Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Majelis Ta'lim Nurul hidayah yang pimpin Ustadz Alwani mengadakan acara rutinitas setiap tahun Memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhamad SAW, dan Ikhtifalan Putra - Putri Majelis Ta'lim Nurul Hidayah dengan tema "Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu,Dan belajar ketika dewasa bagaikan mengukir di atas air, acara di laksanakan di Pisangan gang masjid RT 01/05 Desa kayu agung, kecamatan Sepatan pada, Minggu (1/2/2026)
Acara dipimpin langsung , ustadz Alwani selaku pengasuh dan pimpinan majelis Nurul hidayah.
Turut hadir dalam acara Ustadz Dais selaku panitia acara,Tokoh agama ,Tokoh masyarakat dan wali murid jamaah Majelis Ta'lim Nurul Hidayah.
Dilokasi Acara, Ustadz Alwani selaku pengasuh dan sekaligus pimpinan Majelis Ta'lim Nurul Hidayah pada awak media mengatakan,Hari ini kami mengadakan acara rutinitas setiap tahun Memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhamad SAW, dan Ikhtifalan Putra - Putri jamaah Majelis Ta'lim Nurul Hidayah.
"Tujuan kami menyelenggarakan acara ini, guna meningkatkan tali silaturahmi antara pengurus, jamaah dan murid murid Majelis Ta'lim Nurul Hidayah," Ujarnya, Dan berharap perayaan bisa terus di laksanakan setiap tahun.
Peringatan Isra Mi'raj ini juga diisi dengan tausiah agama oleh Ustadz Bustomi Arifin atau sering di sebut Ki Mandala. Pada saat ber tausiah, Beliau tidak hanya menyampaikan apa itu Isra Mi'raj dan apa saja yang terjadi di Isra Mi'raj.
"peringatan isra Wal Mi'raj adalah membangun kesadaran umat Islam bahwa Isra mi'raj intinya adalah mendapatkan perintah dari Allah subhanahu wa ta'ala untuk mendirikan shalat yang lima waktu,Shalat sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim itu intinya Israel gitu jadi insya Allah mudah-mudahan dengan adanya acara ini akan semakin membangun kesadaran pada umat Islam bahwa salat yang lima waktu itu adalah emang suatu kebutuhan yang harus kita lakukan tidak hanya sekedar kewajiban tetapi kebutuhan spiritual yang bisa menyampaikan kita langsung kepada Allah subhanahu wa ta'ala,'' Jelas Ki Mandala.
Lebih jauh Ki Mandala menjelaskan, Sejarah dari pada Isra Mi'raj adalah berawal dari nabi kita Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dijemput oleh Allah subhanahu wa ta'ala melakukan Mi'raj maka disebut Isra Wal Mi'raj perjalanan di waktu malam lalu naik ke langit dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Aqsa naik ke langit pertama ketiga keempat sampai ke langit ketujuh sampai kepada sidratul muntaha kehadapan Allah SWT, intinya adalah untuk menerima wahyu dari Allah langsung tanpa perantara yaitu melaksanakan atau mendirikan shalat yang lima waktu, Tuturnya.
Dirinya berharap, kedepannya Seperti apa harapan saya tentunya ke depannya orang-orang muslim atau orang-orang Islam tentunya agar lebih berantusias atau berkomitmen untuk selalu dekat dengan Allah dengan cara mendirikan shalat yang lima waktu karena masih banyak saudara-saudara kita yang masih belum secara kaffah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim khususnya melaksanakan atau mendirikan salat yang lima waktu, Harap Ki Mandala.
Acara di buka dengan giat Ikhtifalan dari para murid murid Majelis Ta'lim Nurul Hidayah , Pembacaan Kalam ilahi ( Al Qur'an ) oleh Qori Ustadz Diki , Tausiah agama oleh Ki Mandala dan acara di tutup doa oleh Ustadz Dais.
(Ant)


Tidak ada komentar
Posting Komentar