TANGERANG | Mitrapubliknews.com — Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang bersama TNI, Polri, Brimob, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, dan jajaran pemasyarakatan menggelar inspeksi mendadak (sidak) gabungan, Senin malam (21/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN), sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Muhammad Fadil, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk TNI, Polri, Brimob dan BNN.
Selain penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan. Dari sekitar 2.000 warga binaan, sebanyak 50 orang menjadi sampel pemeriksaan.
“Dari sampel sekitar 2.000 warga binaan, 50 yang kita laksanakan tes urine dan semuanya hasilnya negatif,” ujar Muhammad Fadil.
Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas. Di antaranya kabel rol, senjata tajam rakitan yang dibuat dari sendok, botol parfum, serta alat tato.
Muhammad Fadil menegaskan, setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila berkaitan dengan pelanggaran SOP maupun tata tertib warga binaan.
“Jika ada pelanggaran yang berkaitan dengan SOP atau ketentuan, termasuk barang-barang yang tidak diperbolehkan, akan ditindaklanjuti sesuai SOP,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengawasan terhadap warga binaan tidak hanya dilakukan melalui sidak gabungan. Pemeriksaan juga dilakukan secara internal dan secara insidentil.
“Sid ak ini dilakukan dalam rangka peningkatan kewaspadaan. Kami juga melakukan pemeriksaan secara internal dan insidentil. Apabila diperlukan, kami akan meminta bantuan dari stakeholder terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Tangerang Kombes Pol Dr. Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi sinergi antara Lapas Pemuda Tangerang dengan instansi terkait dalam kegiatan tersebut.
Menurut Vivick, pemeriksaan dan pengawasan secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
“Terima kasih kepada Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang beserta seluruh jajaran yang telah memberikan kolaborasi dan sinergi yang sangat baik. Instansi terkait hadir untuk sama-sama mengantisipasi, karena Lapas Pemuda ini memiliki jumlah warga binaan yang cukup padat,” ujar Vivick.
Ia juga mengapresiasi hasil tes urine terhadap 50 warga binaan yang seluruhnya dinyatakan negatif.
“Dari hasil tes urine, tadi disampaikan oleh Kepala Lapas, sebanyak 50 warga binaan yang diperiksa hasilnya negatif. Ini merupakan hal yang sangat baik,” katanya.
Vivick menilai pemeriksaan berkala yang dilakukan jajaran Lapas Pemuda Tangerang menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban.
“Pemeriksaan itu selalu dilakukan. Dalam satu minggu bisa sampai lima kali. Hal yang sangat baik dan bisa ditiru oleh seluruh lapas. Dengan banyaknya pengecekan secara rutin, diharapkan dapat menekan aktivitas warga binaan yang menyimpang,” ujarnya.
Terkait temuan sejumlah barang dalam sidak, Vivick menilai jumlah temuan tersebut masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan kapasitas warga binaan yang berada di Lapas Pemuda Tangerang.
“Kalau kita lihat hasil saat ini, dengan begitu banyak kapasitas warga binaan dan setelah melakukan sidak, saya anggap tidak banyak dan tidak besar. Karena bisa didapatkan secara seksama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian penting untuk mempertahankan kondisi lapas tetap aman dan kondusif.
(*/ Kang Eben).



Tidak ada komentar
Posting Komentar