Prasetyo – Wakapolri.

3. Sony Sonjaya, S.I.K. – Irjen Pol (Purn), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

4. Nanik Sudaryati Deyang – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

5. Lodewyk Pusung – Letjen TNI (Purn), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.


III. Bintang Jasa Nararya

6. Komjen Pol. Wahyu Widada – Irwasum Polri.

7. Nurworo Danang, S.I.K. – Irjen Pol, Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri.

8. Iman Prijantoro, S.H. – Irjen Pol (Purn), Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas MBG Polri.

9. Abdul Karim, S.I.K., M.Si. – Irjen Pol, Kadivpropam Polri.

10. Irjen Pol. Anwar, S.I.K., M.Si. – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia.


IV. Satyalancana Wira Karya

11. Irjen Pol. Asep Edi Suheri – Kapolda Metro Jaya.

12. Dr. Ribut Hari Wibowo – Kapolda Jawa Tengah.

13. Hengki – Kapolda Banten.

14. Irjen Pol. Whisnu Hermawan Febrianto – Kapolda Sumatera Utara.

15. Drs. Nanang Avianto – Kapolda Jawa Timur.

16. Asep Safrudin – Kapolda Kepulauan Riau.

17. Dr. Gatot Tri Suryanta – Kapolda Sumatera Barat.

18. Andi Rian R. Djajadi – Wakalemdiklat Polri.

19. Rosyanto Yudha Hermawan – Kapolda Kalimantan Selatan.

20. Dekananto Eko Purwono – Wakapolda Metro Jaya.

21. dr. A. Nyoman Eddy Purnama Wirawan – Karodokpol Pusdokkes Polri.

22. Hendra Kurniawan – Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. II Sespim Lemdiklat Polri.

23. Ucu Kuspriyadi – Karorenmin Itwasum Polri.

24. Nanang Masbudi – Irwasda Polda Sumut.

25. Sri Satyatama – Irwasda Polda Metro Jaya.

26. Feri Handoko Soenarso – Irwasda Polda Sumsel.

27. Tato Pamungkas Suyono – Irwasda Polda Kepri.

28. Yayat Ruhiyat – Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Jatim.

29. Andi M. Indra Waspada A. – Kapolresta Tangerang Polda Banten.

30. Dr. Raden Muhammad Jauhari – Kapolres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya.

31. Ferry Mulyana Sunarya – Kapolres Nias Selatan Polda Sumut.

32. Wikha Ardilestanto – Kapolres Bogor Polda Jabar.

33. Pahala Martua Nababan – Kapolres Lingga Polda Kepri.

34. Hendro Sukmono – Kapolres Bangkalan Polda Jatim.

35. Dewiana Syamsu Indyasari – Kapolres Sragen Polda Jateng.

36. Angga Dewanto Basari – Kapolres Donggala Polda Sulteng.

37. Willian Harbensyah – Kapolres Sijunjung Polda Sumbar.

38. Budi Raharjo – Panit 1 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Jateng.

39. Direktur Bank Mandiri.

40. H. Zaini Sidi – Tokoh masyarakat sektor pangan.


Penganugerahan ini merupakan bentuk pengakuan negara atas dedikasi dan kerja nyata para penggerak MBG serta penguatan rantai pasok SPPG Polri dalam menjaga keberlanjutan program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan nasional.


Penghargaan ini sebagai wujud transparansi dan apresiasi atas sinergi lintas sektor demi kesejahteraan rakyat serta penguatan pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.


(Red)

Menkomdigi Tegaskan Jurnalis Tak Boleh 100 Persen Andalkan AI

 



Jakarta | Mitrapubliknews.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan kerja jurnalistik tidak boleh sepenuhnya bergantung pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Di tengah pesatnya pemanfaatan teknologi, ia menilai jurnalisme harus tetap berpihak pada peran dan sentuhan manusia.

Menurut Meutya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu di ruang redaksi, namun tidak boleh menggantikan sepenuhnya proses kerja jurnalistik yang menuntut kepekaan, etika, dan tanggung jawab.

"Kerja jurnalistik tidak bisa 100 persen mengandalkan AI. Perlu ada keberpihakan di ruang redaksi. AI boleh masuk, tetapi harus tetap ada keberpihakan pada tangan-tangan manusia," kata Meutya saat memberikan sambutan dalam Konvensi Nasional Media Massa pada peringatan Hari Pers Nasional di Kota Serang, Minggu (8/2).

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang penggunaan AI. Aturan tersebut diharapkan menjadi payung hukum pemanfaatan AI, termasuk di lingkungan media massa.

"Perpres ini menunggu di Kementerian Hukum. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa ditandatangani, sehingga menjadi dasar bagi kementerian dan lembaga untuk menurunkannya dalam peraturan menteri terkait pengaturan AI," ujarnya.

Meutya menekankan, regulasi tersebut diharapkan tidak hanya mengatur aspek teknologi, tetapi juga melindungi keberlangsungan profesi jurnalis dan ekosistem media. Menurutnya, penggunaan AI harus diarahkan untuk memperkuat kualitas jurnalistik, bukan justru menggerus peran manusia di dalamnya.

Komdigi, lanjut Meutya, akan membuka dialog dengan media massa dalam penyusunan aturan tersebut. Ia berharap komunikasi yang intensif dapat menghasilkan regulasi yang adil dan berpihak pada keberlanjutan industri pers.

"Dialog harus terbuka dan saling berkomunikasi. Harapannya, kita bisa hidup di era AI dengan lebih sejahtera dan berkelanjutan," katanya.

Di sisi lain, Meutya juga menyoroti tantangan disrupsi informasi yang semakin kompleks. Ia menilai masyarakat kini tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga akurat dan kontekstual.

"Disinformasi menjadi pekerjaan rumah bersama, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia," ujarnya.

Ia menegaskan, kebebasan berekspresi dan kebebasan pers tetap dijaga. Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab untuk melindungi publik dari informasi yang keliru.

"Prinsip pers bukan hanya memberikan informasi, tetapi juga melindungi masyarakat dari informasi yang tidak benar," kata Meutya.

Menurutnya, maraknya disinformasi dapat mengikis kepercayaan publik terhadap media. Karena itu, karya jurnalistik yang mengedepankan etika, objektivitas, dan peran manusia menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan tersebut di tengah era teknologi yang kian maju.


(Red)

Bau Tak Sedap Akibat Penumpukan Sampah di Sepanjang Jalan Desa Tobat, Kades dan Camat Tutup Mata




‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Penguna jalan keluhkan bau yang tak sedap akibat penumpukan sampah di sepanjang jalan jalan Jalan raya sentiong menuju PT PMI, di desa tobat, kecamatan Balaraja di duga Camat dan Kades tutup mata, Jum'at (13 Februari 2026).


Warga Balaraja dan penguna jalan kembali dihebohkan dengan adanya sampah di sepanjang jalan sehingga bau tak sedap, kumuh dan jalan licin, Padahal lokasi tersebut merupakan jalur utama yang sering dilalui oleh masyarakat dan penguna jalan.



AY, salah satu penguna jalan yang sering melintas di jalan tersebut mengatakan, penumpukan sampah ini sudah lama, sehingga menyebabkan bau yang tidak sedap, selain terlihat terkesan kumuh jalan sangat licin.


"Kekecewaannya atas kondisi ini, Sampah-sampah ini sudah lama ada di sini, tapi tidak ada tindakan apa-apa dari pihak terkait," ungkapnya.


"Kami berharap pihak terkait segera mengambil tindakan untuk membersihkan sampah-sampah ini, Kami tidak ingin melihat Balaraja menjadi kotor dan tidak sehat," ujarnya.


Kades dan camat Balaraja belum memberikan pernyataan resmi terkait adanya penumpukan sampah di sepanjang jalan tersebut.


‎(D,SHT)

Penyesalan Sang ‘Abid Ketika Sakaratul Maut





Kabupaten Tangerang |Mitrapubliknewes.com - Dalam berbagai literatur Shirah Nabawiyah (sejarah kehidupan para nabi), banyak kisah baik dari para Nabi atau Rasul maupun dari para shahabat dan pengikutnya yang yang bisa dijadikan contoh atau teladan bagi kita baik itu dalam hal ibadah maupun akhlaknya. Di kalangan para shahabat Rasulullah SAW sendiri banyak para shahabatnya yang patut kita teladani, salah satunya adalah Shahabat yang bernama Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu (sebagian pendapat ada yang menyebutnya dengan Tsauban), Namanya tidak begitu popular sekaliber shahabat-shahabat Rasululah SAW yang lain, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar Bin Khattab dan yang lainnya. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu memiliki kebiasaan unik, dia datang ke masjid sebelum waktu shalat berjamaah. Ia selalu mengambil posisi di pojok masjid pada setiap shalat berjamaah dan i’tikaf. Alasannya, selalu mengambil posisi di pojok masjid karena ia tidak ingin mengganggu atau menghalangi orang lain yang akan melakukan ibadah di masjid. Kebiasaan ini, sudah dipahami oleh semua orang bahkan Rasulullah SAW sendiri, bahkan Rasulullah SAW menyebutnya dengan sebutan ‘Abid (ahli ibadah). Tetapi sang ‘abid tersebut diketahui menyesali semua amal kebaikan yang pernah ia lakukan ketika menjelang sakaratul mautnya. Mengapa demikian, apa yang sebenarnya terjadi?


Suatu hari Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu tidak ikut berjama'ah shalat Shubuh di masjid bersama Rasulullah SAW dan para sahabat lainnya, Rasulullah SAW pun ketika tiba ke masjid heran tidak mendapati Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu di tempat duduknya biasanya, shalat Shubuh pun sengaja ditunda sejenak, untuk menunggu kehadiran Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu. Namun yang ditunggu belum datang juga. Karena khawatir shalat Shubuh kesiangan, Rasulullah SAW pun memutuskan untuk segera melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Hingga shalat Subuh selesai pun, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu belum datang juga.. Selesai shalat Shubuh, Rasulullah SAW pun bertanya, “Apakah ada yang mengetahui kabar Sya’ban?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawab. Rasul pun 


bertanya lagi, “Apa ada yang mengetahui dimana rumah Sya’ban?” Seorang shahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia tahu persis dimana rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu. 


Rasulullah SAW sangat khawatir terjadi sesuatu terhadap shahabatnya tersebut, meminta diantarkan ke rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu.  Perjalanan dari masjid ke rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu cukup jauh dan memakan waktu lama terlebih mereka menempuhnya dengan berjalan kaki. Akhirnya, Rasulullah SAW dan para shahabat sampai di rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pada waktu shalat Dhuha (kira-kira 3 jam perjalanan). 


Sesampainya di depan rumah, Rasulullah SAW pun mengucap salam sambil mengetuk pintu. Kemudian, keluarlah seorang wanita sambil membalas salam serta membukakan pintu. Rasulullah SAW bertanya, "Benarkah ini rumah Sya'ban?". Wanita itu pun menjawab, "Iya, saya istrinya." Rasulullah SAW kembali bertanya, "Bisakah kami bertemu dengan Sya'ban? Tadi pagi beliau tidak hadir waktu jamaah shalat shubuh bersama kami." Wanita itu menjawab sambil menitikkan air mata di pipinya. "Mohon maaf ya Rasulullah. Beliau sudah meninggal pagi tadi, tepat sebelum adzan shubuh”. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun".


Beberapa saat kemudian, wanita itu bertanya kepada Rasulullah SAW. "Ya Rasulullah, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada engkau." Rasulullah SAW pun menjawab, "Silakan apa yang hendak ingin kau tanyakan?" Wanita itu berkata, "Tadi sebelum ia meninggal, ia berteriak tiga kali dengan kalimat yang berbeda." Rasulullah SAW pun kembali bertanya, "Apa saja kalimat yang diucapkannya?", "Dalam masing-masing teriakan ia berkata, 'Aduh, mengapa tidak lebih jauh? Aduh, mengapa tidak yang baru? Aduh, mengapa tidak semuanya?"


Rasulullah SAW kemudian memberikan penjelasan dengan amat rinci. Ketika menjelang sakaratul maut, seluruh amal perbuatan yang telah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu lakukan ditayangkan ulang oleh Allah SWT. Semua peristiwa yang disaksikan oleh Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu, tidak dapat dilihat oleh orang lain. Di samping amal perbuatannya, Allah SWT juga memperlihatkan ganjaran atau pahala yang Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu terima karena mengerjakan amal atau perbuatan baik tersebut.


Teriakan pertama, "Aduh, mengapa tidak lebih jauh?" Dalam penayangan itu, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu menyaksikan suatu amal yang biasa ia lakukan setiap hari berupa perjalanannya pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat lima waktu berjamaah. Dari perjalanan yang amat panjang itu, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu diperlihatkan ganjaran yang ia peroleh dari setiap langkah kakinya. Saat ia berteriak itulah, timbul penyesalan dalam diri Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu. Andaikan jarak rumahnya dengan masjid lebih jauh dan jauh lagi, tentu pahala yang ia peroleh semakin banyak dan berlipat-lipat.


Teriakan kedua, "Aduh, mengapa tidak yang baru?" Saat itu musim dingin, angin menghembuskan hawa dingin. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu yang hendak pergi ke masjid pun kembali ke dalam rumah dan mengambil baju untuk outer. Sya'ban sengaja mengenakan baju yang baru di dalam sedangkan baju yang jelek di luar. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu sengaja melakukannya karena nanti jika terkena debu atau kotoran di jalan hanya terkena di baju yang luar, sedangkan baju yang dalam masih bersih dan dapat digunakan untuk shalat berjamaah setelah menanggalkan baju yang luar. Di tengah perjalanan, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu menemukan. seseorang yang kedinginan. Tanpa ragu, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu segera menanggalkan bajunya yang luar lalu menyelimuti orang itu sambil memapahnya menuju masjid. Orang itu selamat dari kedinginan dan dapat melaksanakan shalat berjamaah. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu melihat ganjaran yang ia terima sebagai balasan untuknya yang telah memakaikan baju yang jelek kepada orang itu. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pun menyesal, seandainya ia memakaikan bajunya yang baru,pastilah ganjaran yang ia terima jauh lebih banyak lagi.


Teriakan ketiga, "Aduh, mengapa tidak semua?" Suatu pagi, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu hendak sarapan dengan sebuah roti dan segelas susu. Roti itu dikonsumsi dengan dicelupkan terlebih dahulu ke dalam susu hangat sebelum disantap. Sebelum memulai sarapan, datanglah pengemis di depan pintu rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu sambil meminta makan. Pengemis itu mengaku sudah tiga hari tidak makan sama sekali. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pun merasa iba. la pun membagi rotinya menjadi dua bagian sama besar dan juga membagi susu ke dalam dua gelas yang sama banyak. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pun diperlihatkan ganjaran yang ia terima dari memberikan sebagian roti dan separuh susu yang hendak ia makan untuk sarapan. Andaikan ia memberikan semuanya, tentu, pahalanya jauh lebih besar lagi. Masya Allah, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu bukan menyesali dosa, melainkan menyesal karena merasa tidak optimal saat melaksanakan ibadah dan amal-amal kebaikan lainnya.


Sesungguhnya pada suatu saat nanti, kita semua akan mati, akan menyesal dan tentu dengan kadar yang berbeda. Bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya, karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia. Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan. Mari, kita syukuri nikmat sehat dan panjang umur ini dengan terus memaksimalkan sekuat tenaga untuk beribadah dan meningkatkan amaliyah kebaikan kita sebelum ajal menjemput kita. (*/red)


Tangerang,11 Februari 2026

Penulis : Khaerul Umam , S.Ag


Penulis adalah da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan, berdomisili di Kecamatan Rajeg KabupatenTangerang.

Kabiro Bantuan Hukum Satria Banten Ajak Anggota Tertib dan Disiplin di Munas 15 Februari 2026





TANGERANG | Mitrapubliknews.com -- Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar pada 15 Februari 2026. Bertempat Hotel Aston, Kota Serang, Banten.


Kabiro Bantuan Hukum Satria Banten, Muhlisin, S.H., M.H., C.Me., CPLA., yang akrab disapa H. Arya, mengajak seluruh anggota untuk menjaga ketertiban dan kedisiplinan selama rangkaian kegiatan berlangsung.


H. Arya menegaskan bahwa kepatuhan terhadap himbauan panitia merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah dan nama baik organisasi. 


Ia mengingatkan seluruh anggota agar tertib selama perjalanan menuju dan kembali dari lokasi acara, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjaga sikap yang santun dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.


"Selaku Kabiro Bantuan Hukum Satria Banten saya menghimbau kepada seluruh peserta yang akan hadir di acara Munas, agar mentaati peraturan lalu lintas, bersikap santun dan tidak mengganggu pengguna jalan lain," ujarnya.


Selain itu, lanjut dia, selama berada di lokasi Munas, seluruh peserta diharapkan menjaga kondusivitas, menaati tata tertib yang telah ditetapkan panitia, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. 


"Setelah acara selesai, tolong nanti agar para peserta agar memastikan lokasi kegiatan tetap bersih, rapi, dan indah," tukas H. Arya.


Panitia juga telah menyampaikan bahwa konsumsi, transportasi, dan akomodasi penginapan tidak disediakan, sehingga setiap peserta diharapkan mempersiapkan kebutuhan masing-masing secara mandiri.


" Dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab, diharapkan Munas 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sukses serta semakin memperkuat soliditas organisasi," pungkasnya. (*/red).

Wali Kota Tangerang: Pers Garda Depan Kawal Pembangunan





KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan peran strategis insan pers dalam mengawal jalannya pembangunan di Kota Tangerang. 


Menurutnya, jurnalis memiliki posisi penting sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi pembangunan secara objektif dan berimbang.


Penegasan tersebut disampaikan Sachrudin saat menerima kunjungan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, Rabu (11/2/2026).


Sachrudin menyampaikan, momentum Hari Jadi Kota Tangerang menjadi ruang refleksi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus evaluasi terhadap program yang telah dan sedang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang.


“Peran pers sangat penting dalam pembangunan Kota Tangerang. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, jurnalis ikut memastikan program Pemerintah Kota Tangerang, khususnya program prioritas 3G, berjalan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sachrudin.


Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendorong transparansi serta meningkatkan partisipasi publik dalam proses pembangunan. Menurutnya, pers juga memiliki fungsi kontrol sosial yang konstruktif melalui kritik yang bertanggung jawab.


“Media memiliki peran penting dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas kebijakan dan pelayanan publik,” tambahnya.




Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus memperkuat kemitraan profesional dengan Pemerintah Kota Tangerang.


“PWI Kota Tangerang menyambut baik ajakan Wali Kota Tangerang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers. Kami memandang jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan secara objektif, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujarnya.


Herwanto menegaskan, PWI Kota Tangerang berkomitmen mendorong profesionalisme wartawan serta menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial yang konstruktif. Menurutnya, peran tersebut penting agar setiap kebijakan dan program pemerintah daerah, termasuk program prioritas 3G, dapat dipahami publik dan dijalankan secara transparan serta akuntabel.


“Melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, pers diharapkan dapat berkontribusi menciptakan iklim pembangunan yang partisipatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Momentum menjelang Hari Jadi Kota Tangerang ini menjadi penguatan komitmen bersama untuk menjaga kemitraan yang profesional,” tandasnya. {*/red}.

Resmi Beroperasi, Trans Beken Untuk Mengoptimalkan Fungsi Stasiun Bekasi.





Bekasi kota | Mitrapubliknews.com --Layanan transportasi publik Trans Bekasi Keren (Trans Beken), resmi beroperasi melayani rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah pulang pergi. Warga Kota Bekasi dapat menikmati layanan ini secara gratis, selama satu bulan hingga usai Lebaran.


Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, Trans Beken merupakan jalur yang sebelumnya pernah diinisiasi, namun sempat terhenti operasionalnya. Kini layanan tersebut kembali hadir dengan fasilitas dan standar pelayanan yang lebih baik.


"Agenda hari ini adalah launching Trans Bekasi Keren. Jalur ini dari Harapan Indah, stasiun Kranji, stasiun Bekasi, sampai terminal. Kembalinya melalui LRT Bekasi Timur, LRT Bekasi Barat, lalu ke Harapan Indah," ucapnya. Selasa, 10/2/2026.


Tri menjelaskan, kehadiran Trans Beken untuk mengoptimalkan fungsi Stasiun Bekasi yang telah ditetapkan sebagai stasiun jarak jauh. Layanan ini diharapkan, menjadi solusi perpindahan moda transportasi massal ke massal yang nyaman, murah, dan aman.




"Kita harus menyiapkan transportasi yang nyaman, murah, aman, dan terjamin. Bus ini memiliki spesifikasi tinggi terkait kebersihan, keharuman, dan kualitas pengemudi," kata Tri.


Pada tahap awal, Trans Beken mengoperasikan sembilan unit bus. Tri menyebut, keputusan mengoperasikan kembali Trans Beken berdasarkan pertimbangan teknis dan okupansi penumpang, yang memenuhi indikator load factor, serta harapan masyarakat yang cukup tinggi.


Setelah masa gratis berakhir, Trans Beken akan menerapkan tarif Rp4.500 dengan sistem pembayaran cashless atau nontunai. Tri menilai tarif tersebut masih relatif murah, dibandingkan transportasi lain seperti ojek online.


"Gratis hanya satu bulan sampai setelah Lebaran, baru kita bayar normal Rp4.500. Mekanisme pembayaran bisa pakai cashless. Ini lebih murah dibanding naik ojek atau grab," ucap Tri.


Trans Beken juga terintegrasi dengan Trans Jabodetabek, yang telah mendapat izin perpanjangan rute dari Gubernur DKI Jakarta. Dengan integrasi ini, warga dari arah selatan menuju Jakarta tidak perlu menuju terminal atau menunggu di pintu tol Margajaya.


"Dari terminal masuk ke Laguna, nanti ke Grand Galaxy, langsung ke Jakarta sampai Dukuh Atas. Ini akan memudahkan warga untuk berkreasi, berinteraksi, dan menikmati perjalanan yang lebih baik," tutur Tri.


Tri mengimbau masyarakat, beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Selain lebih murah karena tidak perlu biaya parkir dan bahan bakar, penggunaan transportasi publik juga mengurangi polusi udara.


"Kalau pakai kendaraan pribadi, bayar parkir. Kalau naik angkutan umum, tidak bayar parkir. Itu saja sudah lebih murah. Kondisi lingkungan juga lebih baik karena tidak ada polusi udara," ungkap Tri.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno Bachtiar menjelaskan, Trans Beken dilengkapi dengan 48 titik halte. Setiap bus memiliki kapasitas 20 tempat duduk dan 20 penumpang berdiri.


"Hari ini masih tidak bertarif, kemudian dalam satu bulan ke depan akan berbayar. Kenapa berbayar? Pertama untuk keberlanjutan pengoperasionalan. Kedua, menumbuhkan rasa bahwa bus ini milik masyarakat Kota Bekasi," jelas Zeno.


Zeno menegaskan, Trans Beken menerapkan standar operasional yang ketat mulai dari kondisi bus, administrasi pengelolaan, hingga kualitas operator. Operator wajib berseragam rapi, bus harus bersih dengan pewangi ruangan, dan AC diatur sesuai standar.


"Operator wajib berseragam, rambut rapi, atribut jelas. Bus dari dan ke pool wajib bersih, wangi, AC diatur sampai sedetail mungkin termasuk temperatur," tutur Zeno.


Bus beroperasi dari pukul 05.00 hingga 21.00 setiap hari. Headway atau jarak antar bus akan diatur, berdasarkan waktu puncak dan non-puncak. Bus juga hanya berhenti di halte yang telah ditetapkan.


Zeno menjelaskan, rute Trans Beken sangat terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dan pusat kegiatan. Dari Terminal Induk Bekasi menuju Stasiun Bekasi yang merupakan simpul transportasi, kemudian ke LRT yang terhubung dengan Trans Jabodetabek, lalu ke Harapan Indah, Rawa Panjang yang.


(Agus Kanit)

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana Pantau Instalasi Pengolahan Air





KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com -Perumda Tirta Benteng memastikan kualitas air yang kini kembali disalurkan kepada pelanggan berada dalam kondisi aman dan sesuai standar baku mutu. Hal tersebut disampaikan usai sempat terdeteksinya pencemaran pada aliran air baku, pada Senin (9/2/26) malam atau sekitar pukul 22.00 WIB.


Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana menjelaskan, gangguan bermula saat aliran air baku di Cikokol milik Kabupaten Tangerang terindikasi tercemar, ditandai dengan adanya bau tidak sedap, kandungan minyak, serta matinya ikan-ikan secara mendadak. 


Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Perumda Tirta Benteng dengan melakukan pemantauan intensif. 


"Dan, pada pukul 22.30 WIB, indikasi serupa turut terdeteksi pada aliran air milik Perumda Tirta Benteng. Pencemaran tersebut diduga berasal dari polutan akibat kebakaran gudang kimia di wilayah Tangerang Selatan," papar Joko, Selasa (10/2/26). 


"Demi menjaga kualitas air bagi pelanggan, Perumda Tirta Benteng langsung menghentikan seluruh aliran air secara total. Tim teknis kemudian melakukan pemeriksaan berkala setiap 15 hingga 30 menit untuk memastikan kondisi air baku," jelasnya. 


Lanjut Joko, hasil pemantauan menunjukkan bahwa pada pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau. 




"Sebagai langkah pengamanan, seluruh air yang terlanjur tercemar dibuang ke aliran laut, kemudian dilakukan pengisian ulang dengan air baku yang memenuhi standar kualitas. Proses distribusi kembali dimulai secara bertahap sejak pukul 05.00 WIB ke jaringan pipa utama," jelasnya. 


Pada pukul 08.00 WIB, air mulai mengalir ke rumah-rumah pelanggan secara bertahap. Untuk wilayah ujung jaringan seperti Pondok Bahar dan Jatiuwung, aliran air membutuhkan waktu tambahan sekitar tiga hingga empat jam karena panjangnya jaringan pipa distribusi.


Perumda Tirta Benteng menegaskan, seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.


“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar fisika maupun kimia,” tegasnya.


Perumda Tirta Benteng juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta melaporkan apabila masih menemukan gangguan distribusi atau kualitas air di wilayah masing-masing. (*/Tim).

‎Jalan Rusak Parah di Neglasari Kembali Telan Korban, Pengendara Terjungkal ‎



‎TANGERANG | Mitrapubliknews.comJalan rusak kembali memakan korban. Kerusakan parah di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terjungkal saat melintas di lokasi tersebut. 

‎Kondisi jalan yang berlubang besar dan dipenuhi genangan air dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Korban diketahui bernama Ellia. Ia mengalami kecelakaan setelah kendaraannya oleng akibat menghantam lubang jalan yang tertutup air. 

‎Akibat insiden tersebut, Ellia menderita luka lecet pada beberapa bagian tubuh, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan.

‎“Saya terjatuh karena kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang. Lubangnya tertutup air, jadi tidak kelihatan. Motor langsung oleng dan saya jatuh,” ujar Ellia di Tangerang Selasa (10/2/2026).

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi Jalan Iskandar Muda terlihat mengalami kerusakan serius. Aspal jalan mengelupas, permukaan tidak rata, serta dipenuhi lubang-lubang besar yang tergenang air. 

‎Saat hujan turun, genangan menutup hampir seluruh permukaan jalan sehingga menyulitkan pengendara untuk mengantisipasi lubang yang ada.

‎Kerusakan tersebut membuat arus lalu lintas melambat dan memaksa pengendara melakukan manuver mendadak untuk menghindari lubang. 

‎Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di jalur tersebut.Warga sekitar menyebut kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan maksimal. 

‎Mereka menilai jalan tersebut kerap memakan korban dan sangat membahayakan pengguna jalan.

‎“Kalau hujan jalannya seperti kubangan. Sudah sering ada yang hampir jatuh, sekarang sampai ada yang jadi korban,” ujar salah seorang warga.

‎Hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan di lokasi, meski Jalan Iskandar Muda merupakan akses yang cukup padat dilalui masyarakat. 

‎Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan munculnya korban berikutnya jika kerusakan terus dibiarkan.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan sekaligus Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Iwan Nursyamsu, ST, M.Si, tidak memberikan respons saat dihubungi wartawan hingga berita ini diturunkan.[*/tim]

Yayasan Sutan Al Barkah Dan Pemuda Pemudi Sukatani Gelar Acara Isra Mi'raj Dan Dzikir Akbar




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pengurus  Yayasan Sutan Al Barkah bersama Pemuda - Pemudi  Sukatani menggelar acara Dzikir Akbar jilid II  yang berlangsung khidmat di Kampung Sukatani, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan pada,Minggu Malam (8/2/2026)


Acara ini menghadirkan penceramah serta Qori di antaranya KH.Muhamad Toha (Kang Toto) Pasar Kemis,Abah Kiyai Abdulah Syafi'i Tangerang, Ustadz Alwani Pemimpin Dzikir Tangerang,Ustadz Bongsang Asyar'y Qori Internasional Serang Banten, Ustadz Zam -zam Qori Cilik Internasional dan Tim Hadroh Al Kautsar Solo.


Turut hadir dalam acara Pimpinan Yayasan Sutan Al Barkah Ustadz AlWani, Camat Sepatan Dan Rombongan, Kapolsek Sepatan,Danramil Sepatan, Kades Kayu Agung Dan rombongan,Ketua MUI Kecamatan Sepatan, Tokoh Ulama,Tokoh Masyarakat,Tokoh Pemuda dan Para Jamaah 


Dalam Sambutanya , Ustadz Alwani Selaku pimpinan Yayasan Sutan Al Barkah menekankan pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan, serta mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam beribadah dan bermuamalah


Lanjut Ustadz Alwani ,Dirinya menyampaikan bahwa acara ini dapat terlaksana berkat gotong royong dan peran aktif masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial masih kuat di lingkungan kita. Berkat dukungan seluruh warga, acara ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan,”Pungkasnya..




Peringatan Isra Mi’raj ini juga dimeriahkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat bersama, serta doa untuk keselamatan dan kesejahteraan umat. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan doa bersama. 


Pengurus  Yayasan Sutan Al Barkah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Mereka berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilakukan guna memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.  (Ant)

Ketum PWI Pusat di Puncak HPN 2026: Pers Sehat, Kunci Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat



SERANG | Mitrapubliknews.com - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa Hari Pers Nasional (HPN) 2026 harus dimaknai sebagai momentum refleksi sejarah sekaligus peneguhan peran strategis pers dalam menentukan arah masa depan bangsa. 

Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya pada Puncak Peringatan HPN 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin, 9 Februari 2026.

Di hadapan pejabat negara, pimpinan lembaga, kepala daerah, serta ribuan insan pers dari seluruh Indonesia, Akhmad Munir mengingatkan bahwa pers Indonesia sejak awal lahir sebagai pers perjuangan. 

Pada masa kolonial, pers menjadi medium konsolidasi gagasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran rakyat, dan mengobarkan semangat kemerdekaan.

Menurut Munir, pers tidak tumbuh di ruang hampa. Pers hadir dan berkembang bersama cita-cita kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, serta ikut menjaga ketertiban dunia. Karena itu, eksistensi pers tidak bisa dipandang semata sebagai industri informasi, melainkan bagian dari fondasi demokrasi dan pembangunan nasional.

Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut dijaga melalui Kode Etik Jurnalistik. Etika menjadi pembeda antara pers arus utama dan sekadar lalu lintas informasi tanpa tanggung jawab. Ke dalam, insan pers dituntut bekerja secara profesional, akurat, dan berimbang. Wartawan, kata Munir, hidup dalam kewaspadaan dan kegelisahan intelektual, bukan karena takut pada kekuasaan, melainkan karena takut keliru menyampaikan kebenaran.

Ke luar, pers juga memiliki tanggung jawab besar kepada publik. Kritik yang disampaikan media, lanjutnya, bukanlah ekspresi kebencian, tetapi bentuk kecintaan kepada bangsa agar kebijakan publik tetap berada di jalur yang benar.

Dalam pidatonya, Akhmad Munir juga menyinggung tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia dalam dua dekade ke depan. Bonus demografi yang saat ini menjadi kekuatan tidak akan berlangsung selamanya. Jika Indonesia gagal menjadi negara berpendapatan tinggi dalam kurun waktu tersebut, maka risiko terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah akan semakin besar.

Terkait hal itu, ia menilai target pertumbuhan ekonomi rata-rata 8 persen sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto merupakan visi besar untuk membawa Indonesia melompat menuju Indonesia Emas 2045.

Tema Hari Pers Nasional 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, menurut Munir, menjadi sangat relevan dengan tantangan zaman. Pers yang sehat adalah pers yang profesional, independen, berintegritas, serta berkelanjutan secara ekonomi. Tanpa ekosistem media yang sehat, kualitas demokrasi dan pembangunan nasional akan sulit diwujudkan.

Ia mengakui tantangan pers ke depan tidak ringan. Disrupsi digital, banjir informasi yang tidak terverifikasi, kecerdasan buatan, polarisasi sosial, hingga tekanan ekonomi terhadap industri media merupakan realitas yang harus dihadapi bersama.

Untuk itu, Munir menekankan perlunya langkah strategis, mulai dari penguatan kompetensi dan profesionalisme wartawan melalui pendidikan dan sertifikasi berkelanjutan, konsolidasi dan transformasi bisnis media agar mampu bertahan di era digital tanpa mengorbankan independensi, hingga kolaborasi antara pemerintah, pers, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

“Pers akan terus mengawal pemerintahan agar berhasil. Kami percaya keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan rakyat. Namun, keberhasilan itu hanya mungkin jika kebijakan terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan,” ujar Munir.

Ia menegaskan bahwa kritik konstruktif harus dipandang sebagai vitamin demokrasi, bukan ancaman.

Puncak peringatan HPN 2026 di Banten dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar yang mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat. 

"Turut hadir pula delegasi luar negeri dari Malaysia yang dipimpin Wakil Menteri Komunikasi Malaysia Teo Nie Ching bersama rombongan wartawan Malaysia," tutupnya.



                                 (Ant)

HPN 2026: PWI Kota Tangerang dan Perumda TB Gelar Potong Tumpeng Perkuat Sinergi

 



Kota Tangerang | Mitrapubliknews.com - Hari Pers Nasional (HPN) menjadi momentum penguatan hubungan antara insan pers dan badan usaha milik daerah di Kota Tangerang. Hal itu tercermin dalam kegiatan pemotongan tumpeng yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang bersama Perumda Tirta Benteng, Senin (9/2/2026).

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pers dan mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.

Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, mengatakan bahwa HPN menjadi pengingat peran pers sebagai mitra kritis sekaligus kolaboratif bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Pers membutuhkan ruang komunikasi yang sehat. Selama sinergi terbangun dengan baik, pergantian personel humas bukan menjadi persoalan. Yang terpenting adalah keterbukaan dan komitmen bersama,” ujarnya.



Ia menambahkan, PWI Kota Tangerang mengapresiasi konsistensi Perumda Tirta Benteng dalam menjalin kerja sama, khususnya dalam penyampaian informasi pelayanan publik.

Sementara itu, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Tommy Herdiansyah, menilai peringatan HPN tahun ini memiliki makna khusus karena Provinsi Banten dipercaya sebagai tuan rumah.

“Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa pers dan pemerintah daerah bisa berjalan beriringan,” katanya.

Menurut Tommy, Perumda Tirta Benteng berkomitmen membuka ruang dialog dengan insan pers, termasuk menerima kritik sebagai bagian dari evaluasi pelayanan.

“Kami memandang pers sebagai mitra strategis. Kritik yang membangun justru membantu kami meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri pengurus PWI Kota Tangerang serta jajaran manajemen Perumda Tirta Benteng.


(Red)