KEMIRI, KAB. TANGERANG | MitraPublikNews.com – Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di *Kp Sabrang Kemiri RT 12 RW 03 Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang,* Selasa malam, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Api belum bisa dipadamkan hingga pukul 23.55 WIB dan dilaporkan *Tiga rumah ludes terbakar.*
*Awal Mula Api:*
Berdasarkan keterangan warga di TKP, *M.P. Nashir*, api pertama kali berasal dari *tumpukan sampah yang terbakar oleh karyawan pengusaha limbah di kebun belakang rumah mertua adiknya.* Karena kondisi kebun kering, banyak material mudah terbakar, dan angin kencang, api dengan cepat membesar dan tidak terkendali.
*Merembet ke Rumah Warga:*
Api dari kebun kemudian merembet cepat ke pemukiman. Awalnya dilaporkan hanya bagian dapur, namun foto terbaru TKP pukul 23.50 WIB menunjukkan kobaran api sudah membumbung tinggi di atas atap dan *satu rumah dilaporkan habis terbakar.* Warga panik dan berkerumun menyaksikan dari jarak aman.
*Celoteh Warga: Sudah Sering Ditegur*
Di lokasi, warga mengaku sudah sering menegur aktivitas pembakaran sampah di kebun tersebut.
_"Udah sering ditegur kang, tapi masih aja bakar sampah di kebun itu. Ini udah kedua kalinya kejadian sama,"_ ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
*Kondisi di TKP Pukul 23.55 WIB:*
- Api *tambah besar dan belum bisa dipadamkan*
- Baru *3 unit mobil Damkar* BPBD Kabupaten Tangerang berada di lokasi dan masih berjibaku
- Asap hitam pekat membumbung tinggi, terlihat dari kejauhan
- Angin kencang dan material limbah menjadi kendala utama pemadaman
- Ratusan warga berkumpul untuk membantu evakuasi
Hingga berita ini diturunkan, *Alhamdulillah belum ada laporan korban jiwa.* Kerugian materi diperkirakan satu rumah ludes dan masih dalam pendataan. Petugas Damkar dibantu warga masih melakukan upaya lokalisir agar api tidak merambat ke rumah-rumah padat lainnya di Kp Sabrang Kemiri.
Pihak Polsek Kemiri dan BPBD Kabupaten Tangerang diharapkan menambah armada Damkar untuk percepatan pemadaman.
*(Eben)*




Tidak ada komentar
Posting Komentar