Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Deteksi dini kesehatan Telinga dan Fasilitas Hearing Solution di RSUD Kota Tangerang




KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com -Dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, RSUD Kota Tangerang terus meningkatkan kualitas dan fasilitas yang dapat dirasakan masyarakat Kota Tangerang. Salah satunya pelayanan di Poli Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dengan kepemilikan klinik Dengar atau Hearing Solution.


Direktur Utama RSUD Kota Tangerang, dr H.Yusuf Alfian Geovanny,MKM 

melalui keterangan menuturkan pelayanan THT serta alat bantu dengar di RSUD Kota Tangerang, telah bisa dinikmati masyarakat secara gratis dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Dalam klinik ini, RSUD Kota Tangerang menghadirkan layanan Audiometri, BERA, OAE (Oto Akustik Emulsion), Endoskopi THT, Laringoskopi Serat Lentur, Alat Bantu Mendengar dan Audit Timpanometri.


"Kami sudah memiliki layanan klinik dengar atau Hearing Solution sejak Tahun 2021 dengan alat dan fasilitas yang lengkap, bahkan se-Provinsi Banten. Itu semua bisa dinikmati secara gratis menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan," ujar dr.Yusuf.


Diketahui, 3 Maret merupakan momen World Hearing Day atau Hari Pendengaran Sedunia. Dengan itu, RSUD menggelar edukasi pasien terkait layanan dan fasilitas pemeriksaan dengar yang dimiliki RSUD Kota Tangerang. Tak terkecuali, mengedukasi akan pentingnya melakukan pemeriksaan dengar secara rutin atau berkala.


Salah seorang dokter spesialis, RSUD Kota Tangerang, dr. Gustav Syukrinto, Sp.THT-KL menyampaikan pentingnya pemeriksaan sejak dini pendengaran. Dimana bisa dilakukan sejak bayi baru lahir. Dengan tujuan agar dapat mendeteksi lebih awal jika terjadi masalah yang mempengaruhi tumbuh kembang anak seperti speech delay.


"Pentingnya memeriksakan pendengaran secara rutin, selama empat hingga enam bulan sekali, pemeriksaan bisa dilakukan di dokter spesialis THT. Pemeriksaan bisa dimulai dari bayi yang baru lahir untuk mendeteksi sejak dini jika ada kelainan yang menghambat tumbuh kembang anak tersebut," ujar dr. Gustav.




Lanjut dr.Gustav,Pemeriksaan di Hearing Solution meliputi:


OAE: skrining fungsi pendengaran, terutama pada bayi.

BERA: menilai respons saraf pendengaran terhadap suara.

ASSR: mengukur perkiraan ambang pendengaran, termasuk pada bayi dan anak yang belum bisa merespons aktif.

Audiometri: mengukur tingkat kemampuan mendengar pada pasien yang bisa memberikan respons.

Timpanometri: memeriksa kondisi dan fungsi telinga tengah serta gendang telinga.

Sedangkan keunggulannya adalah layanan yang cukup lengkap dan terpadu dalam satu tempat, mulai dari pemeriksaan pendengaran, diagnosis, hingga penanganan. Layanan ini juga dapat melayani berbagai kelompok usia, dari bayi hingga lansia, dengan dukungan pemeriksaan seperti OAE, BERA, ASSR, audiometri, dan timpanometri.

"Pesan saya, jangan menunggu sampai pendengaran terganggu baru diperiksa. Pendengaran sangat penting untuk tumbuh kembang, komunikasi, dan kualitas hidup. Deteksi sejak dini, tangani sedini mungkin, karena semakin cepat ditemukan, semakin baik peluang penanganannya,"katanya.


Kepala Humas RSUD Kota Tangerang Shall Purnama menjelaskan,layanan Hearing Solution di RSUD Kota Tangerang bukan hanya untuk orang yang sedang mengalami sakit telinga. Layanan ini ditujukan untuk siapa saja yang membutuhkan skrining, pemeriksaan, evaluasi, hingga penanganan gangguan pendengaran. RSUD Kota Tangerang sendiri menyediakan pemeriksaan seperti OAE, ASSR, BERA, audiometri, dan timpanometri.

"Hearing Solution ditujukan untuk semua usia, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, usia produktif, hingga lansia. Karena gangguan pendengaran bisa terjadi pada siapa saja dan sebaiknya di deteksi sedini mungkin,"tuturnya.

(*/Redaksi).

RS. UniMedika Sepatan Tangerang Rayakan HUT ke-9 “Melayani Dengan Hati, Bertumbuh Bersama





Tangerang | Mitrapubliknews.com RS. UniMedika Sepatan Tangerang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 pada Rabu (15/7/26) dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, pasien, dan seluruh karyawan sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun melayani masyarakat.



Rangkaian acara diawali dengan Senam sehat bersama, bazzar, serta pembagian doorprize bagi peserta dan karyawan dan dilanjutkan dengan acara internal Tiup Lilin serta makan tumpeng bersama, Sebagai bentuk kepedulian kepada pasien, Direktur RS. UniMedika juga membagikan cupcake kepada pasien dan keluarga pasien diwilayah rumah sakit dan membagikan mainan kepada pasien anak yang sedang menjalani perawatan. Perayaan semakin meriah dengan terselenggaranya lomba mewarnai anak yang diikuti oleh 45 peserta dari berbagai wilayah.






Peringatan HUT ke-9 ini menjadi momentum bagi RS. UniMedika Sepatan Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien.



Redyantara BusDev, Rumah Sakit (RS) UniMedika Sepatan resmi menginjak usia yang ke-9 tahun. Mengusung Tema tahun ini ”Melayani Dengan Hati Tumbuh Bersama” momentum hari jadi ini menjadi bukti nyata konsistensi RS. UniMedika Sepatan dalam memberikan akses kesehatan yang bermutu, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat tengerang terkhusus Kecamatan Sepatan dan sekitarnya, serta berterima kasih kepada Masyarakat yang selalu mempercayakan kesehatan keluarganya kepada kami.





"Sejak pertama kali berdiri, RS UniMedika Sepatan terus melakukan transformasi besar-besaran. Tidak hanya dari segi kelengkapan fasilitas medis dan teknologi kedokteran, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), mulai dari dokter spesialis, perawat, hingga staf pelayanan garda terdepan." Ucapnya.



Dalam perayaan HUT ke-9 ini, manajemen RS UniMedika Sepatan menegaskan kembali visinya untuk menjadi pilihan utama layanan kesehatan masyarakat. Peningkatan fasilitas rawat jalan, kenyamanan ruang rawat inap, serta optimalisasi layanan menjadi prioritas utama guna menjawab kebutuhan penanganan medis yang cepat dan akurat.




“Hari ini kita merayakan Ulang Tahun yang ke-9, kami mengucapkan Terima kasih kepada masyarakat sepatan sudah mempercayakan pelayanannya kepada kami sampai saat ini, harapannya semoga RS UniMedika Sepatan Tangerang, semakin memberikan pelayanan yang terbaik,” Ucap Direktur Rumah Sakit dr. Yussy Syahbandar, AAAIJ. Rabu, (15/7/2026).



Kemeriahan hari jadi yang ke-9 tahun, RS UniMedika Sepatan menggelar di halaman gedung Rumah Sakit UniMedika serta berbagai rangkaian keseruan kegiatan seperti Senam sehat, Cek Up kesehatan Gratis, Bazzar, Hadiah Dorprize dan edukasi lainnya.






Hal senada juga dikatakan masyarakat sekitar “Selamat Ulang tahun Rumah Sakit UniMedika Sepatan semoga menjadi rumah sakit pilihan terbaik masyarakat Sepatan dan lebih baik pelayanan dari sebelumnya” Ujar salah satu warga Sekitar.



Dengan rekam jejak yang solid selama hampir satu dekade, RS UniMedika Sepatan siap melangkah lebih jauh untuk menjadi pilar kesehatan yang tangguh, modern, dan selalu dekat di hati masyarakat.



Selamat Ulang Tahun ke-9, RS Unimedika Sepatan Terus Mengabdi Menjadi Kebanggaan masyarakat di Kabupaten Tangerang. (*/Red).

IGD RS UniMedika Sepatan Tangerang Siap Layani Masyarakat 24 Jam




Tangerang | Mitrapubliknews.com – Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan sigap bagi masyarakat, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS UniMedika Sepatan Tangerang siap 24 Jam yang melayani pasien setiap hari tanpa henti.22 Mei 2026 .


Layanan IGD ini hadir untuk menangani berbagai kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera, seperti demam tinggi, sesak napas, kecelakaan, nyeri dada, kejang, cedera, hingga kondisi darurat lainnya. Didukung tenaga medis profesional dan fasilitas penunjang yang memadai, RS UniMedika Sepatan Tangerang berupaya memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan nyaman bagi masyarakat.


Dengan akses layanan selama 24 jam, masyarakat di wilayah Sepatan, Rajeg, Mauk, Sepatan Timur, Sukadiri, Pakuhaji, dan sekitarnya kini tidak perlu khawatir saat membutuhkan pertolongan medis darurat pada malam hari maupun hari libur.


Keberadaan IGD 24 Jam ini juga menjadi bagian dari upaya RS UniMedika Sepatan Tangerang dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat Tangerang. (*/red).

RS UniMedika Sepatan Tangerang Gelar Screening THT di SMAN 11 Kabupaten Tangerang

 



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – RS UniMedika Sepatan Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan generasi muda melalui kegiatan screening Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) yang dilaksanakan di SMAN 11 Kabupaten Tangerang, Selasa 27 April 2026. 


Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini berbagai gangguan kesehatan pada area telinga, hidung, dan tenggorokan yang dapat memengaruhi aktivitas belajar serta kualitas hidup para siswa.


"Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis profesional RS UniMedika Sepatan Tangerang dengan pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.




Antusiasme para siswa dan pihak sekolpah menjadi bukti tingginya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. 


"Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan THT untuk menunjang prestasi dan aktivitas sehari-hari.




RS UniMedika Sepatan Tangerang akan terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan promotif dan preventif kepada masyarakat, termasuk melalui program edukasi dan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.


Dengan semangat melayani dan peduli, RS UniMedika Sepatan Tangerang siap menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.


(Red)

RS UniMedika Sepatan Tangerang Terima Kunjungan dari RSUP Sitanala

 



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – RS UniMedika Sepatan Tangerang menerima kunjungan dari RSUP Sitanala dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi antar institusi pelayanan kesehatan, Selasa (27 April 2026).


Kunjungan ini menjadi momen berharga bagi kedua rumah sakit untuk saling bertukar wawasan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta inovasi di bidang kesehatan. Selain itu, pertemuan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.




Melalui kegiatan ini, RS UniMedika Sepatan Tangerang terus menunjukkan komitmennya untuk senantiasa berkembang dan menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


RS UniMedika Sepatan Tangerang percaya bahwa kolaborasi antar fasilitas pelayanan kesehatan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih baik, terintegrasi, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.


Dengan semangat sinergi dan inovasi, RS UniMedika Sepatan Tangerang siap terus menjadi mitra kesehatan terpercaya bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.


(Red)

Potret Buram MBG di Kampar: Nasi Goreng Berbelatung 'Dihidangkan' ke Siswa SDN 016 Kusau Makmur




KAMPAR | Mitrapubliknews.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan generasi bangsa, justru menyisakan potret kelam di Kabupaten Kampar, kecamatan Tapung Hulu. Sebuah insiden menjijikkan terjadi di SD Negeri 016 Desa Kusau Makmur, Sabtu (18/04/2026), di mana ditemukan belatung yang masih hidup menggeliat di dalam menu nasi goreng yang dibagikan kepada siswa.


Menu maut tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemakanan Bergizi (SPPG) Desa Sumber Sari, yang berlokasi di dekat SPBU Jl. Ujung Batu - Petapahan. Temuan ini sontak memicu kegeraman publik, lantaran menyangkut standar kebersihan dan keselamatan pangan bagi anak sekolah.


Menanggapi skandal ini, Fendriadi Chaniago alias Ipen, selaku Asisten Lapangan SPPG setempat, mengonfirmasi kebenaran kejadian tersebut saat dihubungi awak media pada Minggu (19/04/2026). Namun, alih-alih memberikan pertanggungjawaban penuh, pihak manajemen terkesan melakukan pembelaan diri dengan melemparkan penyebab masalah pada faktor eksternal.


"Kami sudah menurunkan Ahli Gizi ke sekolah untuk mengklarifikasi kejadian itu. Dan belatung itu diduga berasal dari buah salak, bukan dari nasi goreng," kilah Ipen.


Ipen juga mengklaim bahwa proses penyajian dan kontrol kualitas (Quality Control) sudah sesuai prosedur, meski realita di lapangan menunjukkan adanya organisme hidup dalam nampan makanan siswa.


Senada dengan Ipen, Al'Udri selaku Kepala Desa Kasikan yang juga Mitra Pengelola MBG dari Yayasan Ulul Al-Bab, memberikan klarifikasi serupa. Ia bersikukuh bahwa sumber belatung bukan berasal dari pengolahan nasi.


"Terkait masalah itu sudah beberapa klarifikasi sama kawan-kawan media. Perlu saya sampaikan bahwa belatung berasal dari salak, bukan nasi gorengnya. Sebab salak terkadang luarnya nampak bagus tapi di dalamnya busuk, sehingga belatungnya keluar dan masuk ke nasi goreng," tulis Al'Udri melalui pesan singkat.


Namun, pernyataan Al'Udri juga menjadi sorotan karena terkesan berlindung dan mencatut media dalam memberikan klarifikasi, yang dikhawatirkan dapat memicu gesekan antar-insan pers di lapangan.


Meskipun pihak pengelola berjanji akan menjadikannya sebagai pembelajaran, insiden ini tetap dinilai sebagai bentuk "kelalaian fatal". Alasan "belatung pindah dari salak ke nasi" dianggap sebagai pembelaan yang tidak mengurangi fakta bahwa sistem pemilahan bahan pangan di SPPG tersebut gagal total.




Sesuai dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, transparansi dan keselamatan publik harus diutamakan. Publik kini mendesak Yayasan Ulul Al-Bab dan pengelola MBG Nasional untuk segera mengambil tindakan tegas.

Insiden ini menambah daftar panjang potret buram kinerja satuan pelayanan makan gratis di daerah. Jika tidak ada tindakan disiplin yang nyata terhadap oknum atau unit yang lalai, kepercayaan masyarakat terhadap program nasional ini dipertaruhkan. Anak-anak didik adalah aset bangsa, bukan objek uji coba pangan yang tidak higienis. 


Published : Tim Redaksi

RS UniMedika Sepatan Tangerang Perluas Layanan, Hadirkan 5 Dokter Spesialis Baru




Tangerang | Mitrapubliknews.com – Komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terus ditunjukkan RS UniMedika Sepatan, Tangerang. Rumah sakit yang berlokasi di Kecamatan Sepatan ini resmi menambah jajaran layanan dan dokter spesialis baru guna menjawab kebutuhan medis warga Sepatan dan sekitarnya.Selasa(13 April 2026).


Lima Dokter Baru yang kini hadir di RS UniMedika meliputi Spesialis Urologi, Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), Bedah, Paru, serta Penyakit Dalam. Penambahan ini melengkapi layanan spesialis yang sudah ada sebelumnya, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk jauh untuk penanganan kasus-kasus terkait saluran kemih, gangguan THT, bedah umum, masalah pernapasan, hingga penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.


Harapan kami bagi Masyarakat Dengan bertambahnya layanan spesialis tersebut, RS UniMedika berharap dapat menjadi solusi kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau bagi warga Sepatan, Rajeg, Mauk, Sepatan Timur, Sukadiri, Pakuhaji dan wilayah Tangerang Utara lainnya. 


Pasien dengan keluhan batu ginjal, pembesaran prostat, infeksi telinga menahun, sinusitis, batuk kronis, TBC, hingga tindakan bedah seperti usus buntu atau hernia dapat ditangani tanpa harus ke pusat kota. Selain mempersingkat jarak tempuh, kehadiran dokter spesialis juga diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini penyakit bagi Masyarakat yang dapat diakses layanan poliklinik spesialis baru ini setiap hari Senin–Minggu. (*/red).


Warga Jurumudi Desak Penutupan TPS Liar di Lahan PUPR: Bau Menyengat hingga Ancaman Penyakit ISPA

 



​TANGERANG – Mitrapubliknews.com - Warga RT 01 RW 08 Kelurahan Jurumudi Lama, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, melayangkan protes keras dan menuntut penutupan segera Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang berlokasi di atas lahan pinggir jalan tol milik Departemen PUPR/Dinas Bina Marga. 


"Keberadaan gunungan sampah di Jalan Abdurahman Saleh,Kecamatan Benda ,Kota Tangerang ini sudah berjalan lama sejak peresmian jalan tol tahun 2022 , dinilai telah mencapai taraf yang membahayakan kesehatan dan kenyamanan warga sekitar.


​Ruslan Abdulgani, Ketua LSM Komando  Corong Aspirasi Rakyat Kota Tangerang sekaligus warga terdampak, menyatakan bahwa kondisi ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi, Ia menekankan tiga dampak utama yang saat ini mencekik warga sekitar:




*Polusi Udara yang Ekstrem*: Bau busuk yang menyengat tercium hingga ke pemukiman warga sepanjang hari, merusak kualitas udara dan kenyamanan hidup.

*​Krisis Kesehatan (ISPA)*: Sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan. "Warga sudah ada yang terjangkit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Ini bukti nyata bahwa sampah ini adalah bom waktu bagi kesehatan kami," tegas Ruslan.


*​Ancaman Banjir dan Sanitasi*: Lokasi yang berada di dataran tertentu membuat sampah berserakan hingga masuk ke dalam rumah warga saat hujan deras turun dan menyebabkan genangan, membawa kuman penyakit langsung ke ruang tamu warga.


​"Kami meminta Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan pihak terkait dari Departemen PUPR, untuk segera merespons keluhan ini. Jangan tunggu sampah lebih banyak lagi. Lahan milik negara seharusnya dijaga, bukan dibiarkan menjadi sarang penyakit bagi rakyat," ujar Ruslan Abdulgani.


​Warga berharap ada tindakan nyata berupa pembersihan total (pengangkutan sampah) serta pemagaran atau pengawasan ketat di lokasi tersebut agar oknum-oknum tidak bertanggung jawab berhenti membuang sampah di lahan tersebut.


​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dan respons cepat dari pihak berwenang untuk meninjau lokasi dan melakukan penutupan permanen terhadap TPS liar tersebut.


​Kontak Media/WA:

Ruslan Abdulgani - 0895-3655-25789

Ketua LSM Komando Kota Tangerang / Perwakilan Warga Jurumudi,Kecamatan Benda, Kota Tangerang.


(Red)

Bupati Tangerang Pimpin Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Ke-80 Kementerian Agama

 



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Sabtu, (3/1/26).

Upacara tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Tangerang, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.

Bupati Maesyal Rasyid bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar mengatakan bahwa peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. HAB ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh aparatur, khususnya jajaran Kementerian Agama, untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat dan menguatkan kembali pentingnya kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan bangsa.

“Peringatan Hari Amal Bakti ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tugas utama Kementerian Agama adalah menjaga dan merawat kerukunan umat beragama. Kerukunan inilah yang menjadi modal sosial terbesar dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan pembangunan daerah dan nasional,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Agama dalam rangka menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan religius.

“Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama, baik dalam penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas pelayanan publik, maupun dalam menjaga kondusivitas dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin dengan seluruh jajatan Kemanag Kab. Tangerang, khususnya dalam bidang pembangunan keagamaan dan keharmonisan antar umat beragama

"Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenag Kabupaten Tangerang atas kerjasama dan kolaborasinya dalam pembangunan keagamaan dan keharmonisan di Kabupaten Tangerang," ucapnya.

Upacara peringatan HAB ke-80 berlangsung khidmat dan tertib, ditandai dengan pemotongan tumpeng. Peringatan HAB ke-80 tingkat Kab. Tangerang juga digelar aksi sosial donor darah sebagai wujud rasa syukur serta harapan agar semangat pengabdian Kementerian Agama terus menjadi cahaya dan inspirasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 


(*/ red).

Ramai Soal IGD RSUD Tigaraksa, Bupati Minta SOP Dipermudah



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknewa.com - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa RSUD Tigaraksa harus menjadi motivasi dan penyemangat bagi seluruh jajaran tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 


Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan ke depan menuntut profesionalisme, empati, serta kecepatan dalam merespons kebutuhan pasien.


Bupati Maesyal menekankan bahwa rumah sakit daerah memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan segera. 


Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan harus responsif, cepat, dan tepat, tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.


“Berikan pelayanan yang responsif, cepat, dan tepat, karena masyarakat sangat membutuhkan ketika berada dalam kondisi sakit. SOP pelayanan juga harus dipermudah agar masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah dan nyaman,” pesan Bupati Maesyal kepada seluruh jajaran RSUD Tigaraksa, Kamis (18/12/2025).


Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti dugaan kelalaian petugas UGD di RSUD Tigaraksa. 


Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan pelayanan kesehatan darurat agar berjalan sesuai standar dan mengutamakan keselamatan pasien.


Melalui pesan singkat pada Rabu (17/12/2025), dr. Hendra mengatakan bahwa sejumlah petugas UGD telah diberikan teguran. 


“Tim UGD sudah kita tegur, nanti akan dibriefing agar tidak terulang lagi. Tetap laporkan jika masih ada layanan yang kurang agar dapat lebih baik lagi,” ujarnya.


Menurut dr. Hendra, pengawasan pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui laporan administratif, tetapi harus tercermin dari praktik langsung di lapangan. 


Ia menjelaskan bahwa briefing internal akan dilakukan untuk memperkuat pemahaman SOP dan kedisiplinan petugas, sekaligus memastikan prosedur tidak menghambat penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat. 


Ia juga mengimbau masyarakat dan tenaga kesehatan untuk aktif melaporkan apabila menemukan kekurangan layanan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.


Sebelumnya Dugaan buruknya pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Tangerang kembali memicu kritik tajam. Ketua Umum Poros Tangerang Solid (Portas), Hilman Santosa, menilai IGD justru lebih mirip ruang tunggu VIP daripada unit penyelamatan pasien.


“Sekarang sepertinya yang paling darurat di IGD itu bukan pasien, tapi administrasi. SOP harus aman dulu, baru pasien menyusul,” kata Hilman, Selasa (15/12/2025).


 (red)

IGD RSUD Tigaraksa, Bed Jadi Penentu Hidup Mati?



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kembali mendapat keluhan setelah dinilai pelayanan kurang berjalan optimal sebagaimana fungsi dasarnya sebagai layanan penanganan kondisi darurat. 

Temuan di lapangan menunjukkan sejumlah pasien berada dalam antrean tanpa tindakan medis lanjutan, meski datang dengan keluhan yang memerlukan penanganan segera.

Pantauan di lokasi mendapati pasien hanya dibariskan dan duduk di kursi roda. Tindakan medis yang dilakukan terbatas pada pemeriksaan tanda vital, tanpa pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan sampel darah, pemasangan infus, maupun penanganan luka.

Salah satu keluhan disampaikan Ayu Rosaindah, keluarga pasien yang membawa adiknya ke IGD RSUD Tigaraksa dengan kondisi sesak napas. 

Ayu mengaku adiknya sempat diminta kembali ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama dengan alasan rujukan BPJS.

“Adik saya sudah engap-engapan, tapi malah disuruh balik ke faskes pertama untuk dapat pelayanan IGD,” kata Ayu kepada wartawan, selasa (15/12/2025) dinihari

Setelah keluarga bersikeras, dokter akhirnya melakukan pemeriksaan. Namun, menurut Ayu, pemeriksaan tersebut hanya sebatas tanya jawab tanpa disertai tindakan medis lanjutan.

“Cuma ditanya sakit apa, apa yang dirasa. Diperiksa mah enggak, kayak wawancara aja,” ujarnya.

Selain itu, di lokasi IGD juga diduga terdapat korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka dan terlihat mengeluarkan darah. Namun korban tersebut dilaporkan hanya ditawari pembersihan luka tanpa penanganan medis lanjutan.

Berdasarkan penuturan salah seorang dokter jaga, tindakan medis lanjutan terhadap pasien baru dapat dilakukan apabila pasien telah mendapatkan tempat tidur atau bed. 

Dokter tersebut menjelaskan, selama pasien belum memperoleh bed, tenaga medis hanya dapat melakukan pemeriksaan awal berupa pengecekan tanda vital sesuai standar operasional prosedur (SOP) internal rumah sakit.

Situasi tersebut memicu kekecewaan keluarga pasien. Sejumlah keluarga terlihat geram dan memilih membawa anggota keluarganya ke fasilitas kesehatan lain karena tidak menerima alasan SOP tersebut.

Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, setelah menunggu selama beberapa jam tanpa kepastian penanganan, Ayu akhirnya memutuskan membawa adiknya ke fasilitas pelayanan kesehatan lain. Keputusan tersebut diambil karena pasien dinilai membutuhkan penanganan segera, sementara di IGD RSUD Tigaraksa belum terdapat kejelasan tindakan medis lanjutan.

Ayu menyebut, di fasilitas kesehatan yang dituju selanjutnya, pasien mendapatkan pelayanan yang lebih responsif dan dinilai memperlakukan pasien sesuai kondisi darurat yang dialami.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait penerapan SOP pelayanan gawat darurat di RSUD Tigaraksa, khususnya mengenai batasan tindakan medis terhadap pasien yang belum mendapatkan bed, serta kesesuaian praktik di lapangan dengan prinsip pelayanan IGD.

Hingga laporan ini disusun, pihak manajemen RSUD Tigaraksa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembatasan layanan darurat di IGD RSUD Tigaraksa. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi dan hak jawab dari pihak rumah sakit. 


(red)

RS UniMedika Sepatan Tangerang Selenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar di PT. Polindo Utama




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - RS UniMedika Sepatan Tangerang mengadakan kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di PT. Polindo Utama sebagai upaya peningkatan kemampuan respons kegawatdaruratan bagi karyawan perusahaan. 

"Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan dasar yang diperlukan untuk memberikan pertolongan pertama pada kondisi henti napas atau henti jantung sebelum bantuan medis profesional tiba," Jum'at (12 Desember 2025).

Dalam sesi pelatihan, tim medis RS UniMedika memberikan materi mengenai pengenalan situasi gawat darurat, teknik pemeriksaan respons korban, cara melakukan kompresi dada yang benar.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dengan panduan instruktur guna memastikan pemahaman dan ketepatan teknik.

Kegiatan ini disambut antusias oleh karyawan PT. Polindo Utama yang menyadari pentingnya kemampuan BHD di lingkungan kerja, terutama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan meminimalkan risiko fatal saat terjadi keadaan darurat," Sambutnya.

RS UniMedika Sepatan Tangerang berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan keselamatan bagi berbagai instansi, perusahaan, serta komunitas sebagai bagian dari peran aktif rumah sakit dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan keselamatan masyarakat," tutupnya.


(Red)

RS UniMedika Sepatan Tangerang, Gelar Health Talk Bersama dr. M. Adib Mahara, Sp.A di Puskesmas Pakuhaji




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - RS UniMedika Sepatan Tangerang, mengadakan kegiatan health talk di Puskesmas Pakuhaji dengan menghadirkan narasumber dr. M. Adib Mahara, Sp.A, dokter spesialis anak dari RS UniMedika. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat mengenai penanganan awal kondisi gawat darurat pada bayi dan anak, kamis (11 Desember 2025).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Adib memaparkan materi mengenai Manajemen Asfiksia & Resusitasi Dasar, termasuk pengenalan tanda-tanda asfiksia, langkah penilaian cepat, serta teknik resusitasi dasar yang tepat dan aman. 

"Beliau juga menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat pada kasus kegawatdaruratan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius," paparnya.

Para peserta yang terdiri dari tenaga kesehatan mengikuti sesi dengan aktif. Diskusi interaktif dan praktik sederhana mengenai langkah-langkah pertolongan dasar menjadi bagian yang paling diminati peserta.

"Melalui kegiatan ini, RS UniMedika Sepatan Tangerang berharap dapat memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di wilayah Pakuhaji serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya pada bayi dan anak," ujarnya.

Rumah sakit berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Tangerang," Pungkasnya.


(Red)

RSUD Kota Tangerang Kini Buka Poliklinik BTKV, Pelayanan Jantung Lebih Mudah dan Terjangkau



Kota Tangerang  | Mitrapublinews.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang telah membuka Poliklinik Bedah Toraks Kardiovakular

(BTKV ) yang menyediakan pelayanan kesehatan khusus jantung. Dokter spesialis BTKV, dr. Andri Syahrian, Sp.BTKV, FIHA menekankan pentingnya menjaga kesehatan jantung dengan melakukan olahraga secara teratur dan menghindari konsumsi rokok, karena rokok dapat menyalurkan nikotin dan menyumbat pernapasan.

Penyakit jantung koroner itu biasanya berkaitan dengan komplikasi seperti kencing manis, obesitas, dan kegemukan. 

"Saya menganjurkan untuk masyarakat kalau bisa mengurangi dan menghentikan konsumsi rokok,supaya jangan sampai ke tingkat operasi jantung, ujar dr. Andri Syahrian, Sp.BTKV, FIHA,Rabu (10/12/2025).

Pelayanan poliklinik sore di RSUD Kota Tangerang ini tersedia setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Dengan adanya Poliklinik BTKV, masyarakat Kota Tangerang dapat memperoleh pelayanan kesehatan jantung yang lebih mudah dan terjangkau.

"Penyakit jantung bisa diatasi dengan operasi, seperti kecelakaan, penyakit menular seperti tuberkulosis, jantung bypass, dan ketub jantung. Dan lagi yang kita layani adalah seperti gagal ginjal dan cuci darah,  tambah dr. Andri Syahrian, Sp.BTKV.FIHA.

Salah seorang pasien, Junfuk, warga Poris Plawad, yang secara rutin memeriksa jantung di RSUD Kota Tangerang dalam layanan Poli Sore, memberikan testimoni positif tentang pelayanan di RSUD Kota Tangerang. 

Pelayanan dokternya sangat baik, ramah, dan cukup memuaskan. Saya berharap pelayanan seperti ini bisa lanjut untuk lebih berkembang, dan lebih bagus lagi, ujar Junfuk.

Sementara itu, Humas  RSUD Kota Tangerang drg. Fika.S.Khayan,MARS menegaskan bahwa unit baru ini hadir untuk memperkuat penanganan kasus penyakit jantung dan stroke yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan.

 “Unit ini didukung tenaga dokter spesialis jantung, saraf, serta tim medis berpengalaman dengan fasilitas lengkap. Kami ingin memastikan pasien mendapat layanan komprehensif di sini. Harapan kami, RSUD Kota Tangerang bisa menjadi rujukan utama di wilayah Tangerang Raya dalam pelayanan kardiovaskular dan cerebrovaskular,” jelas drg.Fika

Maka dari itu pelayan RSUD Kota Tangerang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang modern, terjangkau, dan berkualitas, sekaligus memperkuat peran rumah sakit daerah sebagai pusat rujukan utama.


(*/Red)

Buka Rakor Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Intan Tandaskan Pentingnya Jaga Keberlanjutan dan Kesinambungan Layanan HIV/AIDS




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan HIV/AIDS dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, yang mengambil tema nasional “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”. Acara tersebut digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Kamis (04 Desember 2025).

Dalam sambutannya, Wabup menekankan pentingnya layanan HIV/AIDS yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Pelayanan terhadap penderita HIV tidak boleh berhenti, pelayanan mulai dari pendampingan, sosialisasi, pencegahan hingga pengobatan harus terus dilakukan tampa hambatan.

“Pelayanan HIV tidak boleh berhenti. Pencegahan, tes, pendampingan, hingga pengobatan harus tetap tersedia tanpa hambatan. Perubahan di tingkat nasional maupun daerah tidak boleh mengurangi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” Ujar Wabup Intan.

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen kuat untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS melalui penguatan layanan kesehatan, edukasi masyarakat, serta kerja sama lintas sektor. Dibutuhkan kolaborasi menyeluruh dari pemerintah, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, hingga tokoh masyarakat untuk mencapai taget eliminasi AIDS 2030.

“Target Eliminasi AIDS 2030 hanya bisa dicapai jika seluruh pihak bergerak bersama. Kita perlu memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas layanan berkualitas, serta memastikan tidak ada lagi stigma atau diskriminasi terhadap ODHA. Setiap kebijakan dan aksi hari ini akan menjadi kontribusi besar dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin sehat dan semakin Gemilang,” Tegasnya.

Dia juga menyebut bahwa HIV masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius baik secara global maupun nasional. Estimasi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) di Indonesia pada 2025 diperkirakan lebih dari 564.000 orang. Di Kabupaten Tangerang, tercatat 3.793 orang sedang menjalani pengobatan ARV dan 2.826 orang telah melakukan pemeriksaan Viral Load dengan hasil tersupresi.

“Sekali lagi saya tegaskan, dukungan sosial dan layanan terhadap ODHA tanpa diskriminasi sangat dibutuhkan. Keberadaan tokoh agama, termasuk MUI, sangat penting untuk membantu mengubah stigma masyarakat agar lebih menerima dan mendukung ODHA dalam proses pemulihan,” Serunya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kab. Tangerang, Efi Indarti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran penting dalam pencegahan sejak dini. Untuk itu, pihaknya bersama para pendidik akan melakukan deklarasi komitmen pencegahan HIV di lingkungan sekolah. 

“Sekolah adalah ruang strategis untuk membangun kesadaran kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS. Anak-anak dan remaja harus diberi pemahaman sejak dini.,” ujarnya.

Pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk penanganan dan penanggulan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang

“Kami bersama seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen besama untuk menerapkan strategi prioritas sesuai arahan nasional, termasuk penguatan kebijakan daerah, perluasan layanan tes dan terapi ARV, peningkatan monitoring dan sistem data, kolaborasi bersama komunitas dan pendamping, serta upaya penghapusan stigma,” imbuhnya. 

Kegiatan tersebut dirangkaikan juga dengan pemberian piagam penghargaan untuk para mitra penanggulangan AIDS, pemenang lomba video edukasi Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025 dan pemberian santunan untuk anak dengan HIV (ADHIV) sebanyak 5 orang serta penandatanganan deklarasi dukungan pencegahan dan penularan HIV/AIDS," Pungkasnya.

(Red)





‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Direktur RSUD Tigaraksa, dr. Muhammad Faridzi Fikri, MKM., Mengucapkan Selamat Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 diperingati pada tanggal 12 November 2025. Peringatan ini merupakan yang ke-61 sejak pertama kali diadakan pada tahun 1964.


‎Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk HKN 2025 "Generasi Sehat, Masa Depan Hebat". (Ant)

PMI Kota Tangerang Buka Rekrutmen Relawan KSR Baru 2025




Kota Tangerang  | Mitrapubliknew.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang kembali membuka kesempatan emas bagi para pemuda yang ingin berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan melalui rekrutmen Korps Sukarela (KSR) PMI Kota Tangerang tahun 2025. Senin (13 Oktober 2025).

Program ini menjadi wadah bagi generasi muda berusia 18 hingga 25 tahun untuk mengembangkan kepedulian sosial sekaligus menjadi bagian dari barisan relawan yang tangguh, sigap, dan berjiwa kemanusiaan tinggi.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar perekrutan, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas individu agar mampu berperan aktif dalam kegiatan tanggap darurat bencana, donor darah, pelayanan sosial, serta kegiatan kemanusiaan lainnya di wilayah Kota Tangerang.

“Menjadi relawan bukan sekadar tentang menolong, tetapi juga belajar tentang empati, tanggung jawab, dan semangat kemanusiaan,” ujar Sahrul, salah satu panitia rekrutmen KSR PMI Kota Tangerang. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak muda untuk menyadari bahwa aksi kecil yang dilakukan dengan hati dapat memberi dampak besar bagi sesama.”

Para calon peserta akan mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (DIKLATSAR) sebagai tahapan utama pembekalan sebelum resmi bergabung sebagai anggota KSR. Dalam pelatihan tersebut, peserta akan dibekali berbagai keterampilan seperti pertolongan pertama, evakuasi korban bencana, manajemen posko, serta pengetahuan dasar tentang kepalangmerahan.

Proses pendaftaran berlangsung selama Oktober hingga November 2025, dan orientasi akan dilaksanakan pada 29 November 2025. Bagi calon relawan yang berminat, pendaftaran dapat dilakukan dengan memindai kode QR yang tercantum pada pamflet resmi atau dengan menghubungi CP Sofika di 087784517467 untuk informasi lebih lanjut.

PMI Kota Tangerang berharap melalui kegiatan ini akan lahir relawan-relawan baru yang siap mengabdikan diri tanpa pamrih serta menjadi contoh nyata semangat solidaritas di tengah masyarakat.

Dengan membawa tema “Siap Mengabdi Tanpa Ragu, Sigap Beraksi Setiap Waktu,” PMI Kota Tangerang terus memperkuat perannya dalam membangun generasi muda yang peduli, tangguh, dan siap membantu kapan pun dibutuhkan.


(Dede)


Dampak Warga Terkena DBD PemDes Mekar Kondang Laksanakan Fogging



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Dampak warga terkena DBD,  Pemerintah Desa Mekar Kondang adakan giat Fogging, lokus giat tersebut di lingkungan Rt 06/Rw03, Desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, kabupaten Tangerang, Fogging di laksanakan, Sabtu pagi (6 September 2025).

Hadir dalam giat, Tim perwakilan Kecamatan Sukadiri,Tim Puskesmas Sukadiri, Kepala Desa Mekar Kondang, ketua RW 03, dan Ketua  Rt 006.



Kades Mekar Kondang Sopa marwah mengatakan, Giat Fogging ini berawal dari adanya informasi warga di lingkungan RT.03 terjangkit wabah demam berdarah," Ujcapnya.

"Adanya informasi warga kami terjangkit DBD dan sedang menjalani perawatan, Selanjutnya kami berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sukadiri, dan pada hari kamis tim puskesmas Sukadiri meluncur ke TKP untuk memeriksa kondisi dan meneliti air di lingkungan, Menurut informasi tim dari Puskesmas air yang ada di rumah tersebut positif terjangkit jentik nyamuk (Aides aegypti)," Ujarnya.

Lebih jauh Kepala Desa Mekar kondang Mengatakan, Dengan adanya hasil sampel air  positif terjangkit jentik nyamuk Aides aegypti, Kami bersama pihak Kecamatan dan Puskesmas Sukadiri memutuskan untuk mengadakan giat Fogging hari ini," Jelasnya.

Saya berharap, Untuk semua warga Mekar Kondang apa bila ada yang sakit DBD untuk segerah menginformasikan kepada saya atau aparatur desa , Sehingga kami bisa mengambil langkah tindakan antisipasinya sehingga tidak terkena kepada warga yang lainnya," Harap Sopa.

Di tempat yang sama, Salah satu warga setempat mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama pemerintah Desa Mekar Kondang atas terlaksananya Fogging di lingkungannya," 


(Ant).