PCNU Tangsel Gelar Diskusi Strategis Pendidikan Pasca Muskercab, Siapkan Workshop 23 Oktober

Tidak ada komentar



TANGERANG SELATAN | MitraPublikNews.com  — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan terus bergerak menerjemahkan hasil Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) menjadi agenda nyata. Salah satunya melalui Diskusi Pasca Muskercab Bidang Pendidikan, yang diselenggarakan di Graha Aswaja PCNU Tangsel, Jumat (9/10/2026).


Diskusi menghadirkan Prof. Dr. Imam Subchi, MA, Wakil Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan sekaligus Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebagai narasumber.


Diskusi juga dihadiri oleh Ketua PCNU Tangsel KH. Abdullah Mas’ud, wakil ketua PCNU Abdullah Ubaid, Ketua LPTNU Prof. Khamami Zada, Ketua LP Ma’arif NU Dr. Syafii, serta unsur pengurus PCNU, LAZISNU, LP Ma’arif NU, LPTNU, LESBUMI, dan Fatayat NU.




Forum ini menjadi ruang konsolidasi gagasan untuk memperkuat arah kebijakan dan program strategis pendidikan NU Tangsel masa khidmat 2026–2031.


Mengusung semangat “Pendidikan NU Naik Kelas”, diskusi diarahkan pada upaya transformasi mutu pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi agar semakin unggul, terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berdaya saing.


Penguatan pendidikan NU tidak cukup hanya dengan memperbanyak lembaga pendidikan. Tantangan yang lebih mendasar adalah memastikan setiap lembaga memiliki tata kelola yang profesional, pendidik yang berkualitas, pembelajaran yang inovatif, serta kemampuan menghasilkan lulusan yang berkarakter dan kompeten.




Pada awak media, Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan, H. Abdullah Mas’ud, menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi salah satu pilar utama gerakan khidmah NU dalam membangun peradaban.


“Kita tidak ingin lembaga pendidikan NU hanya besar dalam jumlah, tetapi harus unggul dalam mutu, kuat dalam tata kelola, maju dalam inovasi, dan nyata kontribusinya bagi masyarakat," ujarnya.


"Pendidikan NU harus naik kelas, dari sekadar menyelenggarakan pendidikan menjadi pusat lahirnya generasi unggul dan penggerak peradaban," tandas Kyai Mas'ud.


Menurut nya penguatan pendidikan NU Tangsel perlu dilakukan melalui pendekatan ekosistem, dengan menghubungkan sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, lembaga pendidikan nonformal, serta berbagai mitra strategis.


"Sebagai tindak lanjut dari diskusi hari ini, disepakati penyelenggaraan Workshop Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan NU Kota Tangerang Selatan pada Jumat, 23 Oktober 2026," terang nya. (*Kang Eben).

Tidak ada komentar