Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Sering buang air kecil di malam hari atau nokturia kerap dianggap sebagai proses penuaan biasa pada pria. Namun, keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal adanya masalah pada prostat, termasuk kanker prostat yang menjadi salah satu kanker paling mematikan pada pria. Rabu (2/8/2026).
Kanker prostat sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Ketika gejala baru muncul seperti pancaran urine melemah, nyeri saat berkemih, hingga ditemukannya darah pada urine, kondisi pasien umumnya sudah memasuki stadium lanjut dan memerlukan penanganan serius.
*Gejala yang Sering Diabaikan Pria*
Berdasarkan data edukasi kesehatan, berikut tanda dan gejala kanker prostat yang perlu diwaspadai:
1. *Gangguan berkemih*: Aliran urine lemah, terputus-putus, sulit memulai BAK dan terasa belum tuntas
2. *Frekuensi meningkat*: Sering BAK, terutama di malam hari
3. *Nyeri dan sensasi terbakar*: Rasa perih saat buang air kecil atau ejakulasi
4. *Darah pada urine atau sperma*
5. *Metastasis*: Nyeri pada tulang pinggul, punggung, serta disfungsi ereksi jika kanker sudah menyebar ke tulang.
*Faktor Risiko Utama*
Pria dengan usia di atas 50 tahun memiliki risiko paling tinggi. Selain itu, riwayat keluarga yang pernah menderita kanker prostat, obesitas, jarang berolahraga, serta pola makan tinggi lemak dan rendah serat juga menjadi pemicu.
*Deteksi Dini Menyelamatkan Hidup*
Para tenaga medis menekankan pentingnya skrining sejak dini. Dua langkah utama yang disarankan adalah:
1. *PSA Test*: Tes darah untuk mendeteksi kadar Prostate Specific Antigen
2. *DRE / Colok Dubur*: Pemeriksaan fisik langsung oleh dokter spesialis urologi
"Deteksi dini melalui pemeriksaan PSA dan colok dubur dapat membantu menemukan kanker prostat lebih cepat, sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih tinggi,"
*Pilihan Pengobatan*
Penanganan kanker prostat bervariasi tergantung stadium, mulai dari prostatektomi atau operasi, radioterapi, terapi hormon, hingga kemoterapi untuk kasus yang sudah menyebar.
Masyarakat khususnya kaum pria diimbau untuk tidak menunda periksa jika mengalami keluhan. Konsultasikan segera ke dokter spesialis urologi di fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan yang tepat dan akurat.
Kenali gejalanya, pahami faktor risikonya. Jangan tunda untuk memeriksakan diri.
*Redaksi: [kang Eben)*



Tidak ada komentar
Posting Komentar