Banjir Campur Oli di Cisereh Tigaraksa Bikin Warga Cemas, Air Terkontaminasi Masuk Permukiman

Tidak ada komentar


Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Banjir yang merendam kawasan industri Olex di Kampung Jambu RT 09/03, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, memicu kecemasan warga. Pasalnya, genangan banjir disebut bercampur oli dan mulai mengalir ke permukiman penduduk.


Seorang warga merekam kondisi genangan air yang terlihat mengilap dan berbau minyak. Dalam video tersebut, warga menyebut air banjir di kawasan industri Olex telah tercemar oli dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.


“Air yang menggenang di kawasan Olex, Cisereh, ini sekarang penuh sama oli,” ujar seorang pria dalam video yang beredar di media sosial.


Dia menduga, cairan oli tersebut berasal dari salah satu aktivitas industri di kawasan tersebut. Warga khawatir, air tercemar itu tidak hanya merendam kawasan industri, tetapi juga telah masuk ke rumah-rumah warga.


“Ini berbahaya, sudah masuk ke rumah-rumah warga,” katanya.



Kawasan industri Olex diketahui menjadi salah satu titik banjir terparah, dengan ketinggian air dilaporkan berkisar antara 40 hingga 70 sentimeter. Dalam rekaman lain, terlihat sejumlah pekerja terjebak banjir dan kesulitan beraktivitas.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik, membenarkan adanya banjir di lokasi tersebut. Kata dia, BPBD telah mengirimkan perahu karet untuk membantu proses evakuasi warga terdampak, terutama kelompok rentan.


“Untuk warga yang terdampak banjir, kami sudah kirim perahu karet untuk membantu evakuasi, khususnya balita dan manula, serta bantuan logistik,” ujar Taufik.


Namun, terkait dugaan air banjir bercampur oli, Taufik menegaskan hal tersebut berada di luar kewenangan BPBD.


“Kalau terkait sungai bercampur oli itu mungkin ranahnya DLHK,” tandasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat, mengatakan pihaknya akan menurunkan tim Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) untuk melakukan pengecekan di lapangan.


“Nanti akan segera kita cek. Tim PPLH akan turun ke lokasi,” kata Ujat saat dikonfirmasi.


Meski demikian, DLHK belum dapat memastikan asal-usul oli yang mencemari genangan banjir tersebut. Ujat mengaku belum bisa berspekulasi terkait dugaan keterlibatan salah satu perusahaan di kawasan industri Olex.


“Saya sudah perintahkan pengawas untuk melakukan pengecekan ke lokasi, nanti setelah banjir surut,” ujarnya.


Kasus banjir bercampur oli ini menambah daftar kekhawatiran warga Cisereh—yang tidak hanya harus menghadapi genangan air—tetapi juga ancaman pencemaran lingkungan. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan transparan untuk memastikan sumber pencemaran serta menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak.


(Red)

Tidak ada komentar