Sosialisasi PSEL ( Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik ) Untuk Wilayah TPA Jatiwaringin, Digelar DiKantor Kecamatan Rajeg

Tidak ada komentar

 



Kabupaten Tangerang I Mitrapubliknews.com - Dalam rangkaian Sosialisasi PSEL ( Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik ) untuk wilayah TPA Jatiwaringin, yang kini diselenggarakan dan digelar diKantor Kecamatan Rajeg yang berjalan Lancar pada hari Jum'at. 12 Desember 2025. 

Hadir dalam pelaksanaan diantaranya, Perwakilan Camat Rajeg yaitu Iwan Saprudin sebagai Kasi Binwil, Kapolsek Rajeg diwakili, Koramil Rajeg yang diwakili, Kepala Desa Rajeg Mulya yang diwakili, Kepala Desa Tanjakan Mekar bersama perangkat, Tokoh Masyarakat, Kepala Bidang Dinas DLHK Kabupaten Tangerang, Humas PLTU UPT Lontar, serta Aktivis mengikuti Sosialisasi PSEL. 

"Saat awak media mendengarkan acara Sosialisasi, dengan adanya program PSEL bisa memperhatikan Dampak Lingkungan dan bisa memberikan warga sekitar untuk dapat dikaryakan."

SM Agustin Hari Mahardika, S.Pi, M.Si selaku Kepala Bidang dari Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PPLB3) menjelaskan, berdasarkan kemampuan Daerah, kesiapan Lahan 33 Hektar, terdiri dari 5 sampai 7 Hektar, dan kita akan kembangkan Industri dengan jumlah sampah 1000 ton perhari. 

"Air bersih sudah bekerjasama kan bersama PLTU, dan semua warganya mendukung, tapi untuk pemberdayaan melibatkan warga sekitar, sedangkan dalam aturan 109 tahun 2025, Pengolahan sampah menjadi listrik, kemudian pengelolaan sampah akan dibakar dalam tungku dengan minimal 1000° derajat selsius, artinya tidak ada Asap yang terbuang ke lingkungan, "

"Kenapa ini penting, karna sampah Nasional sebanyak 35 juta perhari, sampah yang terbuang atau terkirim ke TPA, dari tahun 1995 yang  mengakibatkan Bakteri 1200 ton Perhari, akhirnya muncul polusi air tanahnya, polusi Udara, baik Asap atau Metan."

Makanya harus ada upaya pengelolaan sampahnya, agar meningkatkan pemanasan Global, jadi kenapa TPA itu suka terbakar, dengan suhun rata-rata 31, itu bisa mengakibatkan Metan terbakar, dan Volume asap makanya kita semua merasakan. Paparnya.

Lanjutnya,  bapak Bupati sebenarnya memahami keresahan masyarakat, bapak Bupati dahulu Zaki memulai dari tahun 2003, dan dilanjutkan sekarang 2025, agar tidak terjadi metan terbakar makanya sekarang itu ditutup, kemudian kami akan sediakan sampah 2000 Ton/hari, termasuk armada, ditambah sampah baru 1500 dan penambahan 500. Terangnya

Plesbek kebelakang, sumur pantau ada 20-50 meter dengan 8200, bagaimana tidak menjadi sumber penyakit, alhamdulilah dengan  melakukan perbaikan Ekoenzi saat ini, bupati memerintahkan sudah serius untuk penanganan sampah ini, dan kesempatan ini agar mengurangi dari 3% Abu tiap hari, pengolahan Sampah ini juga perlu dukungan Masyarakat, serta penanganan Asap dan Mettan itu memakai keping. Ujar Kabid DLHK 

"Penyelenggara Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) terlibat dalam seleksi pengembang dan pembiayaan proyek ini."

Jadi bukan listriknya yang dijual, tapi pengelolaan sampahnya itu dibeli 20 Sen USD, kemudian kriteria Kabupaten Tangerang terpenuhi dengan sampah 5000ton /hari Tangerang Raya, sedangkan untuk pengawalan selain pelatihan, rapat-rapat pun untuk Amdal, TSL  dan proses Investornya itu Darantara, maka titipan kami itu adalah Tekhnologinya. Ringkasnya

Sementara Farid setiawan Humas PLTU dari PLN Indonesia Power UPT Lontar menjelaskan, Dalam hal ini kita mendukung project sell, pada tahun 2024 MOU dengan Kabupaten, dan pemanfaat limbah salah satunya, stabilitasi Lahan, saat ini kita baru membantu penyiapan lahan, artinya Stabilitasi lahan TPA Jatiwaringin menggunakan Faba. 

Dan Faba bisa dikategorikan Limbah Non-B3, yaitu PP No.22 Tahun 2021, permen LHk Nomernya 19 tahun 2025.

Ia menambahkan, Dafantara Indonesia PLN Indonesia Tower,  seperti Plyash pengertiannya abu halus yang terbang bersama Gas buang yang ditangkap dan Bottom Ash adalah Abu bakar kasar yang mengendap didasar tungku pembakaran Boiler. Ucapnya

Kades Tanjakan Mekar menyampaikan, masyarakat alhamdulillah mensupport adanya Program PSEL, walaupun TPA nya  jauh, cuma dampaknya ke Desa kami. Ujarnya

Setelah dikelola nanti, warga kami jangan jadi penonton setidaknya Dikaryakan walaupun TPA itu berada di Jatiwaringin, dan kami pun sangat mendukung dengan adanya Program sampah di TPA. Ungkapnya


Mizan

Tidak ada komentar