Tangerang| Mitrapubliknews.com --Jalan Raya Cirarab di Kecamatan Sukadiri tampaknya sedang mencoba peruntungan baru sebagai arena off-road ekstrem. Sejak Jumat (6/2/2026) dini hari, sebuah dump truk oranye terpantau sedang "mengambil cuti" dengan posisi terguling miring di bahu jalan.
Hingga pukul 13.00 WIB, kendaraan besar ini seolah menjadi pemandangan wajib bagi warga, lantaran proses evakuasi yang tak kunjung tampak batang hidungnya.
Peristiwa ini menjadi bukti betapa "kreatifnya" kondisi jalanan setempat yang lebih mirip parutan keju daripada akses publik. Saat fajar menyingsing, sang pengemudi truk diduga sedang berjuang menavigasi lubang-lubang artistik yang dalamnya sanggup menelan roda kendaraan.
Naas, tanah bahu jalan yang lembek mungkin karena terlalu sering dimanja genangan air tanpa drainase memutuskan untuk menyerah, membiarkan truk tersebut terperosok manis ke arah persawahan.
Kini, para pengendara motor dan mobil bak terbuka memiliki rutinitas baru: menguji ketahanan suspensi kendaraan sambil berjemur di bawah terik matahari. Mereka harus bergantian melewati titik yang lebih pantas disebut kolam pancing ini, sementara sang truk oranye tetap setia pada posisinya.
"Mungkin ini fasilitas simulasi off-road gratis dari pemerintah," sindir salah satu warga dengan motor yang sudah "estetik" penuh percikan lumpur. "Jalannya sudah rusak sejak era prasejarah, tapi mungkin karena dianggap peninggalan sejarah, jadi dibiarkan tetap orisinal."
Lambannya respons evakuasi yang hampir menyentuh angka 12 jam ini menjadi prestasi tersendiri bagi pihak-pihak terkait. Tanpa kehadiran alat berat, truk tersebut kini resmi beralih fungsi menjadi monumen pengingat akan darurat infrastruktur di Kabupaten Tangerang. Kehadirannya bukan sekadar penghambat arus, melainkan sebuah sindiran visual bahwa jalur ini sebenarnya sudah kehilangan martabatnya sebagai jalan raya.
Sampai berita ini diturunkan, bantuan alat berat masih menjadi misteri. Warga hanya bisa mengurut dada sembari berharap evakuasi segera dilakukan, sebelum truk oranye tersebut benar-benar menyatu dengan alam dan menjadi fosil di tengah kubangan abadi Cirarab. (*/red).

Tidak ada komentar
Posting Komentar