Kabupaten Tangerang I Mitrapubliknews.com - Pelepasan burung perkutut adalah merupakan suatu tindakan atau tradisi yang memiliki berbagai makna simbolis dalam budaya Indonesia, terutama Jawa, dan juga dilakukan untuk tujuan Konservasi Alam.
Kepala Desa Kayu Bongkok saat disambangi awak media dikediaman dan memberikan informasinya, sangat senang setelah warganya memberikan Burung perkutut sekitar 600 Ekor, juga Burung Tikukur 70 Ekor, dari peliharaan yang telah dipanen agar dilepaskan dari sarangnya yang berada di halaman rumah warganya. Sabtu, 06 Desember 2025.
Makna Kultural dan Simbolis dalam konteks budaya, "Kebebasan dan Harapan, Keselarasan dan Harmoni, Membuang Sial/Menolak Bala, Memulai Hidup Baru, Perayaan/Peringatan."
Dengan Tujuan Konservasi, di luar makna budaya, pelepasan burung perkutut juga dapat memiliki tujuan praktis terkait lingkungan seperti menjaga Populasi Liar dan Keseimbangan Ekosistem, secara ringkas, pelepasan burung perkutut adalah sebuah tindakan yang menggabungkan kepercayaan tradisional dan kesadaran lingkungan, menjadikannya praktik yang kaya makna dalam masyarakat.
H. Hamdani Selaku Kepala Desa Kayu Bongkok menjelaskan, tadi siang saya baru saja selesai melepas burung perkutut dan didampingi langsung Sekdes Kayu Bongkok, yang dimiliki seorang warga saya diKampung Kayu Bongkok, jadi saya sebagai simbolisnya dengan tujuannya melestarikan Budaya dan Mendo'akan agar masyarakat Desa Kayu Bongkok dapat diberikan Kesehatan, Kemakmuran, Banyak Rezeki kemudian selalu mendapatkan perlindungan Allah S.W.T. Ungkapnya
Mizan


Tidak ada komentar
Posting Komentar