Aksi Greenpeace Bentangkan Spanduk Raksasa di Patung Selamat Datang Bundaran HI, Desak Pemerintah Tangani Krisis Iklim

Tidak ada komentar



JAKARTA |MitraPublikNews.com – Aksi bentang spanduk raksasa oleh aktivis Greenpeace Indonesia di Patung Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik, Selasa (20/10/2026).


Sekitar pukul 06.05 WIB, enam orang aktivis Greenpeace memanjat monumen setinggi puluhan meter dengan menggunakan perlengkapan panjat tebing (harness). Mereka kemudian membentangkan dua spanduk vertikal berwarna kuning dengan ukuran besar.


Spanduk pertama yang menghadap ke utara arah Istana Merdeka bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”. Sementara spanduk kedua yang menghadap ke selatan bertuliskan “BENCANA MAKIN PARAH, HIDUP MAKIN SUSAH, APA KERJA PEMERINTAH?” dilengkapi logo Greenpeace.


Aksi damai tersebut dilakukan bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.


Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, mengatakan aksi ini sebagai bentuk desakan agar pemerintah lebih serius menangani krisis iklim yang kian berdampak pada kualitas hidup masyarakat.


Menurut Greenpeace, berbagai bencana seperti banjir bandang di Sumatera, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap berkepanjangan, hingga cuaca ekstrem telah menggerus pendapatan pekerja, terutama nelayan, pekerja gig seperti pengemudi ojek daring, serta menaikkan biaya hidup dan harga pangan.


Hal tersebut diperkuat dengan riset Greenpeace Indonesia berjudul “Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah” yang menyebut 41 persen responden merasakan dampak krisis iklim pada biaya pangan.


*Ditertibkan Petugas*


Spanduk tersebut kemudian ditertibkan oleh petugas gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemadam Kebakaran, dan Satpol PP sekitar pukul 08.00 hingga 09.30 WIB.


Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung menjelaskan, Bundaran HI merupakan cagar budaya sehingga perlu dijaga ketertiban dan keamanannya. Petugas mengevakuasi para aktivis dengan aman. Satu aktivis perempuan sempat mengalami kelelahan dan mendapatkan penanganan medis.


Pihak kepolisian menegaskan tidak ada kerusakan fasilitas pada monumen dan para aktivis dimintai keterangan di Polda Metro Jaya sesuai prosedur.


Hingga berita ini diturunkan, spanduk telah diturunkan dan kawasan Bundaran HI kembali kondusif.



*Editor: Eben | Foto: Greenpeace Indonesia / Bundaran HI 20 Okt 2026*

Tidak ada komentar