Tangerang| Mitrapubliknews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengumpulkan seluruh perwira Satlantas Polresta Tangerang untuk melakukan analisis dan evaluasi (anev) penanganan kecelakaan lalu lintas, Selasa (28/7/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Sekaligus menekan angka fatalitas kecelakaan di wilayah hukum Polresta Tangerang.
"Setiap laporan kecelakaan harus direspons dengan cepat dan profesional," kata Indra Waspada.
Dia menekankan, personel agar segera mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh sesuai standar operasional prosedur (SOP), serta mengutamakan keselamatan korban.
"Fast response harus menjadi budaya kerja. Begitu menerima laporan, segera menuju TKP, lakukan penanganan secara profesional, dan pastikan keselamatan korban menjadi prioritas utama," tegasnya.
Selain penanganan di lokasi, Indra Waspada juga meminta personel memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit, maupun stakeholder. Hal itu agar proses evakuasi dan pertolongan pertama terhadap korban dapat dilakukan secepat mungkin.
Di sisi lain, pengaturan arus lalu lintas juga menjadi perhatian. Personel diminta segera melakukan rekayasa lalu lintas di lokasi kecelakaan. Tujuannya untuk mencegah kemacetan sekaligus menghindari terjadinya kecelakaan susulan.
Indra Waspada menegaskan, tugas Satlantas tidak berhenti setelah menangani kecelakaan.
"Setiap kejadian harus menjadi bahan evaluasi untuk menyusun langkah-langkah pencegahan," ujarnya.
Karena itu, lanjut dia, seluruh jajaran diminta memetakan titik rawan kecelakaan (blackspot) dengan menganalisis penyebabnya, baik dari faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, maupun lingkungan.
Jika ditemukan jalan rusak, marka jalan memudar, rambu lalu lintas hilang, atau penerangan jalan yang kurang memadai, personel diminta segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar segera dilakukan perbaikan.
"Edukasi kepada masyarakat juga harus terus diperkuat," katanya.
Dia mendorong, agar dilaksanakan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar, komunitas, dan masyarakat umum.
"Manfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye tertib berlalu lintas," ujarnya.
Dalam aspek penegakan hukum, Indra Waspada, meminta seluruh jajaran tetap mengedepankan pendekatan humanis. Namun tetap tegas terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, seperti balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga kendaraan yang mengangkut muatan melebihi kapasitas.
Indra Waspada juga menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan pengawasan melekat terhadap personel di lapangan agar pelayanan di Unit Laka, Turjawali, maupun Samsat tetap berjalan optimal.
"Target kita jelas, yaitu menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. Jadikan setiap penanganan kecelakaan sebagai pembelajaran untuk melakukan langkah-langkah pencegahan berikutnya," pungkasnya. (*/Red).



Tidak ada komentar
Posting Komentar