Kepala Sekolah SDN Tobat 2 , Abaikan Keselamatan Siswa Saat ada Pembangunan Konstruksi

Tidak ada komentar



Tangerang | Mitrapubliknews.com —03-09-2026. Pantauan tim media mitrapubliknews, di SDN Tobat 2 menyoroti minimnya perhatian pihak kepala  sekolah(Yuli herliani,S.pd) terhadap keselamatan dan kesehatan  siswa/siswi, di tengah berlangsungnya proyek pembangunan konstruksi di lingkungan sekolah.


Berdasarkan , aktivitas pembangunan yang berlangsung sejak beberapa minggu terakhir menimbulkan banyak debu dan abu yang beterbangan ke ruang kelas. Kondisi itu dikhawatirkan.




“Anak-anak tiap pulang sekolah bajunya penuh debu. Batuk-batuk juga. Tapi tidak ada tindakan dari pihak sekolah untuk menutup area atau menyemprot air. Kepala sekolah seperti membiarkan saja,” ujar salah satu orang tua murid yang enggan disebut namanya, kamis (3/9/2026).


Pantauan di lokasi, pagar pembatas antara area konstruksi dengan halaman dan ruang kelas tidak tertutup rapat. Truk material keluar-masuk saat jam istirahat, dan tumpukan pasir serta semen terbuka tanpa penutup.




Padahal sesuai aturan keselamatan kerja dan SE Kemendikbud tentang pelaksanaan kegiatan belajar saat ada renovasi, sekolah wajib menyediakan jalur aman, penutup debu, dan jadwal kerja yang tidak mengganggu KBM.


Hingga berita ini ditulis, pihak kepala sekolah SDN2 Tobat (Yuli Herliani,s,pd) belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Upaya konfirmasi beberapa kali kesekolah tidak dapat di jumpai.




Media dan LSM ,gnp tipikor, berharap Dinas Pendidikan  kabupaten Tangerang ,segera turun meninjau lokasi. Mereka meminta penghentian sementara aktivitas konstruksi pada jam belajar atau penyediaan masker dan penyemprotan air untuk mengurangi debu.


“Ini soal keselamatan dan kesehatan anak. Jangan tunggu ada yang sakit dulu baru ditangani,(*/ DHL)

Tidak ada komentar